Budaya membaca mestinya terus digalakkan. Dimulai dari keluarga dan orang-orang terdekat. Misalnya, ayah dan ibu mengajarkan pentingnya membaca buku kepada anak-anaknya di rumah. Jangan hanya sekadar memerintah atau menyuruh, tapi orangtua juga harus memberikan contoh secara nyata.
Saya yakin, orangtua yang memiliki kebiasaan membaca buku, maka kebiasaannya itu akan ditiru oleh putra-putrinya. Jangan lupa, orangtua juga harus menyediakan buku-buku di rumah, yang disesuaikan dengan kondisi atau usia anak-anaknya. Sisihkan sebagian uang untuk membeli buku-buku setiap bulannya agar koleksi buku di rumah semakin banyak sehingga anak-anak akan memiliki banyak pilihan buku bacaan.
Tak perlu khawatir tentang harga-harga buku baru yang mahal. Karena kita bisa memulainya dengan membeli buku-buku original terbitan lama yang banyak dijual di toko-toko buku online. Ingat, jangan sampai membeli buku-buku bajakan karena hal tersebut sangat merugikan banyak pihak, khususnya pihak penerbit dan penulis buku.
Selain gemar membaca, gemar membeli buku mestinya diupayakan. Jangan sampai kita hanya gemar meminjam buku pada orang lain alias tak pernah ada niat untuk membeli dan memiliki buku.
Bicara tentang pinjam meminjam buku, ada sebuah kisah menarik dalam buku kumpulan cerpen berjudul “Surat yang Berbicara tentang Masa Lalu” karya Ade Ubaidil. Salah satu cerpen yang menarik disimak berjudul “Nenek Penunggu Kereta”. Kisah bermula ketika tokoh “Aku” merasa sangat kesal gara-gara buku yang dipinjam oleh temannya dalam kondisi yang lusuh.
Tak hanya itu, dia pun harus bela-belain mengambil buku yang dipinjam tersebut ke rumah temannya. Dia bahkan berkata pada dirinya sendiri untuk tak lagi-lagi meminjamkan buku pada siapa pun. Anehnya, temannya tak merasa bersalah telah membuat bukunya menjadi lusuh. Berikut ini petikan sebagian kisahnya:
Mataku saat itu sulit lepas dari ujung sampul depan yang melengkung, halaman yang dicoret-coret pulpen, dan warnanya yang sedemikian pudar. Aku nyaris tidak mengenali lagi buku milikku sendiri. Aku baru membeli buku itu di sebuah pameran buku sebulan lalu. Buku itu baru kubuka dan belum kubaca seluruhnya saat seorang teman mampir ke rumah. Ia tertarik lalu meminjamnya—mana bisa aku menolak, sementara ia melihat sendiri di rak buku dalam kamarku ada begitu banyak buku yang masih tersegel, yang barangkali ia yakini belum semuanya khatam kubaca. Satu bulan kemudian aku mendapati bukuku seperti habis nyemplung di comberan.
Singkat cerita, usai mengambil buku yang dipinjam temannya, dia pun pulang dengan hati dongkol. Di tengah perjalanan dia tak sengaja bertemu dengan sosok nenek penunggu kereta yang pada akhirnya menjadi sebuah ide atau inspirasi untuk menulis tentangnya.
Semoga ulasan buku ini dapat menjadi pengingat bagi kita tentang pentingnya budaya membaca dan membeli buku.
Baca Juga
-
Dari Batagor Bang Agus Hingga Pindang Bandeng: Menelusuri Ragam Kuliner di Jakarta
-
Review Buku Fobia Cewek: Kumpulan Kisah Lucu dari Pesantren hingga Jadi Penulis
-
Cinta Itu Fitrah, Tapi Sudahkah Kamu Menaruhnya di Tempat yang Tepat?
-
Berhenti Takut Merasa Sepi! Ini Rahasia Mengubah Kesendirian Menjadi Penyembuhan Diri
-
Menyorot Tradisi Membaca Buku di Negara Jepang di Buku Aneh Tapi Nyata
Artikel Terkait
-
Kebijakan Publik: Pentingnya Mempelajari Ilmu Tentang Pelayanan Publik
-
3 Rekomendasi Buku yang Membantumu Mengatur Keuangan, Ada Favoritmu?
-
4 Tips Menulis Review Buku, Yuk Terapkan!
-
Ulasan Buku Pendidikan Kaum Tertindas: Melihat Kemanusiaan Melalui Pendidikan
-
Ulasan Buku Teman Terbaik: Pentingnya Menjalani Hidup dengan Kesabaran
Ulasan
-
Dari Carnaby Street ke New York: Realitas yang Menampar dalam The Look
-
Taman Sekartaji Kediri: Tempat untuk Menepi Ketika Dunia Terlalu Riuh
-
Review Jujur Dilan ITB 1997: Apakah Layak Ditonton atau Hanya Mengandalkan Nostalgia?
-
Mengulik Didikan Keras yang Mencetak Mega Bintang, Film Michael
-
Teka-teki untuk Anak Kepo: Pohon Tua, Tengkorak, dan Permainan Aneh
Terkini
-
Perempuan Bergaun Kuning yang Duduk di Atap Rumah Lek Salim
-
Mitos Sekolah Gratis: Menelusuri Labirin Biaya di Balik SPP Nol Rupiah
-
Era Baru Smartphone: 5 HP 2026 dengan Daya Tahan 3 Hari dan Performa Ngebut
-
Sinopsis Lets Begin Again, Drama Thailand Dibintangi Namtarn Pichukkana
-
Kulit Kusam Bikin Kurang Pede? Ini 5 Rahasia Body Scrub Sea Salt untuk Kulit Glowing!