Sebagai penulis dan peneliti, hingga saat ini Puthut EA sudah menganggit 32 judul buku, baik karya fiksi maupun nonfiksi. Buku Sastrawan Salah Pergaulan ini merupakan salah satu dari 32 judul buku karyanya.
Di cover belakang, penulis telah membubuhi kalimat perhatian yang perlu diperhatikan agar di kemudian hari tidak menyembul rasa kecewa dan gerutu sampai sekian hari. Puthut EA mengingatkan bahwa dialog-dialog dalam buku ini sebagian besar berbahasa Jawa.
"Peringatan: Kisah-kisah dalam buku ini mengandung bahasa Jawa," tulis Puthut dengan deretan kalimat berwarna kuning sebagai tanda perhatian.
Jika memang selama hidup belum pernah belajar bahasa Jawa atau tidak memiliki teman yang mahir bahasa Jawa, maka sulit memahami kisah-kisah di dalam buku ini, sebab percakapan-percakapan Jawa ala mahasiswa Jogja di buku ini tidak ada translate ke bahasa Indonesia.
Seperti kisah Unggun mahasiswa Fakultas UGM yang disebut-sebut ada pada level di bawah rata-rata, sebab suaranya cempreng, kecerdasannya pas-pasan, dan seleranya dalam banyak hal cenderung memalukan.
Suatu kali Unggun ingin merayu cewek yang biasa berseliweran di jalan samping Fakultas Filsafat. Cewek-cewek di situ hampir pasti cantik-cantik karena jalannya sering dilewati anak Fakultas Psikologi, Sastra, dan Ekonomi.
Sambil menyandar di tembok, Unggun memasang muka yang separuh mirip tukang copet, separuh lagi dukun, kemudian menggoda rombongan cewek yang lewat.
"Dik, nanti malam tidur di mana? Tidur di kosku, Dik. Wis tah, enak, enak. Percaya karo aku."
Tentu banyak perempuan yang jijik mendengar kalimat seperti itu. Ada yang mempercepat langkah mereka, ada yang mbesengut, tak jarang ada yang balik misuh kepada Unggun.
"Mas, rupamu kaya kakus ngono kok, enak piye. Ha ya mambu," seru salah satu perempuan.
Banyak kisah-kisah sederhana berupa dunia mahasiswa yang diangkat pada lembar demi lembar di dalam buku ini. Kisah sederhana yang kemudian menjadi koplak dan seru.
Pada kisah berjudul Senimang Andy Eswe mengusung kisah seorang seniman Andy Eswe yang mendapat titah dari Begawan Ong untuk memposting karya cerpen di facebook. Sebab, mulai dari awal sampai akhir cerita tersebut penuh adegan mesum, akhirnya Andy Eswe konsultasi kepada Puthut EA.
Kisah ini diakhiri dengan jalan keluar mengirim file cerpen Pak Ong Hari Wahyu ke email Lik Ikun sang Kandidat Doktor Sastra.
Baca Juga
-
Keteladanan di Ruang Kelas: Saya Setuju Jika Guru Dilarang Membawa HP Saat Mengajar
-
Di Tengah Tarik-Menarik Dua Pimpinan: Suara Hati Seorang Bawahan
-
Review Jujur Novel Resi Durna: Sang Guru yang Membiarkan Dirinya Dibenci
-
Maya: Menyibak Ilusi, Menyelami Luka Sejarah dan Cinta yang Tak Pernah Usai
-
Membaca Kelakar Madura Buat Gus Dur: Sebuah Buku Tentang Indonesia yang Menggelitik
Artikel Terkait
-
Viral Sosok Mahasiswa Berwajah Mirip Bek Timnas Indonesia Elkan Baggott, Netizen Syok
-
Ulasan Buku 'The Little Prince', Kisah Renungan yang Mengaku Dewasa
-
Diselingkuhi Istri, Suami Dokter Karina Dinda Lestari Posting Lagu Galau Milik Denny Caknan
-
Review Buku Slow Living: Hidup Bukanlah Pelarian, tapi Perjalanan
-
Karina Dinda Lestari, Dokter Lulusan Kampus Terbaik China dengan Prestasi Mentereng Sejak Kecil
Ulasan
-
Review Buku The Power of Sun Tzu: Panduan Taktis Menghadapi Tekanan Hidup Modern
-
Soul Plate: Ketika Member Astro Berubah Jadi Malaikat Restoran, Efektifkah Promosinya?
-
Kisah Tragedi Berdarah di Apartemen Virgil dalam film, They Will Kill You
-
The Legend of Kitchen Soldier: Suguhkan Kisah Heroik Chef ala Tentara Korea
-
Ketika Luka Batin Dibahas dengan Hangat dalam Loving the Wounded Soul
Terkini
-
Dari Chat 5 Menit Menjadi FBI Kasur Lipat: Saat Cinta Menjadi Obsesi
-
Siapakah Lelaki Misterius yang Mendorong Brankar Jenazah Dini Hari Itu?
-
Pertemanan Tanaman Plastik: Tampak Hidup di Story, Mati di Kehidupan Nyata
-
Manga Horor Junji Ito, The Long Hair in the Attic Siap Diangkat Jadi Film Live Action
-
Connect Community: Bergerak dari Kampus, Berdampak bagi Remaja Desa