Kamu suka membaca komik? Sudah pernah membaca komik-komik dalam aplikasi Webtoon? Maka, kamu pasti sudah nggak asing dengan salah satu komik karya anak bangsa yang berjudul Wee!!! ini.
Komik Wee!!! merupakan komik ciptaan Amoeba Uwu yang rilis sejak tahun 2021 silam. Komik ini rutin update pada hari Selasa dan Sabtu, kecuali ketika author memutuskan untuk hiatus karena ada urusan pribadi, seperti yang biasanya beliau lakukan. Oh iya, saat ini komik ini masih berstatus on-going dan berada pada chapter 200-an.
Dari segi art, komik ini memiliki gaya penggambaran yang bagus, dengan pewarnaan yang sesuai dengan vibes masing-masing karakter. Sedangkan dari segi cerita, ini luar biasa menarik.
Wee!!! menyajikan kisah sekolah berlatar sebuah SMA, dengan lima karakter utama yakni: Amu, Upi, Toro, Sho, dan Kiki, dengan beberapa karakter pendukung.
Sekilas, komik ini tampak sebagai komik bergenre komedi sehari-hari, yang berisi keluh kesah murid SMA, PR yang seabrek, dan tentu saja kerandoman mereka bersama para guru, maupun ibuk kantin. Namun, komik ini ternyata mengandung unsur dark yang diselipkan ke dalam masing-masing karakter tadi.
Karakter Amu digambarkan sebagai anak ceria, yang hobi menggambar dan lemah di matematika. Namun, Amu ternyata merupakan korban pelecehan, sekaligus anak broken home karena kedua orangtuanya bercerai. Disamping itu, Amu harus menghadapi ibunya yang meminta dia menjadi dokter, padahal Amu ingin menjadi penulis komik.
Karakter Upi digambarkan sebagai anak yang narsis, lemah di akademis, tetapi unggul di pencak silat. Upi ternyata memiliki background keluarga tidak harmonis. Kedua orangtuanya kerap bertengkar perihal ekonomi. Bahkan, Upi digambarkan sempat mencoba bunuh diri dengan menyayat nadinya.
Kemudian Kiki, dia mahir dalam bidang musik, tapi lemah dalam bidang akademis. Selain itu, dia memiliki pengalaman menyaksikan ibunya sendiri meninggal dalam sebuah kecelakaan tragis. Kiki juga memiliki sifat obsesif terhadap Amu, bahkan kerap menjadi stalker Amu.
Sementara itu Toro digambarkan berasal dari keluarga konglomerat yang sepertinya berbau ‘underground’. Toro mahir dalam bidang akademis maupun non akademis seperti memasak. Dari kelima karakter tadi, Toro merupakan satu-satunya karakter yang ‘waras’. Namun, Toro juga memiliki beban mental karena background keluarga sekaligus amnesia ibunya.
Yang terakhir yaitu, Sho. Dia digambarkan hebat dalam akademis maupun non akademis. Jago berkelahi dan nggak segan menghajar preman yang semena-mena. Sho juga mendapat tugas ekstra menjadi guru les Upi dan Amu. Tetapi, Sho justru memiliki background paling mengenaskan.
Sedari kecil, Sho disiksa oleh ibunya sendiri yang tampaknya seorang pecandu narkotika. Sho tumbuh besar dalam siksaan fisik dan mental, bahkan hidup dalam trauma mendalam yang ‘hilang’ saat bertemu kawan-kawannya.
Secara keseluruhan, Amoeba Uwu berhasil membungkus unsur dark ke dalam komedi, yang mana ini membuat pembaca tidak terlalu down. Sekaligus, lewat komik ini, kita tahu bahwa tidak semua orang ‘baik-baik’ saja. Sekian.
Baca Juga
-
Kuroko no Basket: Persahabatan, Persaingan Sehat, Pengakuan, & Bola Basket
-
Perempuan Bermata Kelam yang Menjanjikan Kemakmuran
-
Wolf Girl and Black Prince: Saat Si Tsundere Kyouya Sata Menjinakkan Si Pembohong Erika
-
Keserakahan & Egoisme Berkemas Genre Fantasi Vampir dalam Diabolik Lovers
-
Seni Hidup Sederhana dalam Nasi Panas dan Ikan Asin
Artikel Terkait
-
Ulasan Film Greta, Ketika Niat Baik Tak Selalu Berakhir Baik
-
Ulasan Buku Menikmati Hidup: Upaya Merenungi Kehidupan yang Penuh Warna
-
Ulasan Film The Spy Gone North, Kisah Spionase Korea Terbaik Sepanjang Masa
-
Ulasan Film Knives Out, Perebutan Warisan yang Penuh Intrik dan Plot Twist
-
Ulasan Novel 'The Secret Commonwealth', Kisah Mata-Mata yang Berbahaya
Ulasan
Terkini
-
Ilusi Sekolah Gratis: Kisah Siswa yang Rela Sekolah di Tengah Keterbatasan
-
Berjuang untuk Pendidikan Anak, Meski Tanpa Sekolah Gratis
-
Kuota, Sinyal, dan Ketimpangan yang Tak Pernah Masuk Kebijakan
-
Hak atas Pendidikan dan Biaya Tersembunyi yang Melanggarnya
-
Kerja Keras, tapi Kurang Diakui: Nasib Perempuan di Dunia Profesional