Adaptasi anime dari manga Chainsmoker Cat karya Nyan Nyan Factory resmi diumumkan dan dijadwalkan tayang mulai Juli 2026. Serial ini akan ditayangkan di TOKYO MX dan sejumlah jaringan televisi Jepang lainnya, dengan potensi perhatian khusus terkait distribusi internasional mengingat penggambaran kebiasaan merokok dalam anime kerap diatur ketat di berbagai wilayah.
Chainsmoker Cat, yang dikenal di Jepang dengan judul Yanineko, berawal sebagai komik Twitter sebelum kemudian diserialkan di majalah Young Magazine sejak 2023. Hingga awal 2026, manga ini telah mencapai volume ke-11 di Jepang.
Ceritanya berfokus pada Yanineko, seekor beastman kucing yang menjalani kehidupan sehari-hari dengan satu kebiasaan utama yang merusak: merokok tanpa henti. Sosok ini digambarkan sebagai karakter yang benar-benar tidak peduli etika maupun kebersihan, sering melakukan hal-hal yang jelas tidak pantas, seperti membuang puntung rokok sembarangan atau meludah pada orang lain, namun justru itulah sumber komedi utama cerita ini.
Pengumuman adaptasi anime ini turut disertai perilisan visual teaser dan video promosi pertama. Dalam visual tersebut, Yanineko tampak santai merokok di balkon apartemennya, mencerminkan atmosfer malas dan dekaden yang menjadi ciri khas cerita.
Video promosinya dibuka dengan montase panel-panel manga asli sebelum beralih ke animasi, termasuk adegan rokok yang diinjak hingga padam. Di bagian akhir video, terdengar dialog singkat Yanineko, "Umee nya" atau "That hit the spot", yang langsung mencerminkan kepribadian karakternya.
Dikutip dari Japan Anime News, pengisi suara Yanineko adalah Yuko Natsuyoshi, yang sebelumnya dikenal lewat perannya di berbagai judul anime populer.
Dalam komentarnya, Yuko Natsuyoshi menyebut daya tarik Chainsmoker Cat terletak pada bagaimana kehidupan perokok berat diterjemahkan ke dalam karakter kucing dengan cara yang aneh namun menghibur.
Ia juga menggambarkan Yanineko sebagai sosok yang sangat jorok tetapi entah mengapa tetap terlihat imut, sehingga perilakunya yang melewati batas justru terasa lucu karena dilakukan oleh seekor kucing.
Dari sisi produksi, anime ini digarap oleh Bibury Animation Studios dengan Taku Kimura sebagai sutradara. Kimura sebelumnya terlibat dalam proyek-proyek seperti Star Wars: Visions episode Tatooine Rhapsody.
Penulisan komposisi seri ditangani oleh Takashi Aoshima, sementara desain karakter dipercayakan kepada Riki Matsuura. Musik untuk serial ini akan digarap oleh Keiichi Suzuki, yang dikenal lewat karyanya di Saint Young Men dan Tokyo Godfathers.
Secara cerita, Chainsmoker Cat menampilkan dunia tempat manusia, catgirl, dan berbagai spesies humanoid lain hidup berdampingan. Yanineko digambarkan selalu tertinggal dalam urusan hidup: terlambat membayar sewa, gagal mempertahankan pekerjaan, dan terus kalah melawan kecanduannya sendiri.
Ia dikelilingi oleh adik perempuan kucing yang terlalu perhatian serta seorang teman bernama Yaku Cat. Meski mereka berusaha membantu, kebiasaan buruk Yanineko sering membuat segalanya menjadi lebih kacau.
Seven Seas Entertainment, penerbit versi bahasa Inggris manga ini, mendeskripsikan Chainsmoker Cat sebagai komedi tentang usaha seseorang untuk membereskan hidupnya, meski terus gagal akibat kebiasaan yang tidak sehat. Deskripsi tersebut menegaskan bahwa di balik humor absurd, terdapat kritik halus tentang kecanduan dan ketidakmampuan menghadapi tanggung jawab.
Sang kreator, Nyan Nyan Factory, mengaku sempat tidak percaya ketika pertama kali ditawari adaptasi anime. Dikutip dari komentar resminya, ia terkejut sekaligus terharu karena naskah dan desain karakter anime tersebut setia pada versi manga aslinya. Ia juga memuji kualitas artwork serta lagu pembuka dan penutup yang telah ia lihat, dan menyatakan antusiasmenya untuk menonton Chainsmoker Cat di televisi nasional Jepang sebagai penonton biasa.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS