Ada perbedaan yang sangat mendasar antara orang sukses dan orang gagal. Orang yang sukses biasanya memiliki ketangguhan saat sedang mengalami keterpurukan atau kegagalan. Sementara orang yang gagal adalah orang yang lemah, tidak tangguh, mudah menyerah, dan tak mau bangkit saat mengalami ujian kehidupan.
Gagal atau sukses adalah hak setiap orang. Kalau kita ingin meraih sukses, tentunya kita harus terus memperjuangkan impian kita. Perjuangan menggapai mimpi tentu tidak seperti membalikkan kedua telapak tangan, alias berat. Namun, seberat apa pun perjuangan tersebut, saya yakin akan dapat terlewati bila kita memiliki sikap pantang menyerah.
BACA JUGA: Ulasan Buku 'Muda Tapi Kaya', Membangun Mindset Keuangan yang Sehat
Move on. Inilah hal yang harus kita lakukan dengan segera saat sedang mengalami kegagalan atau ujian kehidupan. Tak perlu kita terus-menerus bersedih hati atau meratapi hal yang sudah berlalu. Yang terpenting saat ini adalah berupaya untuk memperbaiki diri, melanjutkan perjalanan menggapai mimpi.
Masa lalu kita boleh begitu kelam, tapi tidak dengan masa depan. Masa depan kita bisa jadi masih panjang. Maka dari itu kita tidak boleh menyerah begitu saja. Kita di masa depan ditentukan oleh seperti apa sikap kita di hari ini. Maka kalau hari ini kita tidak memperbaiki diri, tentu di masa depan hidup kita tidak akan lebih baik (hlm. 3).
Yang namanya hidup, tentu tidak selalu mudah. Kadang kita akan menghadapi kesulitan, kesedihan, atau hal-hal yang membuat kita tidak bersemangat menjalani aktivitas.
Namun yakin dan percayalah, bahwa kesulitan yang kita rasakan sifatnya hanyalah sementara. Kalau kita berusaha optimistis, berpikir positif, dan berupaya mencari jalan keluar terbaik, pasti kita akan mampu melewati segala kesulitan tersebut, dan kita pun bisa kembali bersemangat menjalankan aktivitas.
BACA JUGA: Mengenang Gus Dur, Sosok Guru Bangsa Sejati Lewat Buku 'Gitu Aja Kok Repot'
Mungkin saja saat ini kita berada di bawah. Terpuruk akan segala masalah yang membuat hati semakin gundah. Tapi roda selalu berputar. Yakinlah kamu tidak akan selalu di bawah. Yakinlah kamu pasti bisa memutar roda kehidupan. Yakinlah kamu pasti bisa meraih apa yang kamu inginkan (hlm. 7).
Buku ‘Move On, Yuk!’, Bangkit dari Keterpurukan, Raih Keberhasilan’ karya Efranjy Agratama yang diterbitkan oleh penerbit Quanta (Jakarta) ini bisa memotivasi para pembaca agar berusaha bangkit dari segala keterpurukan. Ayo, kita move on bareng-bareng.
Baca Juga
-
Dari Batagor Bang Agus Hingga Pindang Bandeng: Menelusuri Ragam Kuliner di Jakarta
-
Review Buku Fobia Cewek: Kumpulan Kisah Lucu dari Pesantren hingga Jadi Penulis
-
Cinta Itu Fitrah, Tapi Sudahkah Kamu Menaruhnya di Tempat yang Tepat?
-
Berhenti Takut Merasa Sepi! Ini Rahasia Mengubah Kesendirian Menjadi Penyembuhan Diri
-
Menyorot Tradisi Membaca Buku di Negara Jepang di Buku Aneh Tapi Nyata
Artikel Terkait
-
Review Lagu Key SHINee This Life, Hidup Memang Sulit Tapi Inilah Kehidupan
-
Ulasan Buku 'Muda Tapi Kaya', Membangun Mindset Keuangan yang Sehat
-
Mengenang Gus Dur, Sosok Guru Bangsa Sejati Lewat Buku 'Gitu Aja Kok Repot'
-
Kisah Miris Kehidupan Keluarga dalam Buku 'Pernikahan Bisu'
-
Ulasan Cinta Bikin Mules, Mulesnya dari Bandung Sampai Merapi
Ulasan
-
Dibalik Sangar dan Brutalnya Aksi Agent Kim Reactivated, Ada Kisah Ayah dan Anak yang Menguras Emosi
-
Review Drama My Mister: Mahakarya Slice-of-Life tentang Beban Hidup dan Empati Kemanusiaan
-
Ternyata Fanatisme Film Samakdo Lebih Horor dari Teror Setan, Ngeri Banget!
-
Keajaiban Membaca dalam When You Love a Book Karya Kaz Windness
-
Review Drama Kingdom, Melawan Teror Zombi di Tengah Intrik Politik Joseon
Terkini
-
Jinakkan El Nino Pakai Garam Laut: Ide Brilian atau Malapetaka Baru?
-
Fenomena Kerja "Serabutan" di Era Modern: Cari Fleksibilitas atau Terpaksa?
-
Bukan Sekadar Visual, Ini Alasan Drama Korea Jadi Terapi 'Healing' Paling Favorit
-
Di Balik Ilusi Media Sosial dan Ekspektasi: Belajar Hadir dan Menerima Jalur Hidup yang Tak Linear
-
Ketika Perjuangan Terasa Disederhanakan dalam Kalimat "Enak, ya, Jadi Kamu"