Upacara kematian sering kali menjadi momen yang membawa suasana muram di hati setiap orang. Menyaksikan orang yang kita kenal, terlebih sosok yang punya ikatan emosional yang kuat dengan diri kita terbaring kaku di dalam peti adalah sebuah pemandangan yang menyesakkan.
Tapi tidak bagi Jacob Jacobsen dalam novel berjudul 'The Puppeteer' karya Jostein Gaarder ini. Di sepanjang hidupnya, Jacob punya kebiasaan untuk menghadiri upacara pemakaman banyak orang. Termasuk orang yang tidak ia kenali sekalipun.
Kebiasaan dari Jacob ini terbilang unik. Maksud saya, siapa sih makhluk random yang bersedia hadir di pemakaman orang yang tidak dikenalnya? Bukankah momen demikian hanya menghadirkan suasana muram?
Ditambah lagi, Jacob bukanlah orang gabut atau kurang kerjaan yang hanya iseng melakukan hal demikian. Namun setelah membaca cerita-cerita Jabob di novel yang menggunakan sudut pandang orang pertama ini, terungkaplah alasan mengapa ia selalu menghadiri acara pemakaman.
Di usianya yang sudah menginjak paruh baya, Jakop adalah seseorang penyendiri, tidak punya keluarga, dan pernikahannya kandas di tengah jalan.
Di tengah rasa kesepian yang menderanya, mengunjungi pemakaman membuat Jacob bisa menyaksikan kehangatan keluarga yang mengiringi peristirahatan terakhir dari mendiang yang dimakamkan. Kepada temannya Agnes, ia pun menulis surat-suratnya tentang kunjungan tersebut.
Untuk melancarkan aksinya, tak jarang Jakop harus membuat sebuah skenario seakan-akan ia mengenal sang mendiang. Bisa dibilang, Jacop ini adalah seorang pencerita ulung dan pembual yang hebat.
Hal ini juga terlihat dari bagaimana ia bercerita tentang Pelle. Seseorang yang sekilas terlihat amat dekat dengan Jacob sekaligus yang menjadi salah satu alasan keretakan rumah tangganya dengan istrinya.
Awalnya saya mengira bahwa Pelle ini memang sosok orang ketiga yang menyebalkan. Tapi plot twist-nya, Pelle ternyata hanyalah sebuah boneka yang dianggap sebagai teman imajiner dari Jacop.
Kehadiran "tokoh" Pelle juga semakin memberi gambaran tentang betapa hampa dan sepinya kehidupan Jacop. Maka dari itu, menghadiri pemakaman dengan suasana kekeluargaan yang mengharukan adalah salah satu cara yang bisa ia lakukan untuk turut merasakan kasih sayang, ikatan yang kuat, dan hubungan mendalam antara sesama manusia.
Secara umum, novel ini mengangkat sebuah premis yang unik tentang nilai-nilai kekeluargaan. Sebuah kisah yang hangat tentang pencarian makna seorang manusia yang membawanya pada pengalaman-pengalaman menarik dalam sebuah pemakaman.
Novel ini juga sarat akan pesan-pesan tentang betapa berpengaruhnya dampak dari perundungan dan kurangnya kasih sayang orang tua semasa kecil saat seseorang tumbuh dewasa.
Bagi kamu yang ingin menyelami makna dari keluarkan atau mungkin penggemar novel-novel Jostein Gaarder, The Puppeteer ini jangan sampai kamu lewatkan!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Buku Ya Tuhan, Desain Grafis, Deadline, Doa: Curhat Absurd Pekerja Kreatif
-
Refleksi Idul Adha dalam Pendidikan Anak di Buku Kiat Menjadi Guru Keluarga
-
Dear You: Antara Cinta, Patah hati, dan Kisah yang Tak Pernah Usai
-
Keyakinan yang Mengubah Realitas dalam Buku Spontaneus Healing of Belief
-
Productivity Hack: 80 Inspirasi untuk Mendongkrak Produktivitas Pribadi
Artikel Terkait
-
Hari Keluarga Nasional 2024, Bangun Hubungan Berkualitas dengan Anak Tanpa Terpaku pada Gawai
-
Saudara Davina Karamoy Bukan Angel Karamoy, Pemeran Rani Ipar Adalah Maut Kembar Lima dan Kerabat Vincent Rompies
-
Kisah Cinta Tak Terduga di Musim Panas dalam Novel Love Unwritten
-
Ulasan Novel Lotus in The Mud, Kerumitan Cinta di Tengah Kesulitan Hidup
-
Menerobos Bayangan Masa Lalu dari Buku Beloved Karya Toni Morrison
Ulasan
-
Agent Kim Reactivated: Saat Pertengkaran Remaja Sukses Guncang Dua Negara
-
Review Film Inglourious Basterds: Dilema Moral dan Balas Dendam Nazi
-
Ulasan Reborn Rich: Fantasi Kesempatan Kedua dan Harga Sebuah Balas Dendam
-
Review The Eyes: Drama Thriller Mencekam tentang Misteri Kematian si Kembar
-
Review Anna: Drama yang Membuktikan bahwa Kebohongan Tak Membawa Ketenangan
Terkini
-
Sekali Duduk Tamat! 7 Rekomendasi Drakor yang Bikin Susah Berhenti Nonton
-
Krisis Kompetensi BGN: Pertaruhan Gizi Anak di Bawah Bayang-bayang Politik
-
Bye Kusam! 4 Micellar Water Licorice untuk Kulit Bersih, Sehat, dan Cerah
-
Review Cek Khodam: Komedi Horor yang Telat Menunggangi Momentum Tren Viral
-
Dubliners: Kisah 15 Cerpen yang Mengungkap Sisi Gelap Kehidupan Dublin