Manga legendaris bertema kuliner Iron Wok Jan! (Tetsunabe no Jan!) karya Shinji Saijyo resmi mengumumkan adaptasi anime televisinya dan dijadwalkan tayang tahun ini. Pengumuman tersebut disertai perilisan teaser visual serta teaser promotional video (PV) yang langsung menampilkan nuansa intens dan "unconventional" khas seri ini.
Manga aslinya terbit di majalah Weekly Shonen Champion milik Akita Shoten dari 1995 hingga 2000 dan dikumpulkan dalam 27 volume. Popularitasnya berlanjut melalui sekuel Iron Wok Jan! R: The Summit Operations pada 2007 dan Iron Wok Jan! 2nd pada 2017. Secara keseluruhan, seri ini telah mencatat lebih dari 10 juta kopi beredar, menegaskan statusnya sebagai salah satu manga kuliner paling berpengaruh.
Cerita berfokus pada Jan Akiyama, seorang koki muda jenius berusia 16 tahun yang memandang memasak sebagai ajang pertarungan. Ia merupakan cucu Kaiichiro Akiyama, sosok legendaris yang dijuluki Supreme Ruler of Chinese Cuisine. Sejak kecil, Jan ditempa dengan disiplin keras dalam dasar-dasar kuliner Tiongkok hingga mencapai tingkat elite di usia remaja. Berpegang pada prinsip 'Cooking is a battle', Jan tidak ragu menggunakan berbagai cara demi mengalahkan lawannya.
Kedatangannya di restoran Gobanchou Hanten mempertemukannya dengan Kiriko Gobanchou, pewaris restoran sekaligus koki berbakat. Berbeda dengan Jan, Kiriko memegang prinsip bahwa 'Cooking is a heart'. Ia meyakini bahwa hidangan harus dibuat dengan mempertimbangkan perasaan pelanggan. Keahliannya dalam teknik ukir bahan makanan dan penyajian artistik membuat masakannya tidak hanya lezat, tetapi juga memikat secara visual. Perbedaan filosofi inilah yang memicu benturan sengit di antara keduanya, sekaligus menciptakan dinamika kompetitif yang menjadi daya tarik utama cerita.
Selain itu, hadir pula Takao Okonogi, remaja seusia Jan dan Kiriko yang bekerja sebagai apprentice di restoran tersebut. Meski kemampuan memasaknya masih berkembang dan ia kerap mengerjakan tugas-tugas ringan seperti mencuci piring, Okonogi memiliki hati yang tulus dan sikap positif. Ia menjadi satu-satunya sahabat Jan, bahkan ketika harus menghadapi sifat tajam dan arogan sang protagonis.
Dari sisi produksi, anime ini digarap oleh tim berpengalaman. Ei Aoki, yang dikenal lewat karya seperti Fate/Zero dan Aldnoah.Zero, dipercaya sebagai sutradara di studio TROYCA. Penulisan naskah seri ditangani Makoto Uezu, sementara desain karakter sekaligus chief animation director dipegang Masako Matsumoto. Musiknya dikomposisi oleh Tomoki Kikuya.
Untuk pengisi suara, Kikunosuke Toya didapuk memerankan Jan Akiyama. Ia diharapkan mampu menghadirkan suara intens dan penuh tekanan yang merefleksikan karakter Jan. Ikumi Hasegawa mengisi suara Kiriko Gobanchou dengan nuansa kontras yang lebih lembut namun tegas. Kohei Amasaki memerankan Takao Okonogi, sedangkan Kenjiro Tsuda hadir sebagai narator dengan gaya khasnya yang dalam dan berwibawa.
Yang menarik, demi menghadirkan representasi masakan Tiongkok yang autentik dan menggugah selera, produksi anime ini melibatkan pengawasan kuliner profesional. Takako Sato, koordinator aktif di dunia kuliner Tiongkok, bertugas mengawasi elemen makanan. Selain itu, peneliti kuliner Naoya Higuchi turut bergabung sebagai cooking science supervisor. Dengan jaringan profesional Sato, sejumlah koki Tiongkok terkemuka dari berbagai wilayah Jepang ikut berkontribusi guna mencapai reproduksi hidangan yang disebut sebagai "complete recreation".
Langkah ini menunjukkan keseriusan tim produksi dalam menghidupkan daya tarik visual makanan, yang menjadi elemen sentral dalam cerita. Dalam genre cooking battle, detail tekstur, warna, hingga teknik memasak memainkan peran penting untuk membangun ketegangan, layaknya adegan pertarungan dalam anime aksi.
Dengan kombinasi cerita kompetitif, karakter kuat dengan filosofi bertolak belakang, serta dukungan tim produksi dan konsultan kuliner profesional, Iron Wok Jan! berpotensi menjadi salah satu anime kuliner paling mencuri perhatian tahun ini.