facebook

Mendengarkan Musik, Temani Kesendirian Menjadi Lebih Asyik

Ruslan Abdul Munir
Mendengarkan Musik, Temani Kesendirian Menjadi Lebih Asyik
Ilustrasi Mendengarkan Musik (Pexels/Andrea Piacquadio/ruslanyogaswara)

Adaptasi kebiasaan baru atau yang lebih akrab disebut "New Normalperlahan merubah berbagai tatanan kehidupan sebagai akibat dari hadirnya wabah ganas Covid-19 yang sampai saat ini masih belum kunjung usai. Namun, Covid-19 saat ini bukanlah menjadi sebuah penghalang dalam menjalankan segala aktivitas. Selalu mematuhi protokol kesehatan dengan ketat, menjaga daya tahan dan imunitas tubuh serta mengurangi interaksi yang menyebabkan kerumunan adalah langkah terbaik untuk melawan ganasnya penularan Covid-19.

Baiklah, cerita ini akan segera dimulai. Hai namaku Ruslan, tapi entah kenapa orang-orang nyaman dengan panggilan Ucan, apa karna lebih simpel? Entahlah. Saat ini aku bersatatus sebagai seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Indonesia yaitu Universitas Pendidikan Indonesia, program studi Sains Informasi Geografi. Di era new normal seperti saat ini banyak sekali kegiatan yang tentunya baru untukku. Salah satunya adalah hobi baruku yang tiba-tiba saja sering aku lakukan baru-baru ini. 

Oke, penasaran kan hobi baruku apa? Jadi seperti ini teman-teman, bisa dibilang selama menjani perkuliahan online aku sering merasakan kejenuhan yang luar biasa. Ditambah beban tugas kuliah yang setiap harinya selalu hadir disetiap perjalanannya. Tidak jarang pula di era new normal ini ada saja yang membuat mood-ku terasa begitu naik turun. Terkadang bagus dan terkadang jelek. Nah, untuk mengembalikan mood yang jelek itulah hal yang satu ini biasanya aku lakukan. Apakah itu? Ya, mendengarkan musik.

Mengingat jauh kebelakang, ketika aku duduk di bangku putih abu-abu, aku memang saat tertarik dengan dunia tarik suara. Walaupun suaraku terbilang standar, kalau itu hobi dan bisa membuat kita senang, why not, kan? Disaat aku mulai beranjak dewasa aku semakin sadar bahwa dunia tarik suara hanyalah sekadar angan-angan belaka.

Aku sadar suara ini tidak sebagus suara-suara para diva Indonesia yang menjadi idolaku seperti halnya Bang Judika dan banyak lagi para penyanyi Indonesia lainnya. Akhirnya aku memutuskan hanya untuk menjadi penikmat karya-karyanya saja. Sungguh miris bukan.

Tanpa aku sadari, ternyata aktivitas mendengarkan musik itu menjadi lebih intens ketika new normal ini. Musik bagiku seakan telah menjadi teman dikala kesendirian. Ketika aku mengerjakan tugas rasanya hampa jika tidak diiringi oleh musik dari alunan lagu favoritku.

Bahkan sebelum tidur aku biasanya ditemani dengan alunan-alunan lagu pengantar tidur yang dapat membuat raga dan jiwaku lebih rileks dan mengantarkanku lebih jauh ke alam bawah sadarku. Mengawali hari dengan secangkir kopi ditemani dengan alunan musik dari lagu favoritku adalah suatu kenikmatan yang sungguh luar biasa. 

Seperti yang telah aku katakan sebelumya dengan mendengarkan musik terkadang mood-ku yang awalnya jelek biasanya akan berubah seketika menjadi baik. Semua genre musik aku suka, yang terpenting aku hafal lirik dan bisa ikut bernyanyi.

Hingga saat ini mendengarkan musik menjadi salah satu hobi yang biasanya aku lakukan ketika aku berada dalam kesendirian, salah satunya ketika sedang mengerjakan tugas. Bahkan sekarang, ketika aku menulis cerita ini aku sedang diiringi oleh musik dari lagu-lagu favoritku salah satunya adalah lagu dari Kak Maudy Ayunda yang berjudul "Kejar Mimpi".  

Bagaimana, apakah mendengarkan musik adalah hobi kamu juga? Kalau begitu kita sama. Dengan mendengarkan musik biasanya aku akan lebih bersemangat dalam mengerjakan sesuatu. Mungkin bagi kalianpun yang memiliki hobi yang sama seperti aku akan merasakan hal yang sama denganku.

Pada intinya lakukanlah kebiasaan-kebiasaan yang dapat membuat kita lebih bersemangat selagi itu positif dan tidak merugikan orang lain. So, itulah hobi baruku selama new normal ini. Terima kasih sudah membaca ceritaku dan have a nice day.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak