Menurut pemahaman saya, ayah dan ibu adalah sosok pemimpin dalam sebuah rumah tangga. Sementara anak-anaknya adalah ibarat rakyat yang berada dalam kepemimpinannya.
Berhasil atau tidaknya sebuah kepemimpinan sangat tergantung kepada kedua orang tua dalam mengemban amanah mulia tapi sangat berat itu. Terlalu keras dan kurang mau mendengar suara anak-anak tentunya sangat berdampak buruk bagi tumbuh kembang mereka.
Perihal beratnya tanggung jawab orang tua sebagai pemimpin, Nurul Chomaria, S.Psi dalam buku ‘Ayah yang Kupuja’ menjelaskan bahwa begitu berat tanggung jawab seorang pemimpin, tidak terkecuali seorang ayah di tengah kelaurganya. Namun yang terjadi sekarang, begitu banyak para ayah yang melalaikan tugasnya dalam mendidik anak-anaknya. Pendidikan, perawatan, serta pengasuhan anak hanya dilakukan oleh ibu.
Padahal beberapa penelitian menyebutkan peran ayah sangat dibutuhkan anak untuk mengidentifikasi sikap dan perilaku. Ayah hendaknya menetapkan grand design kebijakan rumah tangga, dan ibu menjabarkannya dalam pola kehidupan sehari-hari. Yang terpenting, ayah hendaklah ikut terlibat dalam upaya pengasuhan dan pendidikan anak-anaknya. Jika tidak demikian, anak akan mengalami deprivasi paternal, yaitu kekurangan kasih sayang ayah sehingga banyak memunculkan anak-anak yang bermasalah (hlm. viii).
Meskipun sebagai orang yang bertugas mencari nafkah di luar rumah, tetapi bukan berarti seorang ayah terbebas dari keterlibatan mengasuh dan mendidik anak-anaknya. Karena tugas mendidik anak idealnya dilakukan secara bersama antara ayah dan ibu. Jangan sampai ayah menyerahkan pendidikan anak sepenuhnya pada ibu.
Dalam buku ini dipaparkan bahwa ayah merupakan sosok pengukir jiwa raga anak. Namun demikian, betapa banyak ayah yang merasa ‘asing’ dengan kehidupan anaknya. Mengapa demikian, karena dalam kehidupan sehari-hari, ayah jarang berinteraksi dengan anak, sehingga ayah tidak mengetahui apa yang dirasakan, dipikirkan, dan dibutuhkan anaknya.
Peran ayah lainnya yang penting dipahami bersama adalah sebagai pelindung keluarga. Sebagai laki-laki yang memimpin keluarganya, otomatis ayah harus bisa melindungi keluarga. Setiap anggota keluarga, baik itu ibu dan anak-anak selalu berharap ayah bisa melindungi mereka dari berbagai marabahaya, baik dari segi fisik maupun psikis (hlm. 45).
Semoga terbitnya buku ‘Ayah yang Kupuja’ karya Nurul Chomaria, S.Psi yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo ini dapat menjadi sarana belajar bagi para orang tua dalam rangka mendidik anak-anaknya di rumah.
Baca Juga
-
Menghardik Gerimis, Menikmati Cerita-Cerita Pendek Sapardi Djoko Damono
-
Warisan Leluhur Negeri Tirai Bambu: 88 Kisah yang Bikin Kamu Lebih Bijak
-
Kenapa Luka Batin Tidak Pernah Hilang? Mengungkap 'Kerak' Trauma yang Membentuk Diri Anda
-
Dikatakan Atau Tidak Dikatakan itu Tetap Cinta: Memahami Rasa Lewat Sajak Tere Liye
-
Inspirasi Kebijaksanaan Hidup dalam Novel Sang Pemanah
Artikel Terkait
-
Buku 'Bingkisan Cantik untuk Ibu Hamil', Upaya Mempersiapkan Kehamilan
-
Buku 'Ide Bisnis Makanan Unik dan Kekinian': Belajar Berbisnis Sejak Muda
-
Napak Tilas Sejarah Arab dan Israel, Ulasan Buku Arab Israel untuk Pemula
-
Ulasan Buku Start with Why, Ketika Cita-Cita Butuh Sebuah Alasan yang Kuat
-
Ulasan Buku The Alchemist, Kisah Filosofis tentang Mengejar Impian
Ulasan
-
Hari Autisme Sedunia: Melihat Dunia dari Mata Sam yang Bikin Kamu Sadar Kalau Beda Itu Indah
-
Menghardik Gerimis, Menikmati Cerita-Cerita Pendek Sapardi Djoko Damono
-
Hidup Terasa Blur: 'Ketika Aku Tak Tahu Apa yang Aku Inginkan' Hadir untuk Jiwa yang Lelah
-
Bank itu Riba? Memahami Prinsip Islam di Buku Ekonomi Moneter Syariah
-
Gak Usah Sok Pintar deh! Refleksi di Buku Orang Goblok Vs Orang Pintar
Terkini
-
Edho Zell Bercanda soal Kematian, Langsung Diperingatkan: Nggak Lucu Ah
-
Panggilan dari Dasar Laut Terdalam
-
iPhone Air Jadi iPhone Tertipis, Apakah Ada Spek yang Dikorbankan?
-
3 Parfum White Tea Terbaik untuk Halalbihalal, Wangi Clean Anti-Nyengat
-
Hati-Hati "Antek" Asing Berinsang: Sisi Gelap Ikan Sapu-Sapu yang Merusak Ekosistem