Anomali Maarten Paes, Naik Kelas Bergabung Raksasa Dunia saat Kompatriotnya Turun Kasta

Sekar Anindyah Lamase | M. Fuad S.T.
Anomali Maarten Paes, Naik Kelas Bergabung Raksasa Dunia saat Kompatriotnya Turun Kasta
Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes (pssi.org)

Penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes menunjukkan anomali dalam perjalanan karier sepak bola profesionalnya. Ketika rekan-rekan kompatriotnya di Pasukan Garuda belakangan ini mulai menggeruduk Indonesia Super League dan bergabung dengan klub-klub dalam negeri, penjaga gawang yang menggagalkan tendangan penalti lawan di laga debutnya melawan Arab Saudi tersebut justru kini secara resmi merapat ke salah satu klub raksasa sepak bola dunia.

Dilansir laman Suara.com (3/2/2026), Maarten Paes yang semula berkiprah di FC Dallas di pentas Major League Soccer Amerika Serikat, kini berpindah ke Benua Eropa yang menjadi kiblat persepakbolaan dunia dengan memperkuat Ajax Amsterdam.

Laman transfermarkt.com menuliskan, penjaga gawang yang saat ini memiliki nilai di kisaran harga Rp26,07 miliar tersebut bakal mengabdikan kemampuannya hingga akhir musim 2029 mendatang dalam sebuah ikatan kontrak yang berdurasi kurang lebih 3,5 musim. 

Kepindahan penjaga gawang berusia 27 tahun tersebut tentunya menjadi sebuah anomali yang sangat cukup mencolok di tengah beragam kepindahan para pemain naturalisasi lainnya.

Ketika para kompatriotnya yang sejatinya masih memiliki kualitas untuk bersaing setidaknya di kasta kedua kompetisi negara-negara Benua Biru memilih untuk mencari kenyamanan dengan kembali ke Tanah Air, Paes Justru mengalami kenaikan kualitas dengan berpindah dari klub yang levelnya lebih rendah ke klub yang lebih tinggi.

Pun demikian halnya dengan kualitas liga yang dimiliki. Dilihat dari segi manapun, gelaran Eredivisie yang menjadi salah satu dari top ten liga di Benua Eropa dan Dunia pad atahun 2025 lalu, tentunya jauh lebih berkualitas ketimbang MLS tempat Paes bermain sebelumnya.

Belum lagi dengan klub tempatnya merapat musim ini. Meskipun semenjak dekade 2000an Ajax Amsterdam mengalami penurunan prestasi di pentas internasional, namun sejarah persepakbolaan dunia tak bisa menampik fakta jika klub yang satu ini adalah raksasa dalam dunia sepak bola.

Selain menjadi penguasa liga domestik dengan 36 kali gelar liga, 20 kali gelar Piala Liga dan 9 kali juara Piala Super Belanda, Ajax Amsterdam yang kini secara resmi menjadi klub Paes adalah klub yang memiliki sejarah manis di pentas persepakbolaan Eropa.

Hingga saat ini, di lemari trofi klub yang bermarkas di ibu kota Belanda tersebut masih berdiam 3 Liga Champions Eropa, 3 trofi UEFA Supercup, 1 Piala UEFA, 1 Piala Winners, 2 Piala Interkontinental dan 1 Piala Intertoto.

Mungkin beberapa nama piala tersebut terkesan asing dengan para penggemar sepak bola di era modern saat ini. Namun percayalah, piala-piala yang didapatkan oleh Ajax Amsterdam itu merupakan impian bagi para pesepak bola di Eropa dan juga dunia karena meraih piala-piala seperti Intertoto, Winners, atau Interkontinental menjadi salah satu indikator sebagai tim terbaik di dunia atau setidaknya di kawasan.

Sehingga, ketika kabar Ajax Amsterdam meresmikan seorang Maarten Paes sebagai salah satu penggawa mereka, hal itu menciptakan anomali tersendiri. Pasalnya, ketika rekan-rekan senegaranya lebih memilih untuk hijrah ke liga domestik, Paes justru memperlihatkan kenaikan kualitas dengan menjadi target buruan dari klub sekelas Ajax Amsterdam.

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak