Ilustrasi Orang Terbius. (Pixabay)
Wajah berseri-seri yang memukau.
Menghanyutkan sampai ke lumbung hati.
Memikat mata yang tak berkutik.
Seakan hilang akal dan arah tujuan.
Ia nampak begitu cantik.
Memejamkan rasa dan membisukan mulut untuk bicara.
Mengunci sampai pada tulang belulang.
Hingga aku terbius dan hilang akal.
Aku lupa pada masa laluku.
Lupa pada beban hidupku selama ini.
Seakan aku mampu menembus tembok dinding kehidupan sekarang.
Sungguh aku terbius akan keanggunanmu.
Membuat aku mampu keluar dari kebiasaan.
Nipa, 30 Juli 2021
Komentar
Berikan komentar disini >
Baca Juga
-
Dompet Tak Berbunyi, Saldo Diam-Diam Mati: Dilema Hidup Serba Digital
-
Niat Jahat yang Tidak Sampai: Ketika Hukum Tidak Selalu Perlu Ikut Panik
-
Uang Tidak Bisa Membeli Kebahagiaan Adalah Kebohongan Terbesar yang Kita Percaya
-
Menonton Sirkus Kemiskinan: Sisi Gelap Konten Sedekah di Media Sosial
-
Pesantren dan Masa Depan Karakter Bangsa: Jangan-jangan Ini Jawabannya
Artikel Terkait
-
Perempuan Berkarier di Tengah Tekanan Sosial: Sukses atau 'Terlalu Sibuk'?
-
Mask Girl: Ketika Standar Cantik Melahirkan Luka dan Kekerasan
-
Kepedulian yang Disalahartikan: dari Niat Tulus ke Beban Tak Bertepi
-
Tanggung Jawab Tak Terlihat: Beban Emosional Perempuan dalam Keluarga
-
Ulasan Novel Cantik itu Luka: Ketika Kecantikan Justru Menghadirkan Luka
Sastra
Terkini
-
Perebutan Takhta Kruger-Brent dan Ambisi Membunuh di Mistress of the Game
-
4 Skin Tint SPF 40 Lindungi Kulit dari Sinar Matahari agar Cegah Flek Hitam
-
Sinopsis The Crash, Film Dokumenter tentang Kecelakaan Maut yang Gegerkan Amerika Serikat
-
Taeyong NCT Luapkan Insting, Ambisi, dan Kebebasan Artistik di Lagu WYLD
-
Pecinan Kota Malang dan Luka Panjang Etnis Tionghoa Pasca G30S