Siapa yang tak kenal setan? Anda yang belum kenal setan, berikut biodata setan sebagaimana di buku Interview with The Syaitan yang ditulis oleh Helia Puji terbitan Kalil 2015:
Nama: Setan. Nama lengkap: Syaithanirrajim.
Tanggal lahir: sejak dia tidak mau tunduk pada perintah Allah.
Agama: kufur. Alamat: hati manusia yang lalai. Cita-cita: mengajak manusia sebanyak-banyaknya untuk menjadi temannya di neraka (QS. Faathir:6).
Hobi: menyesatkan manusia dari jalan Allah.
Jabatan: general manager dari golongan almaghdhub (yang dimurkai) dan golongan addhallin (yang sesat).
Prestasi: membuat Nabi Adam dan Siti Hawa diusir dari surga (QS. Al-A’raf:20), dan membuat sembahan-sembahan selain Allah.
Follower: orang-orang yang hatinya lalai.
Facebook: isinya status-status cacian, makian, status alay, selalu update gambar vulgar.
Makanan favorit: semua makanan yang tidak disebutkan nama Allah ketika memakannya.
Tempat hangout favorit: pasar (hlm. 4).
Dari biodata di atas, kita jadi tahu dan kenal siapa setan. Jika sudah mengenal setan, maka harus dibenci. Tak kenal, maka tak benci. Jika sudah benci, harus berupaya menjauhi. Seimut apapun setan, kita tak sudi menemaninya kelak di neraka.
Setan memang musuh yang nyata. Namun sayangnya, meski ia nyata, kita tak bisa melihat setan. Seandainya kita mampu melihat setan dengan mata kepala, tentu kita mesti atur ancang-ancang setiap bertemu dengannya, atau di rumah kita sediakan alat pembunuh setan atau bahkan mencari jasa pemburunya.
Di buku ini, Helia Puji juga mengulas cara ampuh menangkal setan, yaitu dengan ikhlas, iman, berlindung kepada Allah dan banyak berzikir. Hamba yang ikhlas akan dijaga dan diselamatkan dari godaan setan. Hamba yang teguh imannya, juga akan selamat dari tipu muslihat setan durjana.
Setan juga kerapkali datang mengganggu kita saat menunaikan salat. Akibat dari serangan setan yang semakin gencar saat kita salat, kita tidak bisa salat dengan khusyu. Berikut adalah pengakuan setan tentang tipu daya yang ia perbuat saat kita sedang salat: merasa waswas ketika membaca takbiratul ihram, tidak konsentrasi ketika membaca bacaan dalam salat, lupa jumlah rakaat yang dikerjakan, hadirnya pikiran yang lain selain bacaan salat, tergesa-gesa menyelesaikan salat, melakukan gerakan yang tidak perlu, melihat ke kiri atau ke kanan saat salat, menguap dan mengantuk, bersin berulang kali dalam salat, serta terasa ingin buang angin atau buang air.
Kenali setan, kenali tipu dayanya, lalu dengan seoptimal mungkin kita berupaya menjauhinya dan jangan lupa memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.
Baca Juga
-
Buku Hakim Sarmin Presiden Kita: Membaca Politik Lewat Tawa dalam Dua Lakon
-
Intip Spek Huawei Mate 90 RS Ultimate: Kamera Periskop 200 MP dan Zoom Optik 12x Jadi Sorotan
-
HONOR Pad V9 Resmi Hadir: Tablet Tipis dengan Layar 144Hz dan Baterai Jumbo 10.100 mAh
-
HUAWEI MatePad Air 2026: Tablet Tipis dengan Layar OLED 144Hz dan AI untuk Kerja Lebih Cerdas
-
iQOO Pad Ultra Segera Rilis: Bawa Kipas Pendingin Internal dan Touch Sampling 5.000Hz
Artikel Terkait
Ulasan
-
Ulasan Film Agensi Rumah Tangga: Angkat Isu Sosial Lewat Tawa Menyegarkan
-
Semakin Diteguk, Semakin Haus: Mengejar Dunia dalam Pareidolia
-
Big Mouth: Drakor tentang Penjara yang Mirip Berita di Indonesia
-
Ulasan Motherhood: Ketika Kasih Sayang Ibu Terjebak dalam Luka Masa Lalu
-
Review Film Unabomber: Masa Lalu Ted Kaczynski yang Dibongkar dari Dua Arah
Terkini
-
Ombudsman Sidak Mendadak, Lapas Cibinong Bikin Publik Terbelalak
-
5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
-
Make Munir Live Again: Merawat Ingatan Kasus HAM di Aksi Kamisan Jogja
-
Career Break bagi Perempuan: Jeda Karier atau Tanda Kehilangan Arah?
-
Bebas Kotoran! 5 Cleansing Cream Ini Ampuh Bikin Kulit Bersih dan Lembut