Yogyakarta sering kali menjadi ruang yang hangat bagi perjalanan musik para penyanyi muda bertalenta. Kota ini tidak hanya menjadi tempat singgah, tetapi juga saksi tumbuhnya karya-karya yang lahir dari proses panjang dan personal.
Kali ini, Yogyakarta menjadi salah satu kota yang dipilih Raissa Anggiani untuk memperkenalkan album penuhnya yang bertajuk Kepada Yang Terhormat. Lewat konser yang digelar di Jogja, Raissa tidak sekadar menampilkan lagu-lagu barunya, tetapi juga mengajak pendengar untuk mengenal karya tersebut dengan cara yang dekat, jujur, dan apa adanya.
Konser ini terasa berbeda sejak awal dimulai. Tidak ada gebyar berlebihan atau pembukaan yang terlalu hingar-bingar. Sebaliknya, suasana justru terasa tenang dan perlahan. Raissa seakan mengajak penonton untuk berhenti sejenak dari kesibukan, duduk, dan mendengarkan. Bukan hanya musik yang dimainkan, tetapi juga perasaan yang menyertainya.
Sejak lagu pertama dibawakan, konser ini sudah memberi kesan bahwa malam itu adalah ruang untuk meresapi, bukan sekadar bersorak.
Album Kepada Yang Terhormat sendiri terasa seperti kumpulan surat yang belum tentu dikirim. Lagu-lagunya berbicara tentang hal-hal yang sering kali kita simpan sendiri dan jarang diucapkan dengan lantang: kehilangan, rindu yang tertahan, kecewa yang tak sempat dijelaskan, hingga proses perlahan berdamai dengan keadaan.
Semua tema itu disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan jujur, tanpa berlebihan. Justru kesederhanaan itulah yang membuat lagu-lagunya terasa dekat dan mudah dirasakan.
Dengan pembawaannya yang tenang, Raissa beberapa kali menyapa penonton di sela-sela lagu. Ia berbagi cerita singkat tentang proses di balik penulisan lagu, perasaan yang melatarbelakanginya, hingga momen-momen personal yang menjadi inspirasi terciptanya lagu tersebut.
Cerita-cerita kecil tersebut membuat suasana konser terasa semakin intim, seolah tidak ada jarak antara penyanyi dan pendengar. Beberapa lagu lama yang sudah akrab di telinga penonton pun ikut dibawakan, hadir sebagai pengantar yang halus menuju karya-karya baru dalam album ini.
Menariknya, konser ini tidak berusaha tampil megah. Tata panggung dibuat sederhana dengan pencahayaan yang lembut dan menenangkan.
Aransemen lagu pun tidak dibuat terlalu ramai atau berlapis-lapis. Semua elemen disusun secukupnya, dengan satu tujuan utama: memberi ruang bagi lagu dan cerita untuk berbicara sendiri.
Melalui album Kepada Yang Terhormat, Raissa Anggiani menunjukkan bahwa ia tidak hanya ingin didengar, tetapi juga ingin menemani. Musiknya hadir bukan untuk menggurui atau memberi jawaban, melainkan berjalan berdampingan dengan pendengarnya. Lagu-lagu tersebut terasa seperti teman yang duduk di samping, mendengarkan tanpa menghakimi, dan hadir di saat dibutuhkan.
Konser di Yogyakarta ini menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan album Kepada Yang Terhormat. Raissa berusaha menyampaikan lagu-lagunya dengan cara yang sederhana dan tulus. Setiap lirik dibiarkan mengalir apa adanya, tanpa dipaksakan. Pendengar diberi ruang untuk menikmati, meresapi, dan menghubungkan cerita dalam lagu dengan pengalaman masing-masing.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS