Era sekarang, mencari sosok pemimpin yang benar-benar adil dan bijaksana sepertinya tidak mudah. Disadari atau tidak, ada begitu banyak calon pemimpin yang saat kampanye gemar menebar janji manis, tapi begitu mereka berhasil menjadi pemimpin, apa yang diucapkannya tidak terbukti.
Dalam buku “Melahirkan Pemimpin Masa Depan” dijelaskan bahwa mencari pemimpin masa depan membutuhkan berbagai kriteria khusus untuk melahirkannya. Mengapa demikian? Sebab kepemimpinan adalah masalah tanggung jawab pribadi terhadap diri sendiri, agama, keluarga, masyarakat, dan negara. Setiap diri adalah pemimpin dan bertanggung jawab terhadap apa yang dipimpinnya.
BACA JUGA: Review Buku The Antagonist Program, Kisah Broadcasting Series dari Aranindy
Bicara tentang kepemimpinan, kita bisa belajar dari karakter pemimpin yang sesuai dengan ajaran agama. Dalam buku ini diungkap, pemimpin muslim memiliki keistimewaan tersendiri yang tidak dimiliki oleh pemimpin-pemimpin lain, yakni:
Pertama, niat yang benar dan tulus. Pemimpin muslim benar-benar membersihkan pekerjaannya dari kepentingan-kepentingan duniawi. Ia menjadikan setiap langkah dan perkataan hanya untuk Allah Swt. Ia berasal dari Allah, untuk Allah, dan bersama Allah.
Kedua, menggabungkan antara pekerjaan duniawi dan tujuan ukhrawi serta terus naik untuk meraih derajat tertinggi yang telah dipersiapkan oleh Allah.
Ketiga, konsisten dengan nilai-nilai Islam yang agung dan prinsip halal-haram.
Keempat, komitmen untuk selalu mengikuti teladan kepemimpinan tertinggi, Nabi Muhammad Saw., para sahabat beliau serta orang-orang yang mengikuti mereka.
BACA JUGA: Review Anime 'Ponyo', Kisah Seekor Ikan Mas yang Ingin Menjadi Manusia
Sejatinya, pemimpin adalah pelayan bagi orang-orang yang dipimpinnya. Dalam buku ini dijelaskan, pemimpin-pemimpin yang besar dapat dipandang sebagai pelayan karena kenyataannya mereka memang begitu. Kepemimpinan memberikan kesempatan bagi seseorang yang memiliki sifat suka membantu orang lain.
Pemimpin yang melayani mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang membantunya untuk menentukan apa yang dapat diperbuat bagi pengikut-pengikutnya. Bagaimana saya bisa membantu Anda? Apa yang Anda butuhkan dari saya? Apa yang harus saya sediakan agar Anda dapat melakukan pekerjaan dengan lebih baik? (hlm. 246).
Buku “Melahirkan Pemimpin Masa Depan” karya Dr. Thariq Muhammad as-Suwaidan dan Ir. Faishal Umar Basyarahil (Gema Insani Press, 2005) ini layak dibaca oleh siapa saja, khususnya bagi mereka yang ingin menjadi sosok pemimpin adil dan bijaksana sesuai ajaran agama.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Tag
Baca Juga
-
Dari Batagor Bang Agus Hingga Pindang Bandeng: Menelusuri Ragam Kuliner di Jakarta
-
Review Buku Fobia Cewek: Kumpulan Kisah Lucu dari Pesantren hingga Jadi Penulis
-
Cinta Itu Fitrah, Tapi Sudahkah Kamu Menaruhnya di Tempat yang Tepat?
-
Berhenti Takut Merasa Sepi! Ini Rahasia Mengubah Kesendirian Menjadi Penyembuhan Diri
-
Menyorot Tradisi Membaca Buku di Negara Jepang di Buku Aneh Tapi Nyata
Artikel Terkait
-
Ulasan Buku 'Madre', tentang Passion, Cinta, dan Adonan Biang Roti
-
Review Buku 'Rich Dads Increase your Financial IQ' Cara Mengelola Uang
-
Wajah Perempuan Bali yang Terhegemoni: Ulasan Buku Karya Ni Nyoman Sukeni
-
Ulasan Buku Misteri Kota Tua, Mencari Hilangnya Kakek Misterius
-
Ulasan Buku 'Anakku Hebat!': Tugas Orang Tua Membantu Mewujudkan Impian Anak
Ulasan
-
Cengkeraman Penjajah dan Cita-cita Seni: Konflik Batin Pangeran dari Timur
-
Review Film Tuner: Thriller yang Menyeimbangkan Drama dan Aksi Kriminal!
-
Review Juvenile Justice: Sebuah Pengungkapan Kasus Brutal pada Remaja
-
Ulasan Uncle Samsik: Potret Korea Selatan di Ambang Krisis Politik 1960
-
Satu Makan Siang dan Kenangan Cinta Pertama di Buku Makan Siang Okta
Terkini
-
Kontrak Berakhir, Shueisha Hentikan Penjualan Manga Marvel Mulai September
-
Menanti Rp18.000 per Dolar AS: Rapuhnya Tameng Dedolarisasi Kita
-
Park Ju Hyun Berpeluang Bintangi Drakor Sigor Amour Bersama Kim Ji Hun
-
Akhirnya! Film Wicked: For Good Resmi Hadir di Netflix Mulai 20 Juli
-
Tim Favorit Justru Paling Tertekan di Piala Dunia 2026, Benarkah?