Entertainment

Bukan Cuma Visual dan Komedinya, Ini 5 Hal Menarik dari 'My Bias, My Boss'

Bukan Cuma Visual dan Komedinya, Ini 5 Hal Menarik dari 'My Bias, My Boss'
My Bias My Boss (Prime Video)

Penggemar genre romansa komedi, pasti tahu drama My Bias, My Boss yang lagi hype banget di kalangan penikmat serial Korea. Drama yang dibintangi oleh Kim Hye-jun atau yang kita kenal sebagai keponakan Jeong Jin-man di drama A Shop for Killers ini bercerita tentang Nam Da-reum (Kim Hye-jun), gadis yang nge-fans mentok sama seorang idol bernama Lee Chan (Cha Woo-min).

Setelah bertahun-tahun menjadi fans, Da-reum akhirnya bisa bekerja di Apello, perusahaan fashion yang dirintis oleh sang idola dengan harapan bisa bekerja sambil melihat Lee Chan dari dekat. Namun, di perusahaan tersebut, Da-reum justru bertemu dengan Kang Ha-gi (Kang Hoon) yang merupakan sahabat Chan sekaligus CEO dari Apello. Pertemuan itu kemudian membawa keduanya ke dalam dinamika cinta dan kesalahpahaman yang bikin penonton gemas.

Menurut saya, hal yang cukup berpengaruh terhadap kesuksesan drama ini adalah visual para pemain dan komedinya yang terasa segar. Keceriaan yang dibawa oleh karakter Nam Da-reum terasa begitu alami dan memberi vibes positif dalam cerita. Kemudian visual Kang Ha-gi yang selalu tampak fresh pun turut mencuri perhatian para penonton. Kata mereka, vibes Ha-gi selalu tampak seperti habis mandi. Berbagai kesalahpahaman yang terjadi antara mereka berdua juga memicu banyak adegan yang menghibur penonton.

Namun, di sini saya ingin membahas lima hal lain yang cukup menarik perhatian saya selama menonton 8 episode My Bias, My Boss.

1. Tak Semua "Baik-baik Saja" Itu Selalu Jujur

Di salah satu episode, kita diperlihatkan sebuah adegan ketika Nam Da-reum terus mengatakan dirinya baik-baik saja. Padahal di dalam hati, dia terluka. Dari adegan tersebut kita belajar bahwa terkadang kalimat "baik-baik saja" hanyalah topeng yang dipakai oleh seseorang agar tidak terlihat menyedihkan.

Bukan hanya di drama, di dunia nyata sekalipun kita banyak menemui orang yang selalu menampilkan keceriaannya. Namun, kita tidak pernah tahu seberapa banyak luka dan rasa sakit yang ia pendam sendirian.

Masih di adegan yang sama, kita melihat Kang Ha-gi mengatakan pada Nam Da-reum jika ucapan "aku baik-baik aja" hanya akan membuat orang yang melukai kita tidak terlalu merasa bersalah. Ucapan Kang Ha-gi di adegan ini juga menunjukkan bahwa jujur dengan perasaan sendiri bukanlah hal yang salah. Dan apapun yang kita pilih untuk dijalani, sebaiknya tidak bertentangan dengan perasaan kita yang sebenarnya.

2. Karakter Kang Ha-gi sebagai Pemimpin dan Problem Solver

Mungkin banyak orang mengingat Ha-gi sebagai CEO yang plenger, bucin, dan gampang kaget. Nggak salah, tapi di balik itu, saya merasa dia memiliki karakter kepemimpinan yang cukup baik. Bahkan dibandingkan dengan Lee Chan, karakter Ha-gi jauh lebih dewasa.

Hal itu cukup terlihat di beberapa adegan My Bias, My Boss. Misalnya, ketika hujan badai tiba-tiba terjadi saat Apello sedang menyiapkan bazar fashion mereka. Saat peristiwa itu terjadi, dia langsung pergi ke lokasi sendiri sebelum memanggil karyawan lain untuk membantu. Padahal sebagai CEO, dia bisa saja menyuruh orang lain untuk melakukannya.

Lalu, saat terjadi masalah skandal Nam Da-reum dengan Lee Chan. Meskipun agak dipengaruhi oleh perasaan, Ha-gi tetapi berusaha profesional. Dia tidak terburu-buru membela Da-reum atau pun menyalahkannya. Keputusan yang dia buat pun tidak semata untuk melindungi Nam Da-reum, tetapi juga demi menyelamatkan perusahaan.

3. Interaksi antara Nam Da-reum dengan Ibunya

Scene ini sebenarnya hanya beberapa menit saja di salah satu episode My Bias, My Boss. Sebagai anak, Da-reum tidak ingin mengecewakan ibunya dengan merahasiakan kepindahannya dari perusahaan besar seperti SE ke Apello yang merupakan start-up baru. Namun, kekecewaan sang ibu justru bukan karena hal itu, tetapi karena Nam Da-reum yang tidak memberitahunya dan membuat dirinya tahu hal itu dari orang lain.

Sejujurnya, saya pun tidak menceritakan semua kehidupan saya pada keluarga, termasuk orang tua. Adegan itu membuat saya berpikir, "apakah ibu saya juga merasakan hal yang sama ketika anaknya merahasiakan sesuatu darinya?"

4. Kehidupan antara Fans dan Idola yang Jadi Mimpi Banyak Orang

Mungkin, banyak fangirl yang merasa iri melihat kedekatan seseorang dengan idolanya. Namun, ternyata tidak sesederhana itu. Nam Da-reum mungkin dekat, bahkan bisa kencan bareng Lee Chan, tetapi Da-reum tidak merasa nyaman dengan hal itu. Dia bahkan tidak bisa menjadi dirinya sendiri saat bersama Chan. Dia juga selalu berbohong dengan mengatakan dirinya baik-baik saja saat Chan membuatnya terluka. Dalam beberapa adegan pun, ketidaknyamanan yang dirasakan oleh Da-reum terlihat sangat kentara.

Lain halnya saat bersama Ha-gi, Da-reum terlihat lebih ekspresif. Tawanya juga terlihat lebih lepas dan tidak sungkan bercerita banyak hal meski Ha-gi adalah bosnya. Dari sini, kita belajar bahwa terkadang yang kita butuhkan bukan sosok yang terlihat sempurna seperti Da-reum melihat Chan, melainkan seseorang yang bisa membuat kita nyaman menjadi diri kita sendiri.

5. Sisi Redflag dari Karakter Lee Chan

Sebagai seorang idol, Lee Chan memang dituntut untuk tampak sempurna di depan kamera. Namun, ketika sudah mengenalnya lebih dekat, ia punya sisi lain yang menurut saya sedikit egois dan kekanakan. Selain itu, di salah satu adegan ketika Chan memilih outfit untuk Nam Da-reum, sebagian penonton, termasuk saya, merasa bahwa Lee Chan tidak bisa menerima Da-reum apa adanya. Dia seperti ingin mencari sosok Cho-yi, mantannya dalam diri Nam Da-reum. Karena itu, banyak yang merasa mereka berdua kurang cocok sebagai pasangan, hubungan keduanya lebih baik tetap sebagai idola dan penggemar saja.

Apalagi setelah melihat preview episode 9 kemarin yang seolah menyiratkan Lee Chan yang tidak terima gadis yang dia sukai lebih memilih Ha-gi. Hal itu membuat tidak sedikit penonton takut karakter second lead male yang diperankan Cha Woo-min berubah menjadi villain.

Kalau kita ulik lebih dalam, sebenarnya masih banyak hal menarik lainnya di drama ini. Misalnya tentang kehidupan Lee Chan sebagai idol dan aktor. Kemudian misteri mata-mata perusahaan yang masih menjadi pertanyaan, hingga kisah masa lalu ketiga karakter utama. Namun, saya rasa lima hal ini cukup untuk mewakili, mengingat dramanya juga belum tamat. Dan terlepas dari semua yang saya sebutkan, drama My Bias, My Boss tetap jadi tontonan yang menghibur dan membuat banyak orang menantikan hari Senin.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda