Kuasai Oxford United, Semoga Erick Thohir Tak Blunder Seperti di Inter Milan dan Timnas Indonesia

Sekar Anindyah Lamase | M. Fuad S. T.
Kuasai Oxford United, Semoga Erick Thohir Tak Blunder Seperti di Inter Milan dan Timnas Indonesia
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir (pssi.org)

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir semakin mengokohkan dominasinya di klub Oxford United dengan persentase kepemilikan klub yang terhitung mutlak.

Sepertimana dilansir laman resmi tim asal Inggris tersebut, sosok yang kini menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olah Raga Republik Indonesia itu dikonfirmasi menjadi pemilik klub setelah mengakuisisi saham dari Oxford Investmen Holding Pte. Ltd.

Naiknya status Erick Thohir sebagai penguasa di Oxford United ini tentu sedikit banyak menyisakan ruang kekhawatiran. Pasalnya, ketika Erick menjadi pengendali sebuah klub atau tim, dirinya sering membuat blunder yang mana bertendensi kepada ego pribadi.

Setidaknya, hingga saat ini sudah ada dua tim yang menjadi korban dari blunder yang dilakukan oleh Erick. Yang pertama adalah Inter Milan dan yang kedua adalah Timnas Indonesia.

Disadur dari laman resmi Inter Milan, Erick Thohir sempat menjabat sebagai presiden klub pada medio 2013 hingga 2018. Pada awal-awal kepemimpinannya di klub Liga Italia Serie A itu, eks pemilik DC United tersebut langsung membuat keputusan berani dengan melengserkan Roberto Mancini dari kursi kepelatihan dan menggantikannya dengan Frank de Boer.

Namun sayangnya, keputusan ini justru berbuah fatal. Di bawah nakhoda Frank de Boer, Inter Milan justru semakin terseok, sehingga pada akhirnya pihak klub memutuskan kontrak kerja sama dengan de Boer setelah sang pelatih membersamai Inter Milan hanya dalam 14 kali pertandingan saja.

Pun demikian halnya saat Erick Thohir menjadi pemegang kendali di Timnas Indonesia. Tanpa ada pemicu yang bisa dibenarkan, eks Menteri BUMN itu memecat Shin Tae-yong dari kursi kepelatihan meskipun sang pelatih sukses membawa Indonesia berada di jalur kelolosan menuju Piala Dunia 2026 dan menggantikannya dengan Patrick Kluivert.

Hasilnya pun sudah kita ketahui bersama. Permainan Indonesia yang sudah sedemikian apik dan terpola di bawah arahan Shin Tae-yong, kembali amburadul ketika dipegang oleh Kluivert. Hingga pada akhirnya, impian berlaga di Piala Dunia yang sebelumnya sudah berada di depan mata, harus musnah karena tersingkir di ronde keempat babak kualifikasi.

Blunder-blunder Erick Thohir seperti inilah yang tentunya harus dikhawatirkan oleh para pendukung dari Oxford United. Pasalnya, jika nantinya Erick Thohir melakukan blunder lagi dan tak tepat dalam membuat suatu keputusan, nasib Oxford yang akan menjadi taruhannya.

Hal ini tentunya tak lepas dari kondisi yang membelit Oxford di pentas Championship, di mana hingga selesainya matchday ke-15, mereka masih terseok dan berada di posisi ke-21 atau hanya satu strip di atas zona degradasi.

Jika nantinya Erick Thohir kembali melakukan blunder dan membuat kondisi tim menjadi lebih buruk dari saat ini, tentu saja nama Oxford United akan tereliminasi dari Divisi Championship sekaligus mereka harus siap-siap untuk turun kasta di musim mendatang.

Yah, kita doakan saja semoga nasib Oxford United tak seperti Inter Milan dan Timnas Indonesia ketika Erick Thohir menjadi pemimpinnya ya!

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak