Dalam beberapa balapan terakhir, performa Alex Marquez menunjukkan penurunan yang cukup drastis dibandingkan awal musim. Sebelumnya, adik Marc Marquez ini konsisten bersaing di posisi terdepan, tapi dalam tiga seri terakhir, hasil yang diraihnya tidak sebaik biasanya.
Pencapaian tertingginya diraih di sprint race Grand Prix Austria, di mana ia mampu naik ke podium kedua. Meski begitu, balapan-balapan sebelumnya tidak berjalan mulus.
Di Grand Prix Ceko, Marquez hanya mampu menyelesaikan sprint race di posisi ke-17, sementara di balapan utama ia terpaksa gagal finis akibat kecelakaan yang melibatkan Joan Mir.
Di Austria, setelah sukses meraih podium di sprint, hasil di balapan utama tidak sebanding karena ia hanya menempati posisi ke-10. Sementara itu, di Grand Prix Hungaria, Marquez junior kembali menunjukkan hasil yang mengecewakan, finis di urutan kedelapan pada sprint race dan menurun ke posisi ke-14 di balapan utama.
Menanggapi hal ini, rekan setim Alex Marquez di Gresini Racing, Fermin Aldeguer, menilai bahwa salah satu faktor utama di balik performa menurun Alex adalah ketidakcocokan dengan lintasan, Red Bull Ring dan Balaton Park dinilai berseberangan dengan karakter balap Alex Marquez.
"Entahlah, kurasa dia tidak sedang mengalami kemerosotan performa. Hanya saja Red Bull Ring dan Balaton Park mungkin bukan trek yang 100% cocok untuknya, tapi kita pasti akan melihat Alex yang sangat tangguh di Barcelona," ujar Fermin Aldeguer, dilansir dari laman MotoGP News.
Meskipun begitu, Aldeguer tetap optimistis bahwa Marquez akan mampu kembali tampil kompetitif di seri berikutnya, terutama saat menghadapi Grand Prix Catalunya, yang diyakini akan lebih sesuai dengan gaya balapnya.
"Setelah istirahat seminggu, dia akan punya waktu untuk bersantai dan berpikir. Dia menyelesaikan tahun 2024 dengan sangat baik di Montmelo, baik dalam balapan maupun latihan. Saya rasa dia belum kehilangan arah," katanya.
Di klasemen sementara, Alex Marquez masih menempati posisi kedua dengan raihan 280 poin, hasil dari satu kemenangan dan tujuh podium (balap Grand Prix), ditambah podium sprint race sepanjang musim ini. Kini, dia terpaut 52 poin dari Pecco Bagnaia, yang berada di urutan ketiga klasemen sementara.
Posisi ini relatif aman, tapi Marquez tidak boleh terlena. Sisa delapan seri musim ini mungkin akan berlangsung sengit, di mana setiap kesalahan atau kehilangan poin bisa berdampak besar pada posisi di akhir musim.
Tak hanya itu, para rival pun juga mulai menunjukkan kekuatan mereka dan siap menekan pembalap-pembalap yang berada di papan atas, termasuk Alex Marquez sendiri. Sebut saja Marco Bezzecchi dari Aprilia yang konsisten meraih 3 podium dalam 3 seri terakhir.
Belum lagi ada pembalap-pembalap KTM, Pedro Acosta dan Enea Bastianini yang akhir-akhir ini juga mulai merepotkan persaingan di barisan depan. Fermin Aldeguer serta duo VR46 juga tak ketinggalan.
Oleh karena itu, dengan tantangan yang ada di depan mata, Marquez perlu segera bangkit untuk menemukan performa terbaiknya. Adaptasi terhadap karakter sirkuit, strategi balap yang tepat, dan konsistensi menjadi kunci agar ia tetap berada di posisi yang aman di klasemen.
Meski sedang menghadapi performa yang kurang stabil, pengalaman dan mental yang dimilikinya memberikan harapan bagi Marquez untuk segera kompetitif lagi.
Ke depannya, bagaimana ia mengatur balapan dan menaklukkan lintasan-lintasan tersisa akan menjadi penentu apakah posisinya tetap kokoh atau mulai terancam oleh para pesaing yang semakin kuat. Kalau menurut kalian, apakah Alex Marquez bisa bertahan di posisi runner-up sampai akhir musim atau tergeser oleh pembalap lain?
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS