Amanda Seyfried Tak Berambisi Menangkan Piala Oscar, Ini Alasannya

Sekar Anindyah Lamase | Raysazahra A.M
Amanda Seyfried Tak Berambisi Menangkan Piala Oscar, Ini Alasannya
Potret Amanda Seyfried (Instagram/mingey)

Nama Amanda Seyfried tengah menjadi sorotan usai sederet capaian besarnya dalam proyek film rilisan akhir 2025. The Housemaid yang ia bintangi sukses besar di box office, sementara penampilannya di The Testament of Ann Lee membawanya masuk dalam nominasi Golden Globe.

Sejak itu, namanya pun mulai ramai disebut-sebut sebagai kandidat Best Actress di perhelatan Academy Awards atau yang lebih dikenal Piala Oscar tahun ini. Sebelumnya, ia juga sempat masuk nominasi Oscar kategori Best Supporting Actress lewat film Mank pada 2021.

Namun di balik peluangnya menyabet kemenangan di ajang bergengsi tersebut, ia mengaku tidak menjadikan penghargaan tersebut sebagai tujuan utama dalam kariernya.

Aku sudah sampai sejauh ini tanpa Oscar. Jadi, kenapa sekarang aku harus membutuhkannya? Kamu masih ingat siapa yang menang dalam sepuluh tahun terakhir? Yang penting itu bukan kemenangannya. Tapi nominasinya,” beber Amanda Seyfried, dikutip dari laman Variety pada Kamis (22/1/2026).

Lebih lanjut, wanita kelahiran Desember 1985 itu menjelaskan keberlangsungan karier seorang aktris tidak ditentukan oleh penghargaan, melainkan oleh pilihan-pilihan peran yang diambil sepanjang perjalanan karier.

Itu memang bisa mendorong kariermu ke depan. Itu fakta. Tapi apakah aku membutuhkannya dalam satu atau dua minggu ke depan? Tidak, tentu saja tidak. Apakah itu akan terasa luar biasa? Tentu, untuk banyak alasan. Tapi itu tidak wajib. Keberlangsungan karier seorang aktor itu dirancang. Longevity datang dari pilihan yang disengaja, membuat karya seni di tengah proyek-proyek komersial besar yang menyenangkan dan menghasilkan,” tambahnya.

Fakta bahwa Piala Oscar tak selalu menjamin karier yang lebih mulus juga dialami sejumlah aktris. Memang ada yang langsung kebanjiran proyek setelah menang, seperti Mikey Madison yang meraih Piala Oscar tahun lalu. Namun, ada pula yang justru terjebak dalam pola peran tertentu.

Lupita Nyong’o, misalnya, mengaku bahwa setelah memenangkan Aktris Pendukung Terbaik lewat 12 Years a Slave pada 2013, banyak tawaran peran yang datang kepadanya masih terpaku pada gambaran karakter sebagai perempuan yang diperbudak.

Dalam konteks itu, perjalanan karier Amanda Seyfried kerap dianggap sebagai contoh bahwa penghargaan bukan satu-satunya ukuran kesuksesan.

Ia bermain di Mean Girls, Jennifer’s Body, dan Mamma Mia! yang tak mendapat pengakuan di Academy Awards, tetapi punya tempat tersendiri dalam sejarah budaya pop dan basis penggemar yang mendunia.

Amanda Seyfried juga tidak menutup mata soal keputusan keliru yang pernah ia ambil, termasuk melewatkan peran Gamora di Guardians of the Galaxy serta terlibat dalam beberapa film yang gagal di box office. Ia mengakui naik-turun tersebut sebagai bagian tak terpisahkan dari karier seorang bintang film.

Kita semua punya fase naik dan turun dalam karier. Cara orang memandang kita bisa berubah dari hari ke hari. Tapi aku konsisten dengan pilihanku, konsisten dengan nilai-nilai dan kebutuhanku. Sekarang aku juga berada di posisi yang cukup nyaman karena The Housemaid menghasilkan uang. Itu tidak selalu terjadi. Kadang kamu ada di Mamma Mia!. Kadang kamu ada di film seperti Ted 2 atau A Million Ways to Die in the West, yang sebenarnya diproyeksikan besar tapi justru tak memenuhi ekspektasi box office,” jelasnya.

Di sisi lain, The Housemaid yang ia bintangi bersama Sydney Sweeney, mencatat pendapatan sekitar 108 juta dolar AS di pasar domestik dan 245 juta dolar AS secara global dengan anggaran produksi sekitar 35 juta dolar AS.

The Housemaide mengisahkan Millie Calloway yang hidup dalam kondisi tak stabil dan tengah berada di titik paling membutuhkan pekerjaan. Kesempatan itu datang ketika ia melamar sebagai asisten rumah tangga yang tinggal di rumah keluarga Winchester, sebuah keluarga kaya dengan kehidupan yang tampak tertata dan tanpa cela.

Di rumah tersebut, Millie bekerja untuk Nina dan Andrew Winchester, serta putri mereka, Cecelia. Namun seiring waktu, sikap para penghuninya mulai memperlihatkan sisi lain yang jauh dari kata normal. Kondisi ini berujung menjebak Millie dalam permainan manipulasi, misteri, dan rahasia kelam di rumah mewah tersebut.

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak