Buku Semua Orang Butuh Curhat ini adalah non-fiksi dengan judul asli Maybe You Should Talk To Someone yang ditulis oleh Lori Gottlieb. Buku ini berisi pengalaman pribadi penulis yang berprofesi sebagai seorang psikoterapis yang berasal dari Los Angeles.
Selain pengalaman sebagai psikoterapis yang kerap memberi konseling pada beberapa pasien, di buku ini penulis juga menceritakan pengalaman ketika dirinyalah yang menjadi seorang pasien.
Hal itu bermula ketika Lori diputuskan sepihak oleh kekasihnya lantaran Lori yang saat itu merupakan seorang single-mom, memiliki seorang putra. Di lain pihak, kekasihnya menganut paham childfree yang enggan memiliki anak.
Hal tersebut membuat Lori frustasi dan nyaris depresi sehingga ia memutuskan untuk melakukan sesi terapi dengan seorang psikoterapis. Terapis ini bernama Wendell, yang merupakan seniornya.
Sesi terapi yang dijalani oleh Lori bisa memberikan gambaran kepada pembaca, bahwa semua orang memang pada dasarnya butuh curhat, sekalipun kamu adalah seorang profesional.
Karena ada kalanya kita tidak bisa merunut akar permasalahan dari dalam diri kita tanpa menceritakannya kepada orang lain.
Ketika membiarkan sebuah luka batin terus berkembang, hal itu hanya akan membuat luka tersebut nantinya semakin parah jika tidak ditangani dengan segera. Jadi, ketika memiliki masalah yang berat, jangan pernah memendam permasalahan tersebut seorang diri.
Sebagaimana dari sesi konseling yang dijalani Lori, satu per satu benang merah yang awalnya terlihat runyam itu mulai bisa ia tata kembali.
Sejumlah pertanyaan yang dilontarkan oleh Wendell membuatnya sadar bahwa selama ini ia berusaha bersembunyi dari ketakutan terbesar yang dimiliki. Alih-alih menghadapinya, ia malah mengabaikan hal tersebut.
Nah selain sesi curhatnya dengan Wendell, di dalam buku ini Lori juga menceritakan pengalamannya ketika menghadapi beberapa pasien.
Di antaranya ada seseorang yang memiliki masalah dengan sikap egois dan self-centered nya yang membuat ia menjadi sosok yang sangat menyebalkan, seseorang pengantin baru tapi divonis bahwa usianya tidak lama lagi, seorang gadis yang selalu terjebak dalam toxic relationship, dan seorang wanita paruh baya yang tidak lagi memiliki semangat hidup.
Bisa kebayang nggak, ketika kamu memiliki permasalahan-permasalahan seperti pasien Lori di atas? Pastinya bakal stres dan desperate banget, ya. Tak jarang, orang-orang dengan masalah pelik seperti itu memilih jalan pintas untuk mengakhiri hidup, dan hal itu tentu sangat disayangkan.
Tapi mereka mengambil sikap yang tepat ketika menghubungi seorang profesional, alih-alih menyerah dengan hidupnya. Dan menjadi seorang pendengar bagi seseorang yang butuh curhat itu juga tidak boleh sembarangan. Sebagaimana yang diperlihatkan oleh Lori dalam sesi konselingnya.
Sebisa mungkin ia membuat pasiennya nyaman, bersifat netral dengan permasalahan, dan tidak menuntut maupun menghakimi.
Secara umum, buku Semua Orang Butuh Curhat ini recommended buat kamu yang mau tahu lebih dalam mengenai sesi konseling, kesehatan mental, maupun pentingnya curhat kepada orang yang tepat. Gimana, tertarik untuk membacanya?
Baca Juga
-
The Let Them Theory: Buku dengan Konsep Sederhana untuk Hidup Lebih Tenang
-
Buku Ya Tuhan, Desain Grafis, Deadline, Doa: Curhat Absurd Pekerja Kreatif
-
Refleksi Idul Adha dalam Pendidikan Anak di Buku Kiat Menjadi Guru Keluarga
-
Dear You: Antara Cinta, Patah hati, dan Kisah yang Tak Pernah Usai
-
Keyakinan yang Mengubah Realitas dalam Buku Spontaneus Healing of Belief
Artikel Terkait
-
Selain Menyenangkan, Memasak Dapat Menenangkan Jiwa, Asal Setelah Itu Nggak Cuci Piring
-
Review 13 Reasons Why, Serial Netflix tentang Kesehatan Mental pada Remaja
-
Pentingnya Support bagi Kesehatan Mental, Psikolog: Islam Mengajari Cara Atasinya
-
Ulasan Buku "The Things You Can See Only When You Slow Down" Karya Biksu Asal Korea
-
Kekuatan Makna Lirik Lagu BTS bagi ARMY, Pesan Penting untuk Mencintai Diri Sendiri
Ulasan
-
Review Resident Evil: Hujan Fan Service yang Memanjakan Gamer Sekaligus Mengorbankan Ending
-
Relatable! Ini Alasan Novel Harga Teman Cocok Dibaca Pejuang Quarter-Life Crisis
-
Urang Bunian: Mengungkap Horor Folklore Hutan Belantara Sumatra Barat!
-
Mengupas Sisi Psikologis Film Iyus Jenius, Pentingnya Memberi Ruang Anak untuk Bersedih
-
Bukan Sekadar Buku Anak, Make Believe Mengkritik Cara Orang Dewasa Membaca
Terkini
-
Sinopsis Vibe, Film India yang Dibintangi Kunal Kemmu dan Preity Zinta
-
Bye Warna Kalem! Tren Cewek Buah Bikin Tampilan jadi Lebih Segar
-
Terjebak Clickbait dan Misinformasi: Ketika Kecepatan Membunuh Ketelitian Membaca
-
Dilema Perempuan Modern: Tuntutan Harus Mandiri dan Beban untuk Selalu Terlihat 'Proper'
-
4 Calming Sunscreen Korea Lawan Kemerahan dan Dehidrasi pada Kulit Sensitif