Novel ini merupakan buku kedua dari seri Ferals karya Jacob Grey. Jika dalam buku pertama Caw berhadapan dengan Spining Man dan Caw berjuang untuk mengendalikan kekuatannya, pada buku kedua ini Caw berhadapan dengan Bunda Lalat.
Buku ini bercerita tentang Caw yang harus menghadapi Feral Lalat yang bersembunyi selama Musim Panas Kelam dan menghindari peperangan yang terjadi. Selama itu pula ia menyusun rencana untuk balas dendam karena sejak nenek moyangnya, Feral Lalat dianggap hina dan kotor sehingga mereka tidak mendapat tempat di mana pun di Blackstone.
Suatu hari Feral Cacing bernama Bootlace memberikan batu Tengah Malam kepada Caw untuk ia jaga. Batu itu adalah warisan turun temurun dari nenek moyang Feral Gagak dahulu. Awalnya Caw tidak tahu batu apa itu dan apa kegunaanya. Sampai akhirnya Bunda Lalat mulai memunculkan diri dan berusaha merebut batu itu dari tangan Caw.
Saat itu Caw bertemu dengan seorang gadis bernama Selina yang menempati rumah orang tua Caw. Selina berbohong pada Caw dengan mengatakan bahwa ia kabur dari rumah. Seiring berjalannya waktu, saat beberapa Feral ditangkap polisi saat mengadakan rapat di kebun binatang, kebenaran tentang Selina terungkap.
Selina diperintahkan ibunya untuk memata-matai Caw dan Feral lainnya dan Selina sendiri adalah anak Bunda Lalat. Kepercayaan semua orang sirna setelah pengkhianatan yang dilakukan Selina. Meskipun sebenarnya ia tidak tahu bahwa ibunya Feral Lalat, mereka semua tidak lagi percaya padanya.
Dengan segala kemampuan yang ia miliki, Caw bersama Lydia dan Selina berusaha membebaskan Feral Rubah dan suaminya dari Bunda Lalat yang berhasil mendapatkan batu itu. Di atap gedung Bunda lalat mengumpulkan tahanan penjara dan beberapa jenis binatang dan ia bermaksud mengubah mereka menjadi Feral di bawah kekuasaannya.
Di sana Caw berusaha mengalahkan Bunda Lalat dengan bantuan ratusan ribu gagak. Akhirnya Bunda Lalat ditakhlukkan meski Caw harus terluka parah akibat serangan pasukan Bunda Lalat sebelum akhirnya mereka melarikan diri.
Sepanjang cerita aku mengagumi sosok Caw yang begitu gigih. Meski terluka dan nyaris tidak punya jalan keluar, ia selalu memanfaatkan celah sekecil apa pun demi memegang amanah dari leluhurnya untuk menjaga batu itu.
Novel ini penuh akan makna yang bisa kita kutip. Tentang tanggung jawab, kepercayaan, dan hubungan antara anak dan ibu.
Untuk kamu yang suka novel fantasi, buku ini cocok untukmu.
Baca Juga
-
Tuai Hujatan Karena Menang MCI, Pantaskah Belinda Diperlakukan Demikian?
-
Ulasan Novel Mata dan Rahasia Pulau Gapi, Kental dengan Nilai Sejarah dan Pengabdian
-
Ulasan Novel Rooftop Buddies, Pengidap Kanker yang Nyaris Bunuh Diri
-
Berkaca pada Kasus Bunuh Diri di Pekalongan, Dampak Buruk Gadget bagi Anak
-
Ulasan Novel Mata di Tanah Melus, Petualangan Ekstrem di Negeri Timur
Artikel Terkait
-
4 Tema untuk Membuat Cerita Fantasi, Kamu Tertarik yang Mana?
-
Luna Maya Ungkap Soal Seks dan Fantasinya di Depan Nikita Mirzani
-
Menilik Proses Pembuatan Film dalam Buku 'Di Balik Novel Tanpa Huruf R'
-
Ulasan Film 'The Babysitter', Cerita Si Pengasuh dan Sekte Pemuja Iblis
-
4 Tips Membuat Judul Puisi dan Novel, Tak Kalah Penting dari Isi!
Ulasan
-
Dianggap Mitos hingga Diakui Pahlawan Nasional: Siapakah Ratu Kalinyamat?
-
Novel Celebrity Wedding, Pernikahan Kontrak Antara Akuntan Publik dan Musisi
-
1000x Ghea Indrawari, Lagu yang Bikin Saya Berhenti Membandingkan Cinta
-
Ulasan Ketok Mejik: Aksi Konyol Para Mekanik Mempertahankan Rumah Warisan
-
Novel Dari Hari ke Hari: Sejarah Besar Diceritakan dari Mata Seorang Bocah
Terkini
-
5 Merek Sepatu Lokal dengan Visual Keren dan Harga Terjangkau
-
4 Clay Mask Ampuh Bersihkan Pori untuk Cegah Bruntusan pada Kulit Berminyak
-
Underemployment: Saat Keringat Sarjana Cuma Jadi Angka Formal
-
Desa Les Bekali Generasi Muda dengan Bahasa Inggris, Siap Mendunia?
-
Naturalisasi Pemain Sepak Bola: Proses Kemenangan atau Kesalahan Berulang?