Novel 'Teh dan Pengkhianat' karya Iksaka Banu merupakan kumpulan 13 cerita pendek yang menggali berbagai peristiwa di masa kolonial Belanda di Hindia (Indonesia).
Dengan pendekatan unik, Iksaka membawa pembaca menyelami sejarah melalui sudut pandang yang jarang diangkat. Beberapa di antaranya suara-suara orang Belanda yang mempertanyakan kolonialisme dan lebih berpihak pada kemanusiaan.
Setiap cerita dalam buku ini menggambarkan dinamika kehidupan di era kolonial, mulai dari dampak wabah cacar hingga perubahan sosial seperti penggunaan sepeda oleh kaum bumiputra.
Cerita-cerita ini tidak hanya menceritakan peristiwa sejarah, tetapi juga mengungkap pergulatan batin manusia di dalamnya.
Beberapa cerpen favorit pembaca seperti 'Kalabaka', 'Teh dan Pengkhianat', dan 'Belenggu Emas' memberikan gambaran mendalam tentang hubungan manusia dengan sistem kolonial.
Di sisi lain, cerita-cerita ini mengingatkan kita bahwa sejarah tidak hanya terdiri dari peristiwa besar, tetapi juga momen-momen kecil yang membawa perubahan besar.
Iksaka Banu mempertahankan gaya khasnya dengan narasi yang cermat, berfokus pada detail latar sejarah dan psikologi karakter.
Namun, pembaca mungkin perlu fokus ekstra untuk memahami maksud sejarah yang ingin disampaikan, karena ceritanya sering diawali dengan lambat dan berakhir dengan cepat.
Hal ini membuat pembaca perlu merenung sejenak setelah selesai membaca setiap cerita.
Buku ini mengangkat suara orang Belanda yang mencintai Hindia Belanda tetapi menolak kolonialisme. Pendekatan ini memberikan perspektif baru terhadap sejarah kolonial Indonesia.
Iksaka juga berhasil menghadirkan suasana masa lalu dengan detail yang kuat, seperti saat wabah cacar merebak atau ketika globe menjadi simbol kemewahan.
Dalam setiap cerita, penulis menampilkan sisi kemanusiaan yang melampaui batas ras, kelas, atau kebangsaan, menggarisbawahi konflik batin karakter yang kompleks.
Meski begitu, beberapa pembaca mungkin merasa alur cerita terlalu lambat di awal, meski akhirnya memberikan kepuasan setelah direnungkan.
Cerita pendek juga sering kali menuntut pembaca untuk memahami dengan cepat, sehingga mungkin terasa kurang mendalam bagi yang kurang terbiasa dengan genre ini.
Secara keseluruhan, 'Teh dan Pengkhianat' adalah karya yang menggugah, memadukan sejarah dan kemanusiaan dalam narasi yang memikat.
Bagi pembaca yang menyukai cerita pendek dengan latar sejarah, buku ini adalah pilihan yang sangat direkomendasikan. Meski membutuhkan fokus untuk menangkap pesan dalam setiap cerita, hasil akhirnya akan memberikan kepuasan intelektual dan emosional.
Buku ini menjadi pengingat bahwa sejarah adalah kumpulan kisah manusia, dengan segala perjuangan, kesedihan, dan harapan yang mengiringinya. 'Teh dan Pengkhianat' bukan sekadar buku, melainkan sebuah jendela menuju masa lalu yang tetap relevan hingga kini.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Kenang-Kenangan Mengejutkan Si Beruang Kutub: Kritik Sunyi untuk Diktator
-
Ulasan Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang, Lelah Hidup yang Sunyi
-
Luka Sejarah dalam Perempuan dan Anak-Anaknya
-
Novel No Place Like Home: Ketika Rumah Tak Selalu Berarti Pulang
-
Analisis Cerpen Robohnya Surau Kami: Kritik A.A. Navis tentang Ibadah Tanpa Amal
Artikel Terkait
-
4 Rekomendasi Anime yang Mengangkat Budaya Timur Tengah, Wajib Nonton
-
Review Novel Dear Olivia, Surat-Surat Penuh Makna yang Menemani Perjalanan Hidupmu
-
Novel Rahasia Salinem, Menguak Kehidupan Abdi Dalem di Keluarga Bangsawan
-
Sejarah Perayaan Imlek di Indonesia dari Masa Kemerdekaan Sampai Jadi Libur Nasional
-
Ulasan Novel Hello My Pumpkin, Ketegangan dalam Permainan Berbahaya
Ulasan
-
Seni Mengatur Waktu di Buku 'Master Your Time, Master Your Life'
-
500 Days of Summer: Mengapa Cinta Saja Tidak Pernah Cukup
-
Menelusuri Misteri Buku dan Literasi dalam Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken
-
Penerbangan Terakhir: Antara Lelaki Judol dan Wanita Korban Manipulasi
-
Dunia Anna: Peringatan tentang Masa Depan Bumi yang Terlambat
Terkini
-
Sinopsis Saikai: Silent Truth, Drama Terbaru Ryoma Takeuchi dan Mao Inoue
-
Sinopsis Blades of the Guardians, Film Comeback Jet Li Yang Penuh Aksi
-
Redmi Note 15 5G Diam-Diam Rilis, tapi Spesifikasinya Bikin Kaget
-
Program Makan Bergizi Gratis dan Negara yang Terlalu Cepat Merasa Menolong
-
Teror di Perlintasan Mati: Misteri Masinis Tanpa Kaki di Tengah Malam