Menarik membaca kisah para perempuan Indonesia yang memilih hidup di luar negeri. Tentu ada beragam alasan mengapa mereka memutuskan meninggalkan tanah air tercinta. Salah satunya ialah untuk mengais rezeki.
Sebagaimana kita ketahui bersama, di negeri ini mencari pekerjaan itu bisa dibilang gampang-gampang susah. Belum lagi gaji yang diperoleh kadang masih kurang bisa mencukupu kebutuhan hidup sehari-hari. Terlebih bagi mereka, keluarga yang memiliki banyak anak.
Maka tidaklah mengherankan bila sebagian orang memutuskan untuk pergi ke luar negeri, bekerja di sana, dengan harapan perekonomiannya membaik, meskipun kerja di luar negeri itu berat dan banyak tantangannya.
BACA JUGA: Ulasan Buku "Satu Digit": Kumpulan Pidato Menarik dari Bapak Jusuf Kalla
Buku berjudul “Kepak Sayap” ini berisi 22 kisah perempuan Indonesia menembus batas lima benua. Dalam buku ini diungkap bahwa tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama. Begitu pula dengan 22 perempuan Indonesia ini. Mereka mengepakkan sayap, terbang tinggi, dan memilih untuk hidup dan tinggal jauh dari tanah air tercinta: Indonesia.
Hidup di luar negeri kadang bukanlah pilihan yang bisa ditawar, namun sebuah keharusan. Banyak hal yang menjadi latar belakang kepergian mereka ke luar negeri, selain komitmen untuk selalu bersama suami dan anak-anak, juga karena tuntutan ekonomi. Banyak dari mereka yang harus berpisah dari keluarga, bekerja keras mencari nafkah di luar negeri demi kelangsungan hidup keluarga mereka di tanah air. Profesi mereka beragam: bukan hanya istri dan ibu rumah tangga, namun banyak juga yang single fighter (hlm. 5).
Mella Mariana adalah salah satu perempuan yang dikisahkan dalam buku ini. Ia melanglangbuana dari Indonesia, Brunei, Kuala Lumpur, hingga Melbourne, Asutralia. Ia beserta suami dan anak, terpaksa pindah-pindah negara karena tuntutan keadaan. Ia merasakan, terus-menerus berpindah tempat seperti yang ia lakoni, sama sekali tak indah.
Repotnya mengurus kepindahan dan bepergian dari satu negara ke negara lainnya itu “sesuatu sekali”. Banyak hal memang dibantu oleh kantor, tapi banyak juga yang harus diurus sendiri. Packing, unpacking, clearance barang dari custom, memindahkan anak sekolah, cari rumah, sekolah baru, mobil, dan sebagainya. Semuanya bikin pening kepala.
BACA JUGA: Review '200 Poin Penting dari Syarah Shahih Muslim': Memahami Hukum Islam
Mella Mariana mendarat di Melbourne akhir tahun 2009, dan saat itu masih musim semi yang sangat dingin. Sejujurnya ia sudah lelah berpindah-pindah tempat. Australia adalah penempatan ia dan suaminya yang keempat sepanjang usia pernikahan mereka.
Selain kisah Mella Mariana yang diwarnai suka duka hidup di luar negeri, ada juga kisah perempuan bernama Bintang Dini. Ia bepergian dari Jakarta, Milan, hingga Amsterdam Belanda. Ia adalah sosok pekerja keras dan memiliki sebuah cita-cita mulia: ingin mengenalkan batik, yang merupakan warisan kakek-neneknya, ke luar negeri.
Kisah para perempuan hebat dalam buku terbitan Indie Book Corner (2014) ini layak dibaca sebagai bahan renungan bersama, khususnya bagi mereka yang berniat ingin mencari peruntungan ke luar negeri.
Baca Juga
-
Dari Batagor Bang Agus Hingga Pindang Bandeng: Menelusuri Ragam Kuliner di Jakarta
-
Review Buku Fobia Cewek: Kumpulan Kisah Lucu dari Pesantren hingga Jadi Penulis
-
Cinta Itu Fitrah, Tapi Sudahkah Kamu Menaruhnya di Tempat yang Tepat?
-
Berhenti Takut Merasa Sepi! Ini Rahasia Mengubah Kesendirian Menjadi Penyembuhan Diri
-
Menyorot Tradisi Membaca Buku di Negara Jepang di Buku Aneh Tapi Nyata
Artikel Terkait
-
4 Cara Efektif untuk Menumbuhkan Minat Membaca Buku, Newbie Wajib Coba!
-
Ulasan Drama Korea Heartbeat: Taecyeon Sukses Jadi Vampire Konyol
-
Ulasan Buku "Satu Digit": Kumpulan Pidato Menarik dari Bapak Jusuf Kalla
-
Mengunjungi Balai Perpustakaan Mastrip, Spot Baca Favorit di Kota Santri
-
Review '200 Poin Penting dari Syarah Shahih Muslim': Memahami Hukum Islam
Ulasan
-
Mengurai Mitos, Ritual Sesat, dan Pengusiran Setan di Film The Tao Exorcist
-
Ulasan Dan Hujan Pun Berhenti: Kisah Kelam tentang Luka, Depresi, dan Harapan
-
From Cat Stevens to Yusuf Islam: Saat Ketenaran Tak Lagi Cukup Mengisi Jiwa
-
A Stone Sat Still, Buku Anak yang Mengajarkan Empati Lewat Sebuah Batu
-
Ulasan Doctor Lawyer: Menyingkap Relasi Kuasa di Balik Dunia Medis
Terkini
-
Bantah Rumor Tak Akur, Marc Marquez Sebut Pecco Bagnaia Rekan yang Baik
-
Life Update di Media Sosial: Cara Gen Z Saling Berkabar di Era Digital
-
5 Sneakers Hype Terbaik 2026, Ada yang Lebih Worth dari Adidas Samba
-
Uang Cash Mulai Jarang di Dompet: Siapkah Kita Menjadi Masyarakat Cashless?
-
Kenapa Gen Z Rela Boros buat Kopi Tapi Menyerah Duluan soal Rumah?