Hanya Dapatkan Tim-Tim Semenjana di FIFA Series, Masih Yakin Indonesia Anak Emas FIFA?

Sekar Anindyah Lamase | M. Fuad S. T.
Hanya Dapatkan Tim-Tim Semenjana di FIFA Series, Masih Yakin Indonesia Anak Emas FIFA?
Gianni Infantino dan Erick Thohir (pssi.org)

Guliran FIFA Series 2026 di Indonesia tampaknya tak akan dihiasi dengan tim terkemuka di pentas sepak bola dunia.

Alih-alih kedatangan tim yang menjadi tier 1 di persepakbolaan dunia seperti Argentina, Brazil, Prancis, Spanyol, Inggris dan tim-tim selevel, grup yang dihuni oleh Indonesia pun tak menarik minat tim dengan peringkat di bawah 50 besar dunia untuk hadir.

Berdasarkan informasi yang diunggah oleh laman Suara.com (20/1/2026), tim terbaik yang akan mentas di FIFA Series 2026 Indonesia hanyalah Bulgaria, yang mana dalam peringkat terbaru FIFA berada di tangga 80an besar dunia.

Selain Bulgaria yang kini mendiami peringkat ke-87 FIFA, laman Suara.com juga mengabarkan bahwa dua tim lain yang turut serta memiliki peringkat yang lebih minor ketimbang tuan rumah.

Bagaimana tidak, Saint Kitts and Nevis yang menjadi perwakilan dari zona CONCACAF kini berada di peringkat ke-154 dunia, sementara Kepulauan Solomon yang menjadi perwakilan dari konfederasi OFC berada di tingkatan yang sedikit lebih baik, yakni peringkat 152 dunia.

Tak hadirnya lawan yang "bernama" di FIFA Series Indonesia, tentunya membuat kita memunculkan sebuah konklusi dasar yang mungkin pula terbalut dalam sebuah tanya. Tak adanya tim dengan nama besar yang hadir di FIFA Series yang bakal digulirkan pada bulan Maret mendatang, membuat para fans Indonesia harus mulai sadar diri, bahwa ternyata Indonesia tak seistimewa itu di mata FIFA.

Alasannya cukup sederhana, karena dengan embel-embel "FIFA" dalam agenda yang diinisiasi secara langsung oleh induk sepak bola dunia tersebut, tentunya Indonesia akan jauh lebih mudah untuk menarik kontestan yang memiliki nama besar untuk hadir ke Tanah Air.

Jika Indonesia benar-benar masih dianggap sebagai anak emas dari FIFA, sudah pasti Induk Sepak Bola Dunia tersebut akan memberikan prioritas kepada Indonesia, termasuk dalam hal pemilihan tim untuk tergabung di grup ini.

Namun yang terjadi di lapangan justru sama sekali tak mencerminkan bahwa Indonesia adalah anak emas dari FIFA. Alih-alih dilebur dalam satu grup dengan para raksasa dunia, setelah menunggu beberapa waktu, Timnas Bulgarialah yang pada akhirnya datang untuk memenuhi slot UEFA di grup Indonesia.

Sementara 2 slot lainnya, FIFA justru mengisinya dengan kontestan dari zona OFC yang mana bukan merupakan zona utama dalam persepakbolaan dunia, serta zona CONCACAF yang hanya diwakili oleh tim kelas 2 atau bahkan kelas 3 kawasan.

Jadi, jika melihat para kontestan yang akan bermain di FIFA Series 2026 mendatang, sepertinya kita perlu untuk bertanya dari dalam hati yang terdalam, apa benar memang Indonesia adalah anak emas dari FIFA?

Kalau anak emas, mengapa untuk sekadar kontestan FIFA Series saja grup tempat Indonesia berada hanya diberi tim-tim yang tak begitu memiliki nama?

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak