Pada scene terakhir di episode 3, tampak Eon-nyeoni berhasil memprovokasi Lee Yoon untuk terlibat dalam perebutan dana pembangunan jalur kereta api Gando. Lalu kemudian di episode 4 dimulai dengan adegan eksekusi para pembelot pemerintah Jepang. Di suatu ruangan, tampak Lee Kwang Il memperhatikan proses eksekusi dari balik kaca jendela tebus pandang. Kemudian fokusnya terpecah ketika seorang atasan memasuki ruangan.
Kedatangan Lee Kwang Il di sana untuk melaporkan hasil interogasi yang ia lakukan pada Lee Sang Guk terkait rumor pencurian dana pembangunan jalur Gando yang akan dilakukan oleh para pemberontak pemerintahan kekaisaran Jepang nanti. Lee Kwang Il juga menawarkan diri untuk menjalankan misi pemberantasan pasukan pemberontak di saat pengiriman dana tersebut dilakukan.
BACA JUGA: Bikin Takjub, D.O. EXO Santai Tangkap Ular dengan Tangan Kosong!
Pada scene selanjutnya tampak Eon-nyeoni bertemu dengan Hwang Sam Doek, manager cabang Hoeryong Bank Joseon. Pertemuan itu adalah bagian dari misi pencurian dana pembangunan jalur kereta api Gando. Eon-nyeoni menyakinkan Hwang Sam Deok untuk menukar koper berisi uang dengan koper tak berisi uang dalam mobil pengantar dana pembangunan jalur kereta api Gando.
Nantinya, para bandit dan pencuri serta pihak-pihak yang termakan rumor pengiriman uang yang telah dilancarkan Eon-nyeoni sebelumnya akan menjadi kambing hitam atas hilangnya dana pembangunan jalur kereta api Gando tersebut. Rencana yang terdengar sempurna itu, jelas membuat Hwang Sam Deok tergiur, ia pun setuju untuk terlibat dalam misi pencurian uang tersebut.
Di hari eksekusi, Hwang Sam Deok melakukan tugasnya dengan sempurna. Namun uang curian itu tidak untuk diserahkan pada Eon-nyeoni, melainkan untuk dinikmati oleh dirinya sendiri. Eon-nyeoni tentu telah memperhitungkan kemungkinan itu, sebab itulah ia tidak melepaskan Hwang Sam Deok walau barang sebentar dari pantauan. Ketika gelagat pengkhianatan tak lagi dapat terbantahkan, Eon-nyeoni lantas melubangi kepala Hwang Sam Deok dengan peluru dari pistol kesayangannya.
Sementara itu di jalur pengiriman dana pembangunan jalur kereta api Gando, Lee Yoon dan para pasukannya mengintai dari ketinggian. Dengan perhitungan Lee Yoon yang akurat, ia memerintah para pasukannya untuk menonton terlebih dahulu baku tembak dari para bandit berkuda bengal yang lebih dahulu menjajal senapan mesin dari mobil lapis baja Bank Joseon.
Barulah setelah senapan mesin itu rusak karena debu proyektil, pasukan bandit yang dipimpin Lee Yoon memulai aksinya. Dan benar saja, tanpa ada kerugian berarti dari pihaknya, kelompok bandit Lee Yoon berhasil melumpuhkan para petugas pengiriman dan sah menjadi pemiliki sejumlah uang dari dana pembangunan jalur kereta api Gando.
BACA JUGA: 5 Idol K-Pop Cowok Legendaris yang Membangun Agensinya Sendiri
Namun, belum benar-benar selesai menjarah, kelompok bandit Jang Ki-ryong yang Lee Yoon temui di penjara waktu itu datang dengan pasukan bersenjata yang jumlahnya jauh lebih besar dari mereka. Lagi-lagi dengan penuh perhitungan Lee Yoon memerintahkan pasukannya untuk mundur dan membiarkan kelompok bandit tersebut merampas hasil jarahan mereka.
Di perjalanan pulang, rekan Lee Yoon mengeluhkan keputusannya. Mereka kecewa sebab demi kelangsungan hidup para warga desa mereka amat membutuhkan dana tersebut. Lalu dengan tenang Lee Yoon menjelaskan, kalau brangkas yang ia periksa di sana tidak berisi uang, Lee Yoon sengaja menumbalkan pasukan Jang Ki-ryong untuk ditangkap oleh pasukan tentara Jepang yang dipimpin oleh Lee Kwang Il.
Episode 4 kemudian ditutup dengan adegan pertemuan Eon-nyeoni dengan Hee Shin di sebuah stasiun kereta api. Sesuai rencana, Eon-nyeoni dengan sikap profesionalnya menyerahkan koper berisi uang dana pembangunan jalur kerata api Gando tersebut kepada Hee Shin. Mereka pun melanjutkan perjalanan dengan menumpang kereta api menuju Changchun.