Dalam perjalanan sejarah suatu bangsa, perubahan serta perpindahan kekuasaan sering kali harus dilakukan dengan cara kekerasan. Meskipun cara damai lebih diprioritaskan, namun keserakahan manusia untuk tetap menggenggam kekuasaan sering kali memantik dua pihak atau lebih untuk bertikai.
Di satu pihak, mereka menginginkan kelanggengan kekuasaan, di pihak lain, mereka berkeinginan untuk perubahan rezim dan penguasa. Maka, tak heran jika singgungan dua hal yang sangat berbeda tersebut membuat pergantian kekuasaan sering kali terjadi melalui jalur kekerasan.
Seperti suksesi kekuasaan negara Jepang di abad pertengahan lalu, ketika Jepang tengah terpecah menjadi dua kubu sama kuat di periode Sengoku, sehingga harus diselesaikan dengan sebuah pertempuran besar dan hingga kini dikenal sebagai pertempuran Sekigahara.
Diceritakan, pada tanggal 21 Oktober 1600, pertempuran Sekigahara meletus dan pada akhirnya menyudahi periode Sengoku di daratan Jepang.
Peperangan ini implikasinya sangat besar bagi pemerintahan Jepang kala itu. Karena selain mengakhiri pemerintahan para tuan tanah (Sengoku Daimyo), pertempuran dahsyat ini juga penguasa baru yang menentukan era baru di Jepang.
Dalam film berjudul Sekigahara yang dirilis pada tahun 2017 ini, dikisahkan, pertempuran ini terjadi antara Tentara Barat yang dipimpin oleh Mitsunari Ishida (diperankan oleh Junichi Okada) dan Tentara Timur yang dipimpin oleh Tokugawa Ieyasu (diperankan oleh Koji Yakusho).
Tokugawa Ieyasu yang merupakan penguasa Jepang kala itu, berhasrat untuk mempertahankan wilayah dan negara Jepang agar tetap berada dalam genggamannya. Sementara di pihak lawan, mereka menginginkan adanya perubahan kepemimpinan.
Dalam peperangan tersebut, meskipun Tentara Barat diyakini memiliki jumlah tentara yang lebih banyak dari Tentara Timur, namun pada akhirnya merekalah yang memiliki banyak kerugian di medan perang.
Koordinasi yang kurang antara para pemimpin dan juga taktik yang mudah ditebak, membuat Tentara Barat sering kali mendapatkan pukulan telak dari pasukan Tokugawa.
Di sinilah perubahan strategi harus dilakukan, hingga pada akhirnya Tentara Barat mengirimkan Hatsume (diperankan oleh Kasumi Arimura) untuk memata-matai Mitsunari Ishida, namun justru jatuh cinta kepadanya.
Pertempuran besar dengan bumbu-bumbu cinta pun terjadi. Perang ini sendiri dimenangkan oleh kubu Tokugawa Ieyasu. Namun, dalam perjalanannya, Tokugawa menggantikan pola pemerintahan Sengoku pada tahun 1603, dan mengubahnya menjadi sebuah era baru yang kita kenal dengan era keshogunan, dan meletakkan dasar-dasar pondasi pemerintahan yang kuat bagi klan yang dipimpinnya.
Nah, ingin tahu bagaimana keseruan pertarungan di Sekigahara ini? Silakan menuju ke layanan streaming kesayangan masing-masing ya!
Baca Juga
-
FIFA Series 2026, Ajang Debut John Herdman yang Terancam Sepi Kehadiran Suporter
-
Meski Berakhir Ricuh, Sudah Sepatutnya Persepakbolaan Indonesia Berterima Kasih kepada Persib
-
Meski Inferior Ketimbang Indonesia, Saint Kitts and Nevis Ternyata Miliki 10 Pemain Diaspora!
-
Gelaran Piala Asia U-17 2026 dan Perjalanan Penuh Keraguan bagi Pasukan Garuda Muda
-
Selain Coreng Wajah Indonesia, Bobotoh Juga Tempatkan Persib dalam Intaian Sanksi Berganda
Artikel Terkait
-
Profil Ryan Gosling, Tampil Ikonik Jadi Ken di Film Barbie
-
Sejarah Idul Adha yang Belum Banyak Orang Tahu
-
4 Fakta Pengabdi Setan 2, Ada Cerita Menyeramkan di Lokasi Syuting yang Lama Tak Dihuni
-
Tara Basro Kaget Syuting Film Pengabdi Setan 2: The Communion di Rusun yang 15 Tahun tak Ditinggali
-
5 Tradisi Populer di Jepang yang Wajib Kamu Coba
Ulasan
-
Perjuangan Haia Meraih Mimpi dan Konflik Poligami dalam Novel Laut Tengah
-
Novel Kuda: Dendam dan Pengkhianatan yang Menembus Zaman
-
Yang Telah Lama Pergi: Persatuan Perompak di Balik Runtuhnya Sriwijaya
-
Ketika Cinta Terbentur Adat: Belajar Ketulusan dari Kisah Layla Majnun
-
Film Pocong Merah: Debut Horor Hendra Lee yang Kuat dan Menyeramkan!