Anak-anak usia dini dapat diibaratkan seperti kertas kosong. Mereka akan dengan mudah menyerap dan merekam apa saja di sekitarnya, termasuk pelajaran, pengajaran, dan pengalaman.
Penting bagi setiap orang tua untuk membekali anak-anak mereka dengan pendidikan karakter sejak usia dini. Sebab, menanamkan tentang nilai-nilai moral, karakter dan akhlak yang baik, akan lebih mudah dilakukan selagi memori mereka masih bersih.
Salah satu cara memberikan pemahaman tentang pendidikan karakter adalah melalui bacaan. Seperti dalam buku Si Kancil dan Si Kerbau yang merupakan Seri Fabel Inspiratif terbitan Penebar Swadaya Kids.
Di dalam kisahnya, anak-anak usia dini bisa belajar mengenai pengembangan moral, karakter, dan akhlak dengan cara yang menyenangkan.
Diceritakan tentang dua makhluk bersahabat, Kancil dan Kerbau. Kancil adalah binatang yang sangat suka bekerja keras, sementara Kerbau seekor binatang yang pemalas.
Suatu kali, Kerbau menggoda Kancil yang tampak sibuk sampai kelelahan. Kata Kancil, ia harus mencari bahan makanan untuk persediaan, jika nanti sewaktu-waktu makanan sulit untuk dicari.
Mendengar jawaban Kancil, Kerbau mengolok-olok. Kerbau bilang, ia tidak perlu bekerja keras seperti Kancil, karena rumput, makanannya, ada di mana-mana.
Kancil meskipun kesal dengan perkataan Kerbau, tapi memilih diam. Ia tak mau bertengkar dengan sahabatnya sendiri. Sampai suatu hari, musim kemarau panjang pun datang. Kancil tak merasa khawatir karena persediaan makanannya banyak.
Namun, Kerbau yang selama ini suka bermalas-malasan mulai kebingungan. Di mana-mana rumput menguning lalu mati. Ia sulit mendapatkan makanan dan mulai kelaparan. Ia lalu mendatangi Kancil, berharap Kancil mau memberinya makanan.
Hmm, apakah Kancil akan bersedia membagi makanannya? Bukankah dulu Kerbau pernah mengolok-ngoloknya? Namun, membiarkan teman sendiri kelaparan tentunya Kancil juga tak akan tega.
Budi Dermawan penulis buku fabel anak ini, telah begitu luwes memasukkan pesan moral dalam ceritanya. Apalagi disajikan dalam bentuk gambar ilustrasi yang penuh warna, karakter dari tokoh Kancil dan Kerbau lebih mudah dimengerti.
Buku ini juga terdiri dari dua bahasa, Indonesia dan Inggris. Selain belajar pemgembangan pendidikan karakter, anak-anak juga belajar bahasa asing selain bahasa ibu. Tentu saja butuh pendampingan orang tua untuk memahaminya. Semoga ulasan ini bermanfaat.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
WHO: 160 Anak Terbunuh Di Gaza Setiap Hari Akibat Serangan Israel
-
Kunci Sukses dalam Mempersiapkan Anak-anak Sejak Dini untuk Tumbuh Kembang Optimal, Orangtua Wajib Tahu!
-
Pose Sambil Pegang Gelas Berisi Alkohol, Jennifer Coppen Kasih Klarfikasi Seperti Ini
-
Aliansi Relawan Gibran Ancam Geruduk Mahkamah Konstitusi Jika Putusan Nomor 90 Dianulir
-
Nikita Mirzani Ogah Jenguk Lolly saat Liburan ke Eropa: Biarin Dia dengan Hidupnya
Ulasan
-
Bikin Penonton Ikut Sedih, Begini Sisi Tragis Yoon Yi Rang di Perfect Crown
-
Film The Square, Pria Modern yang Sibuk Pencitraan dan Krisis Emosional
-
Review Serial My Royal Nemesis: Suguhkan Intrik Selir dengan Twist Modern
-
Idgitaf dan Hindia Rilis Masih Ada Cahaya, Bawa Pesan untuk Tetap Melangkah
-
Manajemen Hati Agar Tak Mudah Iri: Pelajaran di Buku Hujan Duit Dari Langit
Terkini
-
Samsung Kini Jual HP Refurbished Resmi, Harga Flagship Jadi Makin Worth It!
-
Etika Berkomunikasi bagi Pemandu Acara: Pelajaran dari Panggung LCC Kalbar
-
Menanti Taji BPKP: Saat Prabowo Mulai Bersih-Bersih Rumah Birokrasi
-
Manga GIGANT Karya Hiroya Oku Resmi Diadaptasi jadi Film Anime Layar Lebar
-
Performa Kian Gacor, Dean Zandbergen Disetarakan dengan Cristian Gonzales?