Islam adalah agama yang mengatur pelbagai masalah kehidupan. Segala problematika hidup diatur sedemikian rupa agar tidak terjadi masalah yang mengganggu tatanan kehidupan di kemudian hari.
Di antara masalah penting dalam kehidupan manusia adalah warisan. Warisan sering kali menjadi penyebab renggangnya hubungan silaturahmi antara saudara dengan saudara lainnya. Bahkan, antara anak dan orang tua.
Lalu, bagaimana Islam mengatur masalah waris? Buku Bagi Waris Nggak Harus Tragis membahas pelbagai hal yang berkaitan dengan warisan. Dalam buku ini, pembaca bisa mengetahui banyak hal, termasuk masalah hak-hak yang didapatkan oleh para ahli waris.
Dalam Alquran dijelaskan bahwa masalah waris diatur dengan baik dan mempertimbangkan kemaslahatan bersama. Salah satunya antara hak bagi anak laki-laki dan perempuan.
“Allah mensyariatkan (mewajibkan) kepadamu tentang (pembagian waris untuk) anak-anakmu, (yaitu) bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan. Dan jika anak itu semuanya perempuan yang jumlahnya lebih dari dua, maka bagian mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Jika dia (anak perempuan) itu seorang saja, maka dia memperoleh setengah (harta yang ditinggalkan)….” (QS. An-Nisa’ [4]: 11).
Dari keterangan di atas begitu jelas bahwa hak anak laki-laki lebih banyak yakni sama dengan bagian dua orang anak perempuan. Mengapa demikian? Karena, biaya hidup dan tanggung jawab anak laki-laki lebih banyak dari perempuan. Sementara biaya dan kebutuhan hidup perempuan telah dijamin. Kewajiban menafkahinya dibebankan kepada anak laki-laki, ayah, saudara laki-laki, atau kerabatnya yang lain.
Namun, yang paling penting dan harus diperhatikan adalah utang harus tetap didahulukan dari wasiat. Bahwa warisan itu diberikan kepada ahli waris jika utang (yang meninggal) telah dibayar lunas.
Hikmah di balik mendahulukan utang ini adalah sesungguhnya utang itu tetap menjadi tanggungan pihak yang berutang sebelum dan sesudah dia meninggal. Dan dirinya masih mempunyai orang yang menuntutnya, yaitu pihak yang mengutangi.
Buku ini sangat menarik dan bermanfaat untuk dibaca agar kita mengetahui lebih detail tentang ilmu waris, salah satu ilmu yang harus dipelajari, karena menyangkut kemaslahatan hidup manusia. Jika warisan tidak dibagikan dengan adil, maka tidak tertutup kemungkinan akan terjadi perselisihan dan permusuhan antara para ahli waris.
Baca Juga
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!
-
Memetik Pelajaran Kehidupan dari Buku Harapan Semu untuk Sebuah Masalah
-
Review Serial Ted Lasso Season 2: Kehangatan Komedi yang Menyentuh Jiwa
-
Review Venom: The Last Dance, Penutup Trilogi Antihero yang Sangat Kocak!
-
Hendrix and Rocket: Being Brave, Ketika Keberanian Dimulai dari Rasa Takut
Terkini
-
One of a Kind Romance Tayang 9 November, Ini Daftar Para Pemain Utamanya
-
Setelah Sukses di Musim Pertama, Anime Draw This Then Die Lanjut Musim ke-2
-
Anti-Breakout! 4 Hybrid Sunscreen Mugwort Redakan Kemerahan dan Iritasi
-
Macklemore Bikin Tur 'Free Palestine', Tiket dari 3 Kota Langsung Ludes
-
Kirain Murah, Ternyata Cuma Pemancing: Prank Harga di Etalase Marketplace