Happy Ending, Drama Spring Fever Cetak Rating Tertinggi di Episode Terakhir

Lintang Siltya Utami | Rana Fayola R.
Happy Ending, Drama Spring Fever Cetak Rating Tertinggi di Episode Terakhir
Drama Spring Fever cetak rekor rating tertinggi. (Soompi)

Drama tvN bertajuk Spring Fever baru saja menutup perjalanannya dengan pencapaian yang sangat mengesankan. Pada penayangan episode finalnya, serial ini berhasil mencetak rating tertinggi sepanjang sejarah penayangannya, memberikan penutup yang manis bagi para penggemar setianya.

Keberhasilan ini tercatat pada 10 Februari, di mana Spring Fever resmi mengakhiri masa tayangnya dengan sukses besar. Penonton nampaknya sangat antusias untuk melihat bagaimana akhir kisah cinta yang emosional ini bermuara.

Soompi melaporkan bahwa berdasarkan data yang dirilis oleh Nielsen Korea, episode terakhir dari drama Korea komedi romantis ini mencetak rating rata-rata nasional sebesar 5,7 persen. Angka tersebut menandai rekor pribadi baru bagi drama tersebut, melampaui capaian-capaian di episode sebelumnya.

Pencapaian ini membuktikan bahwa Spring Fever berhasil mencuri hati penonton sejak awal tahun 2026. Drama ini tidak hanya menawarkan komedi romantis biasa, tetapi juga kedalaman emosi yang kuat melalui karakter-karakternya.

Secara garis besar, drama ini berkisah tentang seorang guru sekolah menengah yang memiliki luka emosional mendalam. Takdir kemudian mempertemukannya dengan seorang pemuda desa yang secara lahiriah terlihat kasar, namun sebenarnya memiliki hati yang sangat lembut.

Fokus utama cerita mengikuti sosok Yoon Bom, yang diperankan oleh aktris Lee Joo-bin. Ia adalah seorang guru etika asal Seoul yang memutuskan untuk meninggalkan hiruk-pikuk ibu kota setelah mengalami sebuah kejadian pribadi yang menyakitkan.

Yoon Bom memilih untuk pindah ke kota kecil bernama Sinsu dan memulai hidup baru sebagai guru pertukaran. Di sana, ia tampil sebagai sosok yang dingin, tertutup, dan sengaja menjauhkan diri dari segala bentuk interaksi emosional dengan orang-orang di sekitarnya.

Namun, tembok pertahanan Bom mulai goyah saat ia bertemu dengan Seon Jae-gyu, yang diperankan oleh Ahn Bo-hyun. Jae-gyu adalah sosok pemuda lokal yang sering dianggap "galak" oleh penduduk setempat karena penampilannya.

Kehangatan di Balik Dinginnya Kota Kecil Sinsu

Meskipun Jae-gyu memiliki tato dan citra yang menyerupai semi-preman lokal, ia adalah pria yang jujur dan sangat blak-blakan. Di balik penampilannya yang garang, ia merupakan sosok yang penuh perhatian, terutama terhadap keponakannya yang masih duduk di bangku SMP.

Kehadiran Jae-gyu di kehidupan Bom secara bertahap mulai mencairkan tembok emosional yang selama ini dibangun sang guru. Hubungan romantis yang tidak terduga pun mulai tumbuh di antara sang guru yang "cool" dan pemuda desa yang tulus tersebut.

Selain menyoroti kisah cinta utama, drama ini juga menekankan tema-tema penting seperti pemulihan diri dan kekuatan persahabatan. Penonton diajak untuk menyelami dinamika kehidupan di kota kecil Sinsu yang tenang namun penuh warna.

Alur ceritanya sendiri dikemas dengan nuansa slice-of-life dan slow-burn romance. Pendekatan ini membuat perkembangan perasaan antar karakter terasa lebih organik dan nyata bagi para penonton.

Ketegangan ringan juga turut dihadirkan untuk memperkaya cerita. Salah satunya adalah kehadiran tokoh pengacara bernama Choi Yi-joon, yang diperankan oleh Cha Seo-won, yang memicu munculnya konflik segar dalam cerita.

Masuknya Choi Yi-joon tidak hanya membawa perseteruan masa lalu ke permukaan, tetapi juga menciptakan dinamika segitiga cinta yang menarik. Hal ini sempat membuat penonton penasaran mengenai siapa yang akhirnya akan dipilih oleh Yoon Bom.

Melalui perjalanan emosionalnya, Spring Fever berhasil menggambarkan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk sembuh dari luka masa lalu. Ketulusan Jae-gyu menjadi kunci utama dalam proses transformasi karakter Bom dari sosok yang tertutup menjadi lebih terbuka.

Pada akhirnya, episode terakhir ini memberikan jawaban yang memuaskan bagi para penonton. Dengan raihan rating 5,7 persen, Spring Fever membuktikan bahwa kisah yang sederhana namun tulus selalu memiliki tempat di hati masyarakat.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak