Dirimu nampak mungil dan gemas
Kelucuan telah engkau tunjukkan untuk terus tertawa
Merayap di pojok-pojok dindang yang buram
Bersahabat di lantai-lantai setiap saat
Kini engkau nampak semangat
Mindar-mandir sana sini tak terasa lelah olehmu
Tentu dirimu hanya bisa mengeluarkan tangis jika kamu inginkan sesuatu
Bahasa manusia yang sukar belum saatnya kau ketahui
Hari demi hari, tumbuh dan teruslah berkembang
Belajar mengenal yang kau raba
Belajar bicara secara perlahan
Belajar melihat segala yang nampak di depan mata
Cepatlah besar dik ku
Walau kehidupan begitu keras yang akan kau lalui nanti lain
Namun, harus dilawan dan berjuang sekuat tenaga
Mungkin dirimu belumlah paham, itulah dirimu yang sekarang begitu polos
Akan ada waktunya, engkau mengatakan bahwa hidup seperti sepuntung rokok melawan ombak dari air laut
Itulah kehidupan, bagi yang tidak siap akan tergilas
Tumbuh besarlah wahai adik dan jadilah orang yang berguna pada sesama
Baca Juga
-
Laki-Laki Tidak Boleh Nangis? Siapa Sih yang Buat Aturan Aneh Itu?
-
Sampah dan Dosa Kecil yang Dianggap Biasa
-
Dompet Tak Berbunyi, Saldo Diam-Diam Mati: Dilema Hidup Serba Digital
-
Niat Jahat yang Tidak Sampai: Ketika Hukum Tidak Selalu Perlu Ikut Panik
-
Uang Tidak Bisa Membeli Kebahagiaan Adalah Kebohongan Terbesar yang Kita Percaya
Artikel Terkait
Sastra
Terkini
-
Review Film All of You: Ketika Sains Ikut Campur dalam Urusan Cinta
-
Review Serial Lupin Part 3: Sebuah Aksi Menawan Assane Diop yang Penuh Trik
-
Review The Best Thing: Kisah Romantis Dokter TCM dan Manajer Hotel
-
SMK Nusantara Pertahankan Gelar, MAN 1 Kabupaten Sukabumi Raih Juara Putri AXIS Nation Cup 2026
-
Gagal Dapatkan Dean Zandbergen, PSSI Incar Striker Keturunan Islandia!