Apabila kamu memahami strategi self-healing yang tepat, tentu sangat berdampak baik untuk kesehatan jiwa dan ragamu sendiri. Coba simak lebih lanjut ulasannya di bawah ini, yuk!
Terkadang, kita lelah tanpa alasan. Diri kita kerap merasa hanya ingin rebahan, menutup mata, dan melupakan dunia. Seringkali juga kita membuka google hanya untuk mencari tentang bagaimana caranya lebih produktif, atau bagaimana cara meningkatkan mood di saat kita merasa kosong melompong.
Namun sebenarnya, yang bisa kita lakukan malah kebalikannya. Itulah solusi terbaik saat itu. Jangan terlalu keras dengan diri kita ya sobat! Biarkan tubuh kita melakukan self-healing dengan tenang.
Omong-omong soal self-healing, kita pasti sering mendengar istilah ini 'kan? Jalan-jalan, refreshing, travelling atau bahkan sekedar naik motor tanpa tujuan jelas sudah bisa dikatakan sebagai healing.
Namun, mengutip dari verywellmind (9/12/2021), terapis mengatakan bahwa ada 5 area yang perlu penyegaran rutin, kelima unsur ini saling berikatan dan berhubungan. Jadi jika satu area tidak terjamah, healing yang lain menjadi tidak ada apa-apanya.
5 strategi self-healing yang tepat dan bisa dipahami untuk kesehatan jiwa raga.
1. Area fisik
Strategi self-healing pertama yang bisa kamu coba, yakni area fisik. Ada kaitan erat antara tubuh yang sehat dan pikiran kita, saat kita merawat tubuh dengan baik maka kita juga bisa berpikir lebih jernih dan merasa lebih baik.
Dimulai dari makanan, tidur, dan aktivitas fisik. Coba tanyakan ini pada diri sendiri untuk tahu seberapa baik kita memperhatikan area fisik masing-masing, ya!
- Apakah tidur kita cukup? Apakah makanan kita memenuhi kebutuhan nutrisi?
- Apakah kita cukup mengeluarkan keringat?
2. Area sosial
Bergaul dengan orang lain adalah kunci mental sehat, tapi seringkali kita terlalu sibuk dengan urusan pribadi sampai tidak sempat bertemu baik teman lama atau baru.
Koneksi dan hubungan dengan orang lain sangat penting agar kita bisa bertahan di dunia ini. Kita makhluk sosial. Berikut pertanyaan untuk mengecek apakah kita memerlukan social-healing melalui strategi self-healing area sosial.
- Apa kita mendapat cukup waktu bertatap muka dengan orang lain?
- Hal apa saja yang kita lakukan bersama teman-teman untuk memelihara hubungan yang baik?
3. Area mental
Kesehatan mental termasuk menjaga agar pikiran kita tetap tajam, seperti dengan bermain puzzle atau mempelajari hal yang kita sukai.
Mungkin kita bisa membaca buku atau menonton film yang bisa mengisi otak kita dengan hal-hal positif. Hasilnya adalah pola pikir yang mengalir secara logika dan intuisi yang terkendali.
Tanyakan hal ini untuk mengetahui derajat kesehatan mental kita.
- Apa kita punya cukup waktu untuk melakukan aktivitas yang merangsang mental kita?
- Apa kita sudah melakukan hal-hal positif agar tetap sehat?
4. Area spiritual
Menjaga spirit atau jiwa agar tetap sehat bisa kita lakukan dengan meditasi atau berdoa kepada Sang Mahakuasa. Terlepas dari kepercayaan khusus, kita bisa merenungkan kembali tentang dunia dan seisinya.
Pertanyaan dari strategi self-healing area spritirual yang bisa kita gunakan untuk menilai kesehatan jiwa kita antara lain:
- Apa yang kita tanyakan pada diri kita mengenai pengalaman hidup ini?
- Apa kita sudah cukup mendekatkan diri pada-Nya? (Jika kita punya kepercayaan)
5. Area emosi
Coping skills atau kemampuan kita beradaptasi dengan emosi-emosi kita sangatlah vital perannya. Kita tidak boleh membiarkan diri ini dikuasai emosi. Ibarat sebuah negara, tidak adil membiarkan satu area mendominasi dan mengambil kendali atas segalanya.
Kita bisa healing area ini dengan belajar cara mengendalikan dan mengeluarkan emosi kita dengan aman. Curhat atau malah mendengar curhatan orang lain akan sangat baik bagi kesehatan emosi kita.
Tanyakan ini pada diri kita!
- Apa kita punya cara yang sehat untuk mengeluarkan emosi?
- Aktivitas apa yang bisa mengisi emosi positif kita kembali?
Pertanyaan-pertanyaan di atas bisa dijawab tanpa harus bertanya pada ahli, tapi jika kita memang merasa down setiap saat, tidak ada salahnya menemui teman yang ahli atau pakar ahlinya.
Itulah 5 strategi self-healing yang tepat untuk kesehatan jiwa raga. Hindari self-diagnosed dan sikap parno duluan ya sobat! Ingat, selalu kalau ada banyak orang yang bisa menolong, tapi diri kita sendirilah yang harus memintanya datang.