Ilustrasi api (Shutterstock).
Kegundahan rasa yang sekian lama tak hilang
Nafsu membakar kalbu yang sangat suci
Kala iblis dendam menguasai diriku
Dendam kesumat semakin tak karuan
Saat seseorang yang kuanggap sahabat
Tega telah merebut kekasih hatiku
Bak setan berhati malaikat
Yang tampak perangai baiknya dihadapanku
Rupa yang halus namun dalam tampak berduri
Seseorang yang rupanya menikamku dari belakang
Hingga berkobar-kobar api rasa dendam pada pikiranku
Bak setan yang menguasai akal sehatku
Kepalan tangan yang sangat erat kuarahkan kepada dia
Ya dia yang ternyata adalah seperti bak sahabat
Hingga wajahku memerah berselimut cemberut
Kukeryitkan dahi sekencang-kencangnya
Komentar
Berikan komentar disini >
Baca Juga
Artikel Terkait
Sastra
Terkini
-
3 Motor Touring Segala Medan Paling Canggih, Siap Taklukkan Jalan Apa Pun
-
Birokrasi Komunikasi Lewat Satu Huruf: Kenapa Chat "P" Itu Egois Banget?
-
Usai 4 Kali Juara bersama Verstappen, Gianpiero Tinggalkan Red Bull ke McLaren
-
Gaji UMR: Cukup untuk Hidup atau Cuma Cukup Biar Nggak Mati?
-
3 Toner Berbahan Black Rice yang Bikin Kulit Plumpy dan Auto Glowing