Berikan Assist Berkelas bagi Ole Romeny, Marselino Justru Tak Tunjukkan Ciri Khas Permainannya

Sekar Anindyah Lamase | M. Fuad S. T.
Berikan Assist Berkelas bagi Ole Romeny, Marselino Justru Tak Tunjukkan Ciri Khas Permainannya
Marselino Ferdinan saat memperkuat Timnas Indonesia di laga melawan Bahrain (the-afc.com)

Setelah melalui laga yang buruk melawan Australia di matchday ketujuh babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia ronde ketiga pada 20 Maret 2025 lalu, Timnas Indonesia berhasil bangkit dan menggilan di pertandingan ke-8.

Menjamu Bahrain yang juga menelan kekalahan dari Jepang di pertandingan ketujuh lalu, Pasukan Merah Putih berhasil mengakhiri pertarungan dengan kemenangan tipis, 1-0.

Menyadur rilisan laman AFC, satu-satunya gol kemenangan yang diciptakan oleh Timnas Indonesia di laga kontra Bahrain tersebut diciptakan oleh Ole Romeny pada menit ke-24.

Berawal dari kejelian Thom Haye dalam melepaskan umpan jauh ke Marselino Ferdinan, pemain muda Oxford United tersebut langsung meneruskan bola kepada Ole Romeny yang merangsek sejajar dengan gawang Bahrain.

Tanpa berlama-lama mengolah bola, Marselino yang mengontrol bola dengan kaki kanannya, langsung mendorong bola ke Ole Romeny dan diselesaikan dengan finishing klinis yang merobek ketatnya lini pertahanan sang lawan.

Assist berkelas dari Marselino kepada Ole Romeny tersebut benar-benar menjadi pembeda di pertandingan tersebut. Alasannya pun jelas, assist tersebut bernilai satu gol, dan membawa Indonesia berhasil mengamankan tiga poin kali kedua di kandang sendiri.

Namun sejatinya, jika diperhatikan dengan lebih jeli, aksi Marselino memberikan umpan matang kepada Ole Romeny tersebut sama sekali tak menunjukkan ciri khas dari sang pemain.

Pasalnya, selama yang kita ketahui bersama, Marselino adalah tipikal pemain yang suka berlama-lama dengan bola, dan cenderung "pelit" untuk membagi peluang dengan rekan setimnya.

Hal ini tentunya tak lepas dari kepercayaan diri tinggi yang dimiliki oleh Marselino. Sebagai pemain yang masih relatif muda, Marselino memang dikenal memiliki tingkat konfidensi yang ada di atas rata-rata pemain seusianya atau bahkan Indonesia. 

Sehingga, kerap kali dirinya sering berlama-lama dalam mengolah bola, serta serung kehilangan momentum untuk berbagi distribusi bola dengan rekan setimnya.

Sebuah hal yang wajar memang. Karena dengan atribusi kepercayaan diri yang tinggi, seorang pemain bola biasanya akan memiliki atribut tambahas berupa visi yang oportunis, cenderung egois dan naluri untuk show off dalam setiap pertandingan yang dijalaninya.

Tak perlu jauh-jauh untuk mencari bukti. Di laga melawan Bahrain kemarin, pemain berusia 20 tahun itu pun kembali menunjukkan ciri khas permainannya yang individualis. 

Seperti misal pada menit ke-42, Marceng yang mendapatkan bola dari Kevin Diks, dengan santainya memainkan si kulit bundar dan memancing reaksi psikologis para pemain Bahrain dengan meliuk-liuk memainkan bola sebelum mendistribusikannya ke Joey Pelupessy.

Dan lagi, aksi ini juga berlanjut menjelang menit ke-43, ketika umpan Verdonk ke sektor kanan pertahanan Bahrain didapatkan oleh Marceng, dan dengan gaya eksentriknya mantan pemain Persebaya Surabaya tersebut kembali menggoda pemain Bahrain dengan menggoreng bola tepat di hadapan lawannya itu.

Namun sayangnya, selain bisa menjadi fighting booster bagi dirinya dan rekan-rekan setimnya, gaya bermain selfish, individualis dan oportunis yang khas dimiliki oleh Marceng ini juga terkadang menimbulkan kerugian bagi timnya. 

Selain beberapa kali salah momen distribusi di laga melawan Australia lalu, Marceng juga membuat Timnas Indonesia merugi di laga melawan Bahrain ini.

Menit ke-67, Marceng seharusnya bisa membagi bola kepada Verdonk yang berada dalam posisi bebas.

Namun, dirinya memilih untuk tak melibatkan rekannya itu, dan memutuskan untuk mendorong bola menuju area penalti Bahrain yang pada akhirnya berhasil dinetralisir oleh penjaga gawang Lutfalla.

Pun demikian halnya dengan peluang emas di menit ke-67. Meskipun sudah one-on-one dengan kiper Bahrain, Marceng memiliki opsi untuk berbagi dengan Ole Romeny untuk menciptakan gol kedua.

Sayangnya, di momen tersebut, Marceng lebih memilih untuk melepaskan tembakan dan membuat peluang emas yang susah payah dihasilkan itu menjadi terbuang percuma.

Namun demikian, sebagai pemain yang memiliki kepercayaan diri tinggi, cenderung bermain egois, oportunis dan individualis, di laga melawan Bahrain kemarin Marceng sempat menampilkan momen langka dengan berbagi bola bersama Ole Romeny untuk menciptakan satu-satunya gol Timnas Indonesia.

Sebuah momen yang cukup jarang terjadi, dan membuatnya harus kehilangan ciri khas permainan yang melekat padanya meski hanya untuk sesaat.

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak