Ulasan Drama China Bloody Romance: Sebuah Kota Berisi Pembunuh Wanita

Ayu Nabila | Awalia Fitriyani
Ulasan Drama China Bloody Romance: Sebuah Kota Berisi Pembunuh Wanita
Bloody Romance (Youku)

Drama China Bloody Romance rilis pada 2018 silam. Drama ini dibintangi oleh Li Yitong, Qu Chuxiao, Wang Duo, dan sederet artis China lainnya. Drama yang mengusung genre wuxia ini diproduksi oleh Youku dan mengudara dengan 36 episode.

Bloody Romance mengisahkan tentang Su Qixue, seorang gadis dari keluarga miskin yang berubah menjadi pembunuh bayaran di Kota Guihua, sebuah kota berisi pembunuh wanita, setelah dirinya dijual ke rumah bordil oleh sang ayah. Alih-alih menjadi wanita penghibur, Su Qixue diperlakukan sebagai bank darah. Darahnya diambil setetes demi setetes untuk dijual. Sebab, darah perawan dipercaya dapat memperpanjang usia.

Ketika seorang pria mencoba melecehkan Su Qixue, secara kebetulan, dirinya bertemu dengan Liu Guang (Puff Kuo), salah satu pembunuh wanita yang tengah menjalankan misi. Rupanya, pria tersebut adalah target Liu Guang. Pria itu tewas setelah sekumpulan serangga yang dilepas Liu Guang memasuki setiap lubang yang ada di kepalanya.

Setelah berhasil melaksanakan misinya, Liu Guang membuka payung yang dibawanya. Ketika pegangan payung mengenai darah korban, secara ajaib, sebuah pola bunga berwarna emas yang dikelilingi warna merah darah muncul pada payung itu.

Dikatakan bahwa payung tersebut awalnya berwarna putih polos. Namun, setiap kali darah target yang berhasil dibunuh mengenai payung, pola bunga akan muncul dengan sendirinya. Jumlah pola mewakili jumlah target yang telah dibunuh oleh pembunuh tersebut.

Su Qixue ketakutan melihat pemandangan mengerikan di depannya. Namun setelahnya, ia seolah melihat harapan untuk bebas. Su Qixue memohon kepada Liu Guang agar membawanya pergi bersamanya. Liu Guang awalnya menolak. Namun, mendapati Su Qixue yang tampak putus asa, Liu Guang memberinya kesempatan untuk pergi ke kuburan di sebelah barat kota sebelum matahari terbenam. Ia juga menambahkan, gadis-gadis dari Kota Guihua akan menunggunya di sana.

Perjalanan menuju ke kuburan di sebelah barat kota bukanlah hal yang mudah. Setelah berhasil kabur dari rumah bordil dan lolos dari kejaran para pengawal yang mencari pelaku pembunuhan di rumah bordil, Su Qixue pingsan di tengah jalan hingga malam tiba. Ia gagal memenuhi harapan Liu Guang.

Akan tetapi, pada saat itu, keberadaannya tidak sengaja diketahui oleh Gong Zi (Wang Duo), pemilik tersembunyi Kota Guihua yang juga merupakan seorang pangeran. Nama asli Gong Zi adalah Li Siyuan. Para bangsawan mengenalnya sebagai Adipati Ning. Sedangkan orang-orang di Kota Guihua memanggilnya "Gong Zi", yang berarti Tuan Muda.

Gong Zi tumbuh tanpa kasih sayang orangtua. Fisiknya lemah karena penyakit yang terus menerus menggerogoti tubuhnya. Seolah tak cukup menderita, ibunya bahkan membuat kedua matanya buta. Sementara itu, ayahnya tak mengetahui bahwa Gong Zi adalah anak kandungnya.

Selama bertahun-tahun, ayah dan anak tersebut memperlakukan satu sama lain sebagai musuh. Sebelum menghembuskan napas terakhirnya, sang ayah baru mengetahui semua kebenaran dan merasakan penyesalan yang mendalam.

Meski mengetahui keberadaan Su Qixue yang bersembunyi di semak-semak, Gong Zi tidak berniat untuk menyelamatkannya. Saat itu, Su Qixue hampir jatuh ke jurang setelah ia melihat gerombolan hewan buas menuju ke arahnya. Gong Zi ingin melihat seberapa lama Su Qixue bisa bertahan hidup. Jadi, dia menunggu sampai pagi sebelum mengirim orang kepercayaannya, Yue Ying (Marguax), untuk menjemput Su Qixue.

Dengan bantuan Yue Ying, Su Qixue akhirnya berhasil memasuki Kota Guihua. Setelah sampai di Kota Guihua, nama Su Qixue diganti menjadi Wan Mei oleh Cha Luo (Jill Hsu), pemimpin Kota Guihua yang memiliki kepribadian eksentrik. Ia gemar mengoleksi kipas yang terbuat dari kulit manusia. Dirinya juga dikenal kejam dan hobi melakukan penyiksaan terhadap bawahannya untuk melampiaskan amarah.

Di balik kekejamannya, Cha Luo memiliki masa lalu yang bisa dibilang cukup menyedihkan. Ia menyimpan dendam kepada pemimpin Kota Guihua terdahulu, yang memperlakukan dirinya dengan semena-mena. Setiap pembunuh di Kota Guihua akan diberikan "bayangan". Bayangan adalah pria yang ditugaskan untuk dengan setia mendampingi dan membantu pembunuh melaksanakan segala aktivitasnya, termasuk pelaksanaan misi.

Bayangan dan pembunuh dilarang keras menjalin hubungan. Namun, Cha Luo diam-diam menjalin hubungan dengan bayangannya, Xing Feng (Li Zifeng). Hubungan terlarang keduanya diketahui oleh pemimpin kota. Hal ini mengakibatkan Xing Feng dihukum kebiri dan membuat mental Cha Luo terguncang.

Su Qixue, yang sekarang berganti nama menjadi Wan Mei, mulai mengikuti seleksi pembunuh. Hanya tersedia satu tempat untuk pembunuh baru. Dirinya harus bersaing dengan calon pembunuh lain bernama Wan Xiang (Zhou Yuxi). Wan Xiang memandang rendah Wan Mei karena dirinya memasuki Kota Guihua dengan bantuan Yue Ying. Tidak seperti Wan Xiang yang berhasil berkat usahanya sendiri.

Saat pemilihan bayangan, Wan Mei memilih Chang An (Qu Chuxiao). Tuannya sebelumnya telah meninggal. Chang An harus mendapat tuan baru dalam waktu seminggu. Hari itu adalah hari terakhir dari batas waktu yang ditentukan. Jika Chang An gagal mendapat tuan baru, dia akan dibunuh.

Dengan bantuan Chang An, Wan Mei belajar untuk menjalani hidupnya sebagai seorang pembunuh. Hal ini tentunya tidak mudah untuk dilakukan. Wan Mei kesulitan beradaptasi dengan identitas barunya karena merasa bertentangan dengan hati nuraninya. Selain itu, Cha Luo, yang tidak menyukai Wan Mei, selalu mencoba melakukan segala hal untuk menyulitkannya.

Bloody Romance memiliki rating 18+ restricted karena terdapat beberapa adegan kekerasan dan kata-kata kotor. Selain itu, plotnya cukup berat dan menguras emosi.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak