Novel "The Privileged Ones" karya Mutiarini adalah sebuah novel yang mengangkat tema kehidupan remaja dan dinamika dunia sosial di kalangan kelas atas.
Novel ini menyoroti kompleksitas kehidupan mahasiswa di universitas dan mengupas lapisan-lapisan permasalahan yang seringkali tersembunyi di balik status sosial tinggi.
Rara adalah mahasiswi miskin penerima beasiswa dari desa kecil di pelosok Banyuwangi. Kedua teman sekelompoknya pun bisa dibilang mahasiswi rata-rata.
Tidak mungkin kelompok mereka mampu bersaing dengan kelompok Diva yang semua anggotanya terlahir dari keluarga kelas sosialita Jakarta.
Jika diibaratkan perlombaan lari, Rara dan Diva memulai dari garis start yang sama sekali berbeda. Bagaimana mungkin mengalahkan orang-orang yang sejak lahir sudah memiliki segalanya?
Rara tidak menyukai Diva, teman sekelasnya. Ia iri karena Diva cantik, kaya, dan punya segalanya yang berbanding terbalik dengan dirinya.
Dalam sebuah kompetisi penciptaan kanal YouTube, Rara bertekad untuk mengalahkan Diva dengan cara-caranya yang terbatas.
Dengan dibantu Giri, seorang psikolog muda, kelompok Rara membuat kanal bertajuk Soul Diary. Mereka bertujuan meningkatkan kesadaran tentang kesehatan mental.
Sementara, kelompok Diva membuat kanal Second Chance Fashion yang mengusung tema upcycled fashion demi menjaga kelestarian lingkungan.
Tak disangka, kompetisi sengit itu justru membuka mata Rara akan berbagai kenyataan hidup yang tidak ia pahami sebelumnya. Termasuk, tentang arti privilese yang sebenarnya.
Mutiarini berhasil menciptakan karakter-karakter yang realistis dan memiliki kedalaman emosi. Setiap karakter memiliki kepribadian yang berbeda-beda serta konflik pribadi yang relevan dengan tema utama cerita.
"... Hidup bukan tentang mengalahkan orang lain. Hidup adalah tentang menggunakan privileses yang kita punya, apa pun itu bentuknya, untuk berguna bagi orang lain."
Buku ini mengangkat tema privilese tidak hanya dalam hal kemampuan finansial, kecantikan, dan kesempatan saja, namun juga hal-hal sesederhana dukungan, kebebasan, dan pilihan.
Selain itu, buku ini juga membahas mengenai kesehatan mental dan juga kesetaraan gender. Setiap orang pasti terlahir dengan privilese-nya masing-masing.
Namun, kita sering terjebak memandang kelebihan orang lain dan hal-hal di luar kuasa kita, dan kemudian mengecilkan privilese yang kita punya dan tidak berbuat apa-apa, padahal hal itu ada dalam kendali kita.
Secara keseluruhan, novel "The Privileged Ones" ini sangat relate dengan kehidupan sosial yang terjadi di negara kita. Novel ini tidak hanya mengajarkan kita untuk berusaha, dan menerima diri sendiri, tetapi juga mengajarkan kita untuk mensyukuri apapun yang kita punya.
Identitas Buku
Judul: The Privileged Ones
Penulis: Mutiarini
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tanggal Terbit: 30 Maret 2022
Tebal: 248 Halaman
Baca Juga
-
Review Drama The Early Spring, Hubungan Toxic Antara Bos Dan Bawahan
-
Review Drama Cases Between Us, Memecahkan Kasus Kejahatan di Era Republik
-
Buku All The Bright Places, Meruntuhkan Stigma Negatif Isu Mental Health
-
Drama Reborn Rich, Balas Dendam dan Intrik Rahasia Cucu Konglomerat Korea
-
Review Drama As You Stood By, Ketika Hukum Gagal Melindungi Korban KDRT
Artikel Terkait
Ulasan
-
Guru Honorer Bukan Cuma di Indonesia: Ironi dalam Dua Belas Pasang Mata
-
Four Hands, Two Sonatas: Ketika Sahabat Menjadi Rival dalam Meraih Mimpi
-
Pengaruh Kolonial pada Kesastraan Sunda Abad 19 di Buku Semangat Baru
-
Review Film Crawlers: Aksi Matilda Lutz Melawan Invasi Ribuan Laba-Laba!
-
Aksi Dua Mantan Militer Gempur Markas Penjahat di Film In The Grey
Terkini
-
Prediksi Liverpool vs Manchester City: Duel di Tengah Bayang-Bayang Kontroversi
-
Bebas Jerawat! 4 Micellar Water PHA Angkat Kotoran dan Eksfoliasi Ringan
-
Ungkapkan Cinta dari Barak Militer, Hoshi Seventeen Rilis Single Boyfriend
-
Anime Naruto Terbaru Terungkap! Naruto, Sasuke, dan Sakura Masuk Dunia Ninku
-
5 Tahun Tertunda, Film Cattle Run Akhirnya Tayang Perdana 2 Desember