Meski beberapa waktu yang lalu nama Dian Sastrowardoyo mencuat karena terpaan isu keluarga besarnya, namun patut diakui bahwa sosok pemeran Cinta di film Ada Apa Dengan Cinta ini merupakan salah satu aktris yang sukses dalam dunia perfilman Indonesia.
Bagaimana tidak, setelah film Ada Apa Dengan Cinta yang dibintanginya di awal 2000an meledak di pasaran, Dian Sastro sukses pula membintangi berbagai film lain. Kita ambil saja contoh film Arisan, Ungu Violet, hingga Ada Apa Dengan Cinta 2.
Dan tampaknya, karir Dian Sastrowardoyo di dunia entertainment akan terus melebar. Pasalnya, setelah sukses menjadi bintang film, Dian Satrowardoyo juga memulai peruntungannya di perfilman Indonesia sebagai produser. Setidaknya, hingga saat ini sudah ada dua film yang diproduseri oleh wanita kelahiran Jakarta, 16 Maret 1982 tersebut. Yang pertama adalah film berjudul Drupadi yang rilis pada tahun 2008 lalu, dan yang kedua, adalah film berjudul Guru-Guru Gokil yang rilis pada tahun 2020.
Memang, secara karir, Dian Sastro telah memproduseri 2 film, namun perlu digarisbawahi di sini, film Drupadi yang menjadi debut perdana Dian Sastro sebagai produser merupakan film pendek dan diputar secara terbatas, sementara film Guru-Guru Gokil merupakan film berdurasi panjang dan diputar untuk umum.
Film Guru-Guru Gokil sendiri memiliki durasi 102 menit dan rilis pada tahun 2020 lalu. Selain menjadi produser, Dian Sastro juga berperan sebagai Nirmala, salah satu guru yang mengajar di sekolah yang berada di daerah terpencil di Jawa Barat.
Film ini berkisah tentang kehidupan guru-guru di daerah yang kerap kali tak bisa maksimal dalam mengajar dikarenakan keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki. Tak hanya itu, kehidupan sebagai guru yang serba terbatas juga membuat mereka harus hidup dengan kesederhanaan menjalani hari-harinya.
Sayangnya, film berdurasi panjang pertama yang diproduseri oleh Dian Sastro ini dianggap kurang menarik oleh masyarakat luas. Film yang juga dibintangi oleh Gading Martin ini mendapatkan rating 5/10, alias rating rata-rata untuk film yang dianggap biasa-biasa saja. kebanyakan dari para pengulas menyebutkan tentang alur atau plot yang biasa-biasa saja dalam film ini.
Namun demikian, tentu saja kita harus tetap mengapresiasi. Pasalnya, ini merupakan debut pertama seorang Dian Sastro dalam membesut film berdurasi panjang. Dengan semakin banyaknya jam terbang sebagai produser, tentu suatu saat nanti mbak Cinta ini akan mampu membuat karya film yang hebat dan diterima khalayak ramai.
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
Ulasan
-
Keindahan Visual dan Hangatnya Surat Masa Lalu dalam Animasi Your Letter
-
Sinopsis Film Paket Santet: Ketika Sebuah Kiriman Membawa Teror Mematikan
-
Menyesap Dinginnya Kabut dalam Novel London: Angel Karya Windry Ramadhina
-
Review Vigilante: Ketika Batas Antara Pahlawan dan Penjahat Mulai Kabur
-
Review A Little Like Magic: Tak Harus Selamanya untuk Menjadi Berharga
Terkini
-
Mengenal Insinerator Sederhana Buatan Mahasiswa UMY: Murah dan Efektif Seharga Rp1 Jutaan
-
KIP Kuliah dan Masalah Desil, Ketika Data Tak Selalu Tepat Sasaran
-
Syarat Utama Menjadi Orang Tua Adalah Menyembuhkan Diri Sendiri
-
Sikat Australia 3-0, Timnas Voli Putri Indonesia Tembus 8 Besar AVC Women's Continental 2026
-
Bye Kulit Kusam! 5 Tone Up Sunscreen Korea SPF 50 Buat Wajah Cerah Seketika