facebook

Pariwisata Indonesia Post Pandemi Covid-19

Rais
Pariwisata Indonesia Post Pandemi Covid-19
Pemandu pariwisata memeriksa suhu tubuh peserta program 'Fam Trip' bertajuk 'Explore Badung' yang akan memasuki bus pariwisata di Badung, Bali, Minggu (6/12/2020). [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf]

Vaksinasi menjadi solusi di balik pandemi Covid-19 yang merajalela. Pemerintah terus berupaya untuk mengoptimalkan vaksinasi ke seluruh masyarakat Indonesia. Diharapkan apabila masyarakat telah mendapatkan vaksin paling tidak 90%, maka pandemi di Indonesia akan berkurang, dan menjadikan negara kita siap menyambut “The Real New Normal”.

Ketika waktu itu akan tiba, maka masyarakat akan berlomba untuk dapat beraktivitas ke luar rumah dan tentunya akan berwisata ke berbagai seluruh destinasi wisata di Indonesia. Oleh karena itu, pihak Kemenparekraf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) telah menyusun strategi dan konsep untuk dapat maksimal dalam menyambut masa post pandemic atau dengan kata lain post vaccine.

Sektor pariwisata tentu menjadi paling diminati oleh masyarakat setelah pandemi ini selesai, karena masyarakat membutuhkan hormone atau feeling kebahagian yang bisa mereka dapatkan saat berkunjung ke berbagai daerah destinasi wisata.

Hal tersebut diperkuat dengan webinar yang telah dilaksanakan belum lama ini yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, bertemakan “Indonesia Tourism & Creative Industry Forum 2021 atau (ITCIF)”.

“Masyarakat setelah selesai melakukan vaksinasi cenderung memiliki kemauan untuk dapat pergi ke luar/berwisata," pendapat Yoswohady sebagai pemateri dari webinar tersebut.

“Wisata dengan konsep Nature, Eco, Wellness, Adventure (NEWA) akan lebih diminati pada akhir pandemi nanti," tambahnya.

Destinasi wisata dengan konsep alam memang menjadi favorit masyarakat nusantara. Apabila melihat destinasi pantai, pegunungan sampai hutan raya di hari libur pasti akan padat akan pengunjung wisatawan.

Hal seperti itulah yang di nantikan oleh masyarakat agar bisa berwisata di tengah pandemi saat ini. Akan tetapi, hal tersebut merupakan tindakan yang tidak diperbolehkan oleh pemerintah.

Apabila melihat kondisi sekarang, pemerintah terus mengonjot vaksinasi ke berbagai daerah dengan tujuan agar masyarakat aman dan tidak terlalu berbahaya apabila terkena covid-19. Masyarakat dapat menyambut kehidupan baru setelah melakukan vaksinasi, kapan hal itu terwujud?

Digadang-gadang bahwa akhir tahun 2021 nanti negara kita siap menyambut kehidupan baru. Atau paling tidak awal tahun 2022 Indonesia siap menyambut “The Real New Normal”.

Oleh karena itu pemerintah (Kemenparekraf) harus sangat siap untuk menyambut masa post vaccine atau post pandemic yang direncanakan akhir tahun 2021. Keramahan (Hospitality) dari setiap industri pariwisata harus tetap terjaga dan harus menerapkan program CHSE (Cleanliness, Healthiness, Safety, Environment) untuk lebih ketat lagi.

Sesuai arahan dari Menteri Kemenparekraf, Sandiaga Uno mengatakan bahwa sektor pariwisata akan menerapkan program 3G (Gercep, Geber, Gaspol) untuk mengembangkan sektor pariwisata. Hal tersebut tentu perlu dukungan dari masyarakat dari berbagai sektor sub-pariwisata agar dapat terwujud.

Apabila 3G ini dapat diterapkan, maka dunia pariwisata akan berjalan normal kembali dan siap menyambut masyarakat untuk dapat berwisata. Akan tetapi apabila pariwisata normal kembali, sebaiknya masyarakat dapat mematuhi protokol kesehatan dengan benar sesuai arahan dari pemerintah.

Penggunaan masker, menjaga jarak, kartu vaksinasi harus dimiliki oleh setiap individu apabila akan pergi berwisata. Dengan menerapkan protokol kesehatan, tentu akan meminimalisir risiko terkena penyakit. Bukan hanya penyakit covid-19 saja yang terhindar, beberapa lainnya seperti TBC, Flu, batuk, dan lain-lain pun dapat dihindari.

Memberikan penghargaan terhadap destinasi wisata atau hotel dapat dilakukan apabila berhasil menerapkan protokol kesehatan yang ketat, baik untuk stakeholder perusahaan mapun pengunjung maupun wisatawan yang datang.

Penghargaan tersebut dapat dilakukan oleh pemerintah sebagai upaya untuk menerapkan kehidupan yang sehat, sehingga dapat memberikan contoh kepada masyarakat atau perusahaan lain yang bergerak dalam bidang pariwisata, untuk dapat menerapkan kehidupan yang bebas dari penyakit.

Memang sangat berat untuk dapat beradaptasi dengan kehidupan yang menjunjung tinggi nilai kesehatan. Akan tetapi hal tersebut harus diterapkan oleh masyarakat dengan perlahan-lahan. Toh nikmat sehat menjadi paling utama dalam kehidupan kita di dunia ini.

Tak hanya itu, dengan menerapkan protokol kesehatan secara terus menerus dapat menjadikan adaptasi kebiasaan yang baik untuk kesehatan kita. Kesehatan yang baik dapat berpengaruh terhadap kualitas hidup sehat serta panjang umur bagi umat manusia.

Peraturan dalam sebuah destinasi pariwisata menjadi paling utama di kala post pandemi Covid-19. Apabila masyarakat tidak menggunakan protokol kesehatan, pihak dari pengelola destinasi dapat memulangkan setiap individu. Hal tersebut dapat dipertegas oleh pihak pemerintah khususnya Kemenparekraf untuk mengeluarkan aturan yang menjunjung tinggi nilai kesehatan dalam sebuah destinasi wisata.

Kemudian, pemerintah harus siap mengoptimalkan serta mengevaluasi apabila ada program bantuan dana finansial untuk setiap destinasi pariwisata dan ekonomi kreatif. Kenapa? Karena kasus korupsi bansos waktu itu harus menjadi tolak ukur pemerintah dalam memberikan bantuan finansial.

Dana finansial tersebut rencananya akan cair dalam waktu dekat dengan tujuan untuk membenahi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Dana tersebut ditujukan untuk pengelola destinasi wisata, hotel, restoran dan ekonomi kreatif. Keempat industry tersebut membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat.

Dana yang tidak sedikit yaitu senilai 2,4 Triliun yang akan digelontorkan pemerintah untuk pelaku pariwisata yang terkena dampak covid-19. Apabila dana sudah cair dan diterima oleh pihak yang bersangkutan, maka sistem transparansi harus dilakukan untuk meminimalisir kerugian.

Dengan adanya dana tersebut, maka karyawan yang bekerja dalam industri pariwisata dapat kembali mendapatkan pendapatan yang normal, sehingga Indonesia siap menyambut pariwisata normal di kala post pandemic covid-19.

Ketika post pandemic telah tiba, maka sektor pariwisata akan kembali menyumbang devisa pendapatan negeri dengan normal. Dana finansial tersebut dapat digunakan untuk membangun negeri ini dari berbagai sektor termasuk pariwisata sendiri.

Apabila sektor pariwisata terus dibangun dan menjadi berkembang, maka wisatawan dari berbagai penjuru negeri dapat berkunjung, sehingga dapat menguntungkan bagi negara kita Indonesia.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak