Salah satu ujian yang berat untuk diterima oleh seseorang adalah mengikhlaskan kepergian sosok yang dicintai. Entah dia memang harus pergi, atau memang sengaja memilih untuk pergi. Pastinya, berdamai dengan perpisahan adalah sesuatu yang sulit.
Oleh karena itu, melalui buku berjudul 'Ikhlas Paling Serius' ini, Fajar Sulaiman membagikan hasil refleksinya dalam memandang sebuah perpisahan hingga ia bisa menerima perpisahan tersebut dengan ikhlas.
Tidak hanya ungkapan hati dalam bentuk sajak dan puisi, tapi melalui buku ini penulis juga mampu menginspirasi pembaca dengan kutipan atau quotes mengenai cara menerima kepergian seseorang dengan kelapangan hati.
Dimulai dari tahap melupakan. Di bab ini, penulis mengelompokkan kumpulan puisi tentang kesedihan, kekecewaan, dan patah hati.
Meskipun mengangkat hal-hal yang suram, namun penulis membawa sebuah narasi yang menyemangati, bahwa kita selalu bisa melihat hal-hal yang baik di balik kejadian menyakitkan. Termasuk saat ditinggalkan oleh orang yang dicintai.
"Dia pergi karena kamu meminta yang terbaik, dan nyatanya yang terbaik bukan dia". (Halaman 10)
Setelah kita mampu melupakan sesuatu yang menyakitkan, maka tahapan sepanjutnya adalah mengikhlaskan.
Inilah tahapan yang paling berat dalam proses move on dari patah hati. Sebab, untuk mengikhlaskan kepergian seseorang, ternyata kita tidak mampu mengandalkan diri sendiri.
Di bab ini, penulis menekankan tentang betapa manusia amat membutuhkan kedekatan dengan Tuhan agar menyadari bahwa ia tidak memikul beban berat itu sendirian.
Segala takdir terjadi atas kehendak-Nya. Termasuk kejadian saat kita ditinggalkan oleh orang terkasih. Ada kalanya kita dijauhkan oleh seseorang agar bisa kembali dekat dengan Tuhan.
"Tuhan tidak menciptakan cinta,
Untuk membuatmu pergi dari-Nya". (Halaman 109)
Kemudian yang terakhir tibalah dalam lembaran-lembaran bab ketika seseorang akan dipertemukan dengan orang yang tepat.
Melalui rangkaian puisi dan quotes menyentuh dalam buku ini, saya menyimpulkan bahwa penulis sepertinya hendak menyampaikan pesan bahwa terkadang kita mungkin akan bertemu dengan orang yang salah agar bisa belajar dari kesalahan tersebut.
Pada akhirnya, perjalanan dalam memperbaiki diri akan mempertemukan kita dengan pasangan yang tepat.
Kita hanya perlu bersabar saat ditimpa ujian, bersyukur saat mendapatkan kebahagiaan, dan mengikhlaskan semua takdir yang diberikan oleh Tuhan.
"Sabar adalah ilmu tingkat tinggi
Bentuk syukur paling dalam
Dan bentuk ikhlas paling serius". (Halaman 149)
Bagi pembaca yang saat ini sedang patah hati dan butuh pemantik yang bisa membantu untuk segera move on, buku ini bisa menjadi bacaan yang sangat menginspirasi!
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Atasi Kecanduan Gadget Anak Lewat Baca Nyaring dalam The Book of Read Aloud
-
Sharing Literasi Keuangan dari Ayah Milenial di Buku Kamu Tidak Sendirian
-
Buku Perjalanan Menerima Diri, Wujudkan Self Love dengan Latihan Journaling
-
Buku Obat Sedih Dosis Tinggi, Refleksi agar Semangat Menjalani Hidup
-
Buku Home Learning, Belajar Seru Meski dari dalam Rumah
Artikel Terkait
-
Kemanusiaan dan Hierarki dalam Buku Psikologi Humanistik Karya Matt Jarvis
-
Ulasan Buku Pentingnya Sebuah Checklist, Panduan untuk Mengambil Keputusan
-
Simpan Sobekan Buku Harian Anaknya, Ayah Dokter Korban Pemerkosaan di India Ungkap Kekecewaan
-
3 Buku Self Healing Ini Cocok Dibaca untuk Kaum yang Punya Luka Batin Sejak Lama
-
Ulasan BukuThe Fearless Organization, Pentingnya Keamanan Psikologis
Ulasan
-
Peran Terbaik Laura Basuki! Menguak Sisi Gelap Sumba di Balik Film Yohanna
-
Buku Tamasya Ke Taman Diri; Menemukan Tuhan Lewat Kata-Kata Para Sufi
-
Luka dari Meurawoe: Membaca Aceh Pasca-DOM dalam Bayang Suram Pelangi
-
Mencintai yang Berbeda: Mengapa Novel 'Kisah Seekor Camar dan Kucing' Wajib Anda Baca
-
Review Bloodhounds Season 2: Bromance Brutal Is Back, Udah Siap Liat Rain Jadi Villain?
Terkini
-
Bagi Sebagian Warga Rembang Asli, Gaji UMR adalah Sebuah Impian dan Pencapaian Prestasi
-
UMK Jember Tembus 3 Juta, Sudahkah Memenuhi Realitas Hidup Buruh?
-
Travel Look Goals! 4 OOTD ala Hwang Min Hyun yang Simpel dan Stylish
-
Final ASEAN Futsal: Suoto Jamin Timnas Indonesia Tak Minder Hadapi Thailand
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan