Penaka, novel karya Altami N. D. yang di publish pada tahun 2022. Novel ini mengisahkan pasutri muda dalam menjalani kehidupan rumah tangga mereka. Kisah yang relate dengan pasutri muda saat ini, membuat penonton ikut tenggelam dalam cerita.
Sofia dan Laksana telah menikah selama dua tahun, dan mereka dikaruniai seorang anak perempuan yang diberi nama Raisa. Pada awalnya kehidupan pernikahan mereka berjalan biasa-biasa saja. Namun saat memasuki tahun kedua pernikahan, pernikahan mereka mulai diuji.
Sofia mulai merasa jika kehidupan rumah tangga yang ia jalani sekarang bukanlah apa yang diimpikannya. Dia merasa jika dia tidak berkembang sejak menikah dan percaya jika dia baru bisa berkembang setelah cerai dari suaminya, Laksana.
Bukan tanpa alasan Sofia ingin bercerai dari suaminya, ia ingin bercerai karena akhir-akhir ini suaminya sangat kecanduan bermain game online sampai pernah membahayakan nyawa anak mereka.
Namun, sehari setelah memutuskan siap menjadi single parent, Sofia terbangun dan menyadari dirinya berubah menjadi... botol minum! Tidak hanya menjadi botol minum, ia juga tiba-tiba berubah menjadi kucing, anjing, atau orang asing.
Kisah Sofia dan Laksana sangat relate dengan kisah pengantin baru masa kini. Altami dengan mahir menggambarkan kehidupan pasutri muda masa kini dengan memberikan gambaran masalah-masalah yang sering dihadapi oleh pasutri.
Salah satu hal menarik dari novel ini dimana penggambaran tokoh utama yang tiba-tiba berubah-ubah menjadi botol, kucing, orang asing, dan sebagainya.
Baik Sofia dan Laksana sama-sama memiliki isu dalam berkomunikasi dengan satu sama lain, meskipun mereka sudah berkomitmen sebaik mungkin dalam hubungan pernikahan mereka.
Namun, masalah utama dari hubungan mereka bukanlah sekadar karena Laksana yang sibuk dengan dunianya sendiri, namun dari ketidaktahuan mereka untuk saling terbuka dan membicarakan hal-hal yang penting untuk dibacarakan.
“… kadang-kadang di satu titik dalam hidup, semua hal terjadi di luar kendali. Mungkin saat itu tidak ada impian yang tercapai, rencana-rencana hidup berantakan, atau bahkan kita terdampar di tempat yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya."
Buku ini memberikan banyak pelajaran didalamnya, mulai dari cara berkomunikasi yang baik dengan pasangan, dan komitmen dalam berhubungan.
Dari buku ini kita belajar jika segala sesuatu tidak bisa hanya dilihat dari satu sisi, tetapi juga harus dilihat dari sisi lain. Karena terkadang apa yang kita lihat sempurna belum tentu sesempurna, terkadang kita terlalu fokus mengejar sesuatu sampai lupa kalau misalnya apa yang kita kejar itu belum tentu itu yang kita butuhkan.
Secara keseluruhan, Penaka adalah sebuah novel yang mendalam dan penuh makna. Altami N.D. menyuguhkan cerita yang bukan hanya menggugah perasaan, tetapi juga menggugah pemikiran pembaca tentang perjalanan hidup dan penerimaan diri.
Identitas Buku
Judul: Penaka
Penulis: Altami N. D.
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tanggal Terbit: 28 September 2022
Tebal: 216 Halaman
Baca Juga
-
Ulasan Novel A untuk Amanda, Beban Berat di Balik Nilai Sempurna
-
Ulasan Novel Habis Gelap Terbitlah Terang, Kumpulan Surat untuk Para Sahabat
-
Ulasan Novel Pintu Terlarang, Labirin Kegilaan dalam Simbolisme Karya Seni
-
Ulasan Novel Anak Asli Asal Mappi, Dedikasi Anak Negeri Tanah Papua
-
Novel Catatan Harian Menantu Sinting, Drama Komedi Menantu Batak dan Mertua
Artikel Terkait
Ulasan
-
Novel Ikhlas Penuh Luka: Kisah Dua Hati yang Sama-Sama Saling Menyembuhkan
-
Dunia Sindhunata dalam Mata Air Bulan: Sebuah Perjumpaan Iman dan Budaya
-
Mr. & Mrs. Egois: Saling Mencintai, Tapi Kenapa Harus Saling Menyakiti?
-
Menyorot Tradisi Membaca Buku di Negara Jepang di Buku Aneh Tapi Nyata
-
Violets: Melawan Masa Kecil Kurang Bahagia dari Anak yang Tidak Diinginkan
Terkini
-
Kuota Hangus: Kita Beli, tapi Nggak Pernah Punya
-
Impian Banyak Pria, Harley-Davidson Pamerkan CVO Road Glide RR Paling Mahal
-
Rajanya HP Murah? HP Oppo Rp1,6 Juta Bawa Baterai 6.500 mAh dan Layar 120Hz
-
Bye Keriput! 5 Body Wash Kolagen untuk Kulit Lebih Kencang
-
Drama Melo Movie: Refleksi Luka, Kehilangan, dan Keberanian Mencintai Lagi