Buku berjudul Yes You Can: The Art of Living Exciting Life ini adalah salah satu karya dari Ollie yang merupakan seorang penulis sekaligus designer dan entrepreneur.
Sebagaimana judulnya, buku ini menceritakan tentang bagaimana pengalaman Ollie yang selalu passionate dalam menjalani hidup.
Rahasia mengapa Ollie bisa menghasilkan banyak karya dan menjadi bagian dari beberapa komunitas terletak pada prinsip "plan, schedule, execute". Tiga hal ini adalah pilar yang membangun sebuah cita-cita menurutnya.
Sebenarnya apa yang disampaikan oleh Ollie adalah rangkaian kalimat motivasi yng mungkin sudah umum dijumpai oleh pembaca.
Buku ini juga kebanyakan berisi pengalaman hidupnya sendiri yang terkesan sangat subjektif. Bagi sebagian orang mungkin tidak relate, termasuk saya.
Tapi yang saya tangkap, apa yang ditekankan oleh penulis sebenarnya tidak sekedar konsep yang harus kita lakukan untuk sukses.
Namun lebih cenderung memberi contoh tentang bagaimana gambaran seseorang yang "menjemput" sebuah kesuksesan. Sebagaimana kisah Ollie dan beberapa narasumber yang pernah diajaknya berdiskusi.
Ini bisa menjadi pengingat untuk pembaca, bahwa ketika kita ingin meraih kesuksesan, kita harus selalu bergerak. Senantiasa mengambil inisiatif untuk merealisasikan satu persatu rencana yang telah dirancang.
Secara umum, buku ini lumayan inspiratif. Ada banyak kisah orang-orang yang telah sukses di di bidangnya masing-masing. Sebagai penulis, Ollie juga cukup banyak menggambarkan perjuangannya sendiri dalam merintis usaha, membangun jejaring, hingga semangat yang tak lekas padam dalam meniti karier.
Hanya saja, saya sedikit terganggu dengan adanya beberapa typo atau kesalahan penulisan. Padahal ekspektasi saya cukup tinggi terhadap penulis yang telah menerbitkan lebih dari 20 judul buku ini.
Selain itu, berbagai tema yang dituangkan dalam buku ini tidak tersusun secara runut. Mungkin akan lebih baik jika ke depannya, tema-tema yang disajikan bisa dirapikan.
Apalagi ada cukup banyak sub bab yang dibahas dalam buku ini. Mengelompokkannya sesuai tema yang serupa tentu akan lebih memudahkan pembaca untuk menangkap poin yang sebenarnya dijelaskan oleh penulis.
Buku ini memang hanyalah sekedar buku motivasi yang tidak mengandung banyak teori. Layaknya kumpulan tulisan blog berisi pengalaman pribadi yang dituangkan dalam satu judul buku.
Terlepas dari adanya beberapa kekurangan, buku ini lumayan bisa menginspirasi pembaca. Bagi yang masih sering mager dan bermalas-malasan, semoga dengan membaca buku ini bisa menjadi motivasi untuk segera merealisasikan cita-cita!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
The Let Them Theory: Buku dengan Konsep Sederhana untuk Hidup Lebih Tenang
-
Buku Ya Tuhan, Desain Grafis, Deadline, Doa: Curhat Absurd Pekerja Kreatif
-
Refleksi Idul Adha dalam Pendidikan Anak di Buku Kiat Menjadi Guru Keluarga
-
Dear You: Antara Cinta, Patah hati, dan Kisah yang Tak Pernah Usai
-
Keyakinan yang Mengubah Realitas dalam Buku Spontaneus Healing of Belief
Artikel Terkait
-
Menggugah Hati dalam Buku "Seni Merayu Tuhan" Karya Habib Husein Ja'far Al Hadar
-
Ide Buntu? Temukan Solusi Praktis dalam Buku Generasi Menulis Karya Rifa'i Rif'an
-
Patahkan Mitos dengan Buku Memahami 4 Kepribadian Introvert secara Mendalam
-
Berlatih Hadapi Masalah dari Sudut Pandang Baru Lewat Buku-buku Ini
-
Upaya Membangun Kepercayaan Diri yang Kuat untuk Meraih Kesuksesan
Ulasan
-
The House with Nobody in It: Rumah Kosong yang Ternyata Tidak Sepi
-
Ulasan The Detective Is Already Dead Vol 1-4: Dialog Menggigit, Eksekusi Plot Bikin Menjerit
-
Drama Korea Would You Marry Me?: Pernikahan Palsu demi Rumah Mewah
-
Belajar Tidak Menilai Orang dari Luarnya lewat Novel Senior
-
Dianggap Cacat, Jaksa di Bad Prosecutor Justru Melawan Penegak Hukum Korup
Terkini
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Kulit Remaja Bebas Jerawat Tanpa Kuras Dompet! 4 Acne Serum Rp30 Ribuan
-
Buat Kaget! Hoshi SEVENTEEN Alami Cedera Lutut saat Ikuti Wajib Militer
-
Modernisasi Keselamatan Kelautan: Dari Analisis Pascatragedi Menuju Pencegahan Dini Berbasis AI
-
Ulasan Toy Story 5: Ketika Gadget Perlahan Mengambil Alih Masa Kecil Anak