Miliki 7 Bek Keturunan, PSSI Masih Ngebet Tambah Naturalisasi Defender?

Rendy Adrikni Sadikin | zahir zahir
Miliki 7 Bek Keturunan, PSSI Masih Ngebet Tambah Naturalisasi Defender?
Penyerang Timnas Indonesia U-17, Arkhan Kaka (Kanan) Saat Sukses Mencetak Gol Ke Gawang Ekuador. (pssi.org)

Geliat kabar timnas Indonesia sepertinya tidak ada habisnya. Setelah dalam beberapa pekan lalu PSSI melalui ketua umumnya, yakni Erick Thohir akan melanjutkan proses naturalisasi bek keturunan, yakni Justin Hubner, kini, PSSI kembali dikabarkan akan menaturalisasi kembali beberapa pemain keturunan yang merumput di luar negeri.

Melansir dari kanal berita Suara.com, kabar tersebut diutarakan oleh salah satu EXCO PSSI, Arya Sinulingga yang berujar PSSI tengah mendekati salah satu calon pemain timnas Indonesia yang memiliki darah keturunan dan merumput di luar negeri. Hal ini tentunya memberikan pertanyaan bagi pengamat sepakbola nasional mengenai pemain yang dimaksud.

“Ya, (pemain naturalisasi) bermain di Eropa dan reguler. Muda tapi bukan muda banget, tetapi sudah matang lah. Sekitar umur 23-27 tahun, kan senior ya, tapi masih muda,” ujar Arya Sinulingga seperti yang dikutip dari akun Instagram @abroadnesia.

Salah satu nama yang kembali dirumorkan akan segera dinaturalisasi oleh PSSI adalah Kevin Diks. Bek kanan asal klub FC Copenghagen di Liga Denmark tersebut dulu sempat dilirik oleh Shin Tae-Yong pada tahun 2022 silam. Namun, kala itu orang tua sang pemain menolak keinginan PSSI untuk menaturalisasi Kevin Diks karena permasalahan administrasi. Kini, pemain tersebut kembali dirumorkan tengah didekati oleh PSSI guna membela timnas Indonesia di masa depan.

Akan tetapi, kabar ini tentunya juga menimbulkan pro-kontra. Bukan karena permasalahan program naturalisasi tersebut. Namun, lebih ke menumpuknya pemain keturunan yang bermain di posisi bek. Tercatat, saat ini timnas Indonesia telah memiliki sekitar 7 pemain keturunan yang dapat bermain membela timnas Indonesia. Apabila Kevin Diks resmi menjadi WNI dan membela timnas Indonesia, maka total ada 8 pemain keturunan yang berposisi sebagai bek di skuad garuda.

Program Jangka Panjang Timnas Menjadi Alasan Banyaknya Bek Keturunan

Skuad Timnas Indonesia Saat Bermain di Ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026. (pssi.org)
Skuad Timnas Indonesia Saat Bermain di Ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026. (pssi.org)

Melansir dari laman resmi PSSI (pssi.org), sejak pertama kali menaturalisasi seorang Elkan Baggott di era kepelatihan Shin Tae-Yong, hingga tahun 2023 ini tercatat ada sekitar 7 pemain keturunan yang berposisi sebagai bek yang dapat menjadi opsi memperkuat lini belakang timnas Indonesia.

Beberapa nama tersebut adalah Elkan Baggott, Jordi Amat, Shayne Pattynama, Sandy Walsh yang sudah resmi menjadi WNI dan telah mencatatkan caps bersama timnas Indonesia. Selain itu, ada nama Jay Idzes, Nathan Tjoe-A-On dan Justin Hubner yang tengah dalam proses naturalisasi.

Tentunya masuknya nama Kevin Diks yang notabene merupakan pemain belakang dianggap akan sangat membuat komposisi bek timnas Indonesia cukup kokoh dan memiliki banyak pilihan. Belum lagi nama-nama lain seperti Pratama Arhan, Asnawi Mangkualam, Rizky Ridho dan Fachruddin Aryanto yang seringkali menjadi pilihan utama di lini belakang juga dapat memperkokoh pertahanan timnas Indonesia.

Kemungkinan besar Shin Tae-Yong memilih banyak pemain belakang untuk dinaturalisasi adalah memperkokoh lini pertahanan terlebih dahulu yang memang merupakan kelemahan skuad garuda sejauh ini. Belum lagi di ajang Piala Asia 2024 nanti skuad garuda akan menghadapi Jepang, Irak dan Vietnam yang terkenal memiliki penyerang-penyerang tangguh dan berbahaya.

Selain itu, kebanyakan pemain belakang yang dinaturalisasi oleh PSSI masih terbilang dalam usia muda. Hanya nama Sandy Walsh dan Jordi Amat saja yang dianggap sebagai salah satu pemain yang cukup veteran dari segi usia. Tentunya hal ini dapat dilihat dari aspek jangka panjang bagi timnas Indonesia guna menjaga kedalaman skuad.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak