Kolom

Realita Dunia Orang Dewasa: Bekerja Terasa Jauh Lebih Nyaman, Efek Pimpinan Baru yang Pengertian

Realita Dunia Orang Dewasa: Bekerja Terasa Jauh Lebih Nyaman, Efek Pimpinan Baru yang Pengertian
Ilustrasi pimpinan yang mengayomi anak buahnya (Gemini)

Sebelumnya, saya tak pernah benar-benar beranggapan bahwa keberadaan pimpinan di tempat kerja memiliki pengaruh yang sedemikian besar terhadap kinerja para bawahannya. Mungkin karena selama ini, saya selalu mendapatkan pimpinan yang slow, fleksibel, tak memaksakan kehendak dan membebaskan kami untuk berkreasi setinggi-tingginya di tempat kerja. Namun, semua pandangan saya berubah ketika saya mendengarkan cerita dari Mbak Adil (sebut saja demikian), yang tempat kerjanya baru saja mendapatkan jatah pergantian pimpinan.

Semua kisah ini berawal ketika di pertengahan pekan kemarin, ketika iseng-iseng sedang scroll status WA di kontak teman-teman, saya mendapati sebuah unggahan yang cukup aneh bagi saya. Tak seperti sebelum-sebelumnya, Mbak Adil mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan dirinya tengah lembur mempersiapkan uborampe (segala kebutuhan) perlombaan yang dituanrumahi oleh tempat kerjanya yang berada di Kabupaten Rembang.

Mengapa hal ini cenderung aneh untuk saya pribadi? Karena semenjak mengenal Mbak Adil di kisaran tahun 2010-an lalu, beliau sangat jarang mengunggah status terkait dengan pekerjaan. Seingat saya, semenjak pertengahan dekade 2010-an kemarin, Mbak Adil memang sangat jarang mengekspos kegiatan-kegiatan dirinya di tempat kerja kecuali hal-hal yang berkaitan dengan prestasi dan pencapaian.

Pergantian Pimpinan yang Membuat Suasana Kerja Jauh Lebih Nyaman

Beranjak dari rasa penasaran itu, saya iseng membuka percakapan. Sebuah pertanyaan singkat meluncur melalui ponsel saya.

"Kok tumben nderek (ikut) lembur, Mbak? Seingat saya, riyin-riyin (dulu-dulu) kok jarang bikin status lembur sampai malam seperti ini?" tulis saya melalui aplikasi pesan WA.

Tak langsung dibalas, butuh beberapa menit bagi saya untuk mendapatkan respon dari Mbak Adil. Hingga akhirnya, sebuah notifikasi muncul di ponsel saya. Sebuah jawaban dari Mbak Adil yang justru semakin memantik rasa penasaran untuk bertanya jauh lebih dalam.

"Kerjo nek atine seneng, nyaman-nyaman wae, Mas. (Kerja kalau dengan hati yang bahagia, nyaman-nyaman saja, Mas)," balas Mbak Adil singkat.

Tentu saja, jawaban ini membuat saya semakin penasaran dengan apa yang terjadi. Kenapa Mbak Adil justru menuliskan kalimat demikian? Apakah sebelum-sebelumnya dia tidak merasakan kenyamanan dalam bekerja?

Pertanyaan-pertanyaan di benak saya semakin memadat. Terlebih lagi, tempat kerja Mbak Adil sendiri baru mendapatkan pimpinan baru setelah pimpinan lamanya dipindah ke tempat lain.

Lebih lanjut, Mbak Adil pun menjelaskan bahwa pimpinannya saat ini memiliki karakter yang sangat jauh berbeda dengan pimpinannya sebelumnya.

Alih-alih menguliti pimpinannya yang terdahulu, Mbak Adil justru lebih senang untuk menjelaskan gaya positif pimpinannya yang sekarang, yang diakuinya membuat dia dan rekan-rekan kerjanya jauh lebih bersemangat untuk berkarya dan berkegiatan.

"Untuk saat ini, rasanya kerja lebih santai tapi tetap terarah dan tentu saja kami merasa lebih nyaman. Saya merasa saat ini tidak ada rasa 'berat hati' untuk bekerja, karena sekarang lebih ke bekerja atas dasar rasa nyaman, ya," terangnya masih melalui WA.

Dari sini, saya mulai mencoba untuk memahami posisi Mbak Adil saat ini dan mencoba untuk membandingkannya dengan era pimpinan sebelumnya. Lebih lanjut, saya pun mencoba untuk mengorek lebih dalam tentang hal yang disukai olehnya serta rekan-rekan sejawatnya dalam sosok pimpinannya yang sekarang.

"Pimpinan yang sekarang, memiliki karakter yang suka melindungi kami sebagai bawahannya, Mas. Orangnya memang cenderung lebih santai dalam bekerja, tapi lebih pasti dan terarah,"

"Tidak hanya metaki (nyuruh-nyuruh) untuk bekerja, tapi juga memberi contoh dan ikut kerja juga. Dan itu tadi yang paling penting, beliau tipikal pimpinan yang melindungi anak buahnya. Jadi, ibarat kata, njaluk kerjo piye wae oke, Mas (minta kerja bagaimanapun, oke saja, Mas)," terang Mbak Adil panjang lebar ketika saya meminta beliau untuk mendeskripsikan hal-hal yang membuat dia dan teman-temannya bekerja sekarang jauh lebih nyaman.

Pentingnya Gaya Kepemimpinan yang Mengayomi

Dari sekelumit kisah yang dijabarkan oleh Mbak Adil terkait pengalaman dengan para pemimpinnya, saya pribadi kini bisa memetik pembelajaran berharga.

Memiliki pimpinan yang mengerti dengan kondisi anak buah dan tidak menempatkan dirinya di posisi sebagai pemberi perintah tanpa memberi contoh dan turut bekerja bersama-sama akan membuat suasana hati para anak buah akan menjadi muram, dan pada akhirnya akan berimbas pada kinerja yang mereka lakukan.

Patuh terhadap pimpinan adalah sebuah kewajiban, namun jika kepatuhan itu dilakukan karena dasar keterpaksaan atau ketakutan, maka hal itu tak lebih dari sekadar kepatuhan semu dan bisa saja menjadi bom waktu yang sewaktu-waktu bisa meledak dan menghancurkan tatanan kerja yang ideal di mata pimpinan pada lingkungan kerja tempat mereka berada.

Kepatuhan yang muncul dari dalam diri sendiri, alias kepatuhan yang timbul dari hati dan kesadaran diri, tentunya akan jauh lebih bernilai ketimbang kepatuhan-kepatuhan terhadap pimpinan yang didasari dengan rasa terpaksa seperti yang semula ditunjukkan oleh Mbak Adil dan rekan-rekan sejawatnya.

Dan hal ini bisa terjadi jika seorang pimpinan memiliki gaya memimpin yang pengertian. Setidaknya seperti yang dijabarkan oleh Mbak Adil, kepatuhan dari dalam hati anak buah akan tercipta secara otomatis jika pimpinan memiliki jiwa pengayom, pelindung, berorientasi kepada kenyamanan bekerja anak buah, tak mengagung-agungkan jabatannya dan lebih memandang hal itu sebagai sebuah amanat alih-alih kekuasaan.

Sementara saya? Setelah mendapatkan sedikit cerita dari Mbak Adil, saya semakin bersyukur karena ternyata selama ini selalu mendapatkan pimpinan yang tak aneh-aneh dan memberikan banyak ruang bagi kami untuk terus berekspresi tanpa mengekang dengan mengatasnamakan kepatuhan kepada pimpinan.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda