Pekerja menyelesaikan pembangunan gedung bertingkat di salah satu kawasan SCBD, Jakarta, Rabu (10/2).
Suasana lalu lalang macet tiada habisnya
Terus menerus berjalan di ibukota saat senja
Perlahan sang surya tenggelam dengan tenang
Langit memerah cerah terpancar indahnya
Teriakan klakson terasa memekakkan telinga
Hawa panas terasa menyengat di kala senja
Asap-asap berkumpul berbaur di udara ibukota
Terdengar suara lantunan lagu dari pengamen
Gemerincing koin dengan alunan gitarnya
Bergulat dengan waktu demi sesuap nasi
Tak peduli dengan asap-asap mengebul pekat
Terlihat seorang gelandangan tidur di depan toko
Hidup menggelandang sendiri tanpa tahu tujuannya
Sepanjang waktu menggelandang tanpa kenal arah
Seakan tiada yang peduli pada nasib seorang gelandangan
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Antara Doa dan Pintu yang Tertutup: Memahami Sajak Joko Pinurbo
-
Ulasan Novel Laut Bercerita: Catatan Kelam Gelombang Sejarah
-
Maret Kelam: Rakyat Muak, Sastra Orde Baru Jadi Pelampiasan!
-
Ramai Boikot Deodoran Gegara Sastra Silalahi, Padahal Cuma KOL Bukan Brand Ambassador: Apa Bedanya?
-
Sastra Silalahi Damai dengan Fans Timnas yang Dituduh Judi, Takut Kehilangan Sponsor?
Sastra
Terkini
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop