Novel karya A.Fuadi, "Negeri 5 Menara" adalah sebuah novel yang menggugah jiwa apalagi untuk kalangan muda yang sedang menggebu menggapai mimpinya. Novel ini menceritakan tentang kisah persahabatan antara 6 orang dari berbagai pelosok negeri Indonesia nun jauh di sana.
Enam sahabat ini bernama Alif Fikri Chaniago dari Maninjau, Raja Lubis dari Medan, Said Jufri dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung, Baso Salahuddin dari Gowa. Keenam sahabat ini saling bahu-membahu membantu sesama untuk beradaptasi dengan dunia baru yang sedang dihadapi. Mereka masuk ke sebuah pondok pesantren setingkat SMA di Jawa Timur yaitu Pondok Madani (PM). Persahabatan ini mereka sebut dengan Sohibul Menara.
Novel ini menceritakan begitu rinci tentang hari-hari mereka selama di pondok. Selain itu, penulis juga memberikan gambaran tentang bagaimana anak-anak muda ini menghabiskan masa mudanya dengan kegiatan yang penuh manfaat dan mengasah potensi yang mereka miliki dengan sebaik-baiknya.
Di Pondok Madani adalah gambaran sebuah lingkungan yang sangat mendukung berbagai potensi lahir. Teori dan praktik dalam keseharian selalu berdampingan diberikan. Sehingga setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengasah potensinya. Saat terjun ke masyarakat, nilai-nilai yang tertanam di PM begitu terlihat.
"Man Jadda Wajada" ini adalah sebuah mantra yang melecut semangat setiap orang untuk bersungguh-sungguh dalam mengusahakan sesuatu. Artinya adalah barangsiapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan berhasil. Motivasi yang tiada henti dari guru, kakak kelas, dan berbagai pihak di lingkungan PM tentu saja menjadi penguatan yang luar biasa untuk anak-anak muda yang sedang mencari jati dirinya.
Salah satu motivasi yang menjadi pemantik untuk mereka terus belajar adalah nasihat dari Kiai Rais, "Anak-anakku, ilmu bagai nur, sinar. Dan sinar tidak bisa datang dan ada di tempat yang gelap. Karena itu, bersihkan hati dan kepalamu, supaya sinar itu bisa datang, menyentuh dan menerangi kalbu kalian semua.”
Para Sohibul Menara ini pada akhirnya menjadi anak-anak muda yang punya visi besar dalam hidupnya. Punya mimpi, cita-cita yang terus menghidupkan mereka untuk terus berusaha menggapainya. Buku ini benar-benar akan menjadi pemantik untuk siapa saja yang bersungguh-sungguh mengusahakan sesuatu. Kekuatan Man Jadda Wajada akan mengisi kembali semangat di dalam diri setelah membaca buku ini.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Film Kamen Rider Drive: Surprise Future, Naik Mesin Waktu Demi Jumpa Ayah
-
Melihat Kehidupan Remaja Autisme dari Buku 'My Aspie Girl'
-
Belajar dengan Cara Menyenangkan Melalui Buku 'Pengembangan Bahan Ajar Tematik'
-
Petualangan Alan dan Profesor Apta: Menjelajah Bumi, Mengenali Aneka Satwa Unik
-
Merapi Tak Pernah Ingkar Janji: Kumpulan Cerpen Anak Bermuatan Ekologi
Ulasan
-
Tak Semua Cinta Bisa Diselamatkan: Tragedi Nara dan Jindo dalam Eye Shadow
-
Memahami Dunia Anak Spesial: Review Novel Ikan Kecil yang Mengajarkan Empati Tanpa Menggurui
-
Lawan di Sungai, Kawan dalam Kehidupan: Mengintip Sisi Humanis Pacu Jalur
-
Kalau Jelek Gak Boleh Marah? Maaf Sal Priadi, Saya Tidak Setuju
-
Mortal Kombat II: Kembalinya Scorpion dengan Dendam yang Lebih Kuat!
Terkini
-
Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra: Kamera Dipangkas, Teknologi Makin Cerdas
-
Dosa Lingkungan di Balik Label 'Ramah Bumi' yang Estetik
-
Bawa Identitas Neo! Taeyong NCT Perluas Genre Musik di Comeback Album WYLD
-
Gentrifikasi Piring: Saat Makan Murah Menjadi Barang Mewah
-
Mampu Bertahan Adalah Prestasi: Mengapa Kita Harus Berhenti Mengejar Puncak yang Salah