Kolom

Diplomasi Candi: Apa Rahasia di Balik Pertemuan Prabowo Subianto dan Narendra Modi?

Diplomasi Candi: Apa Rahasia di Balik Pertemuan Prabowo Subianto dan Narendra Modi?
Kompleks Candi Prambanan yang menjadi fokus kerja sama konservasi budaya antara Indonesia dan India. (Foto: Pexels/Charl Durand)

Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Narendra Modi menyisakan satu momentum menarik. Bukan tentang kesepakatan militer atau investasi nikel, melainkan sebuah komitmen tak biasa: kerja sama bilateral untuk konservasi Candi Prambanan.

Di tengah lanskap politik global yang semakin transaksional, langkah kedua pemimpin ini memicu pertanyaan besar. Mengapa situs purbakala abad ke-9 tiba-tiba menjadi magnet diplomasi tingkat tinggi? Jawabannya jelas: ini bukan sekadar urusan memugar batu yang keropos, melainkan panggung perebutan pengaruh kebudayaan (soft power) di Asia.

Melampaui Narasi Barat

Selama berabad-abad, panggung diplomasi global didominasi oleh narasi Western-centric. Kita terbiasa melihat kerja sama warisan budaya selalu disetir oleh lembaga atau pendanaan dari Barat. Namun, apa yang terjadi di Prambanan hari ini adalah anomali yang menyegarkan. Indonesia dan India sedang mempertontonkan cara baru dalam berdiplomasi.

Bagi India di bawah Modi, Prambanan adalah jembatan historis yang membuktikan seberapa jauh pengaruh kultural mereka merajut peradaban Asia Tenggara di masa lalu. Bagi Indonesia, ini adalah penegasan posisi tawar kita.

Kita tidak sedang diposisikan sebagai penerima bantuan yang pasif, melainkan mitra setara yang memiliki aset kebudayaan bernilai tinggi. Kedua negara sedang mengirim pesan kuat ke dunia: Asia punya narasi, sejarah, dan kekuatannya sendiri untuk mengelola peradabannya tanpa perlu selalu mendikte kiblat ke Barat.

Diplomasi yang Hidup, Bukan Sekadar Museum

Menariknya, Prambanan bukanlah cagar budaya mati. Ia adalah living monument—situs sejarah yang hingga kini masih berdenyut sebagai tempat ibadah aktif bagi umat Hindu di Indonesia. Di sinilah letak analisis menariknya. Kerja sama dengan India, negara dengan populasi Hindu terbesar di dunia, membawa angin segar sekaligus tantangan tersendiri.

Beberapa pihak mungkin mengkhawatirkan adanya "standardisasi" metode konservasi yang terlalu berkiblat pada India. Namun, jika kita melihatnya dari kacamata soft power, kolaborasi ini justru harus menjadi ruang dialektika.

Indonesia punya corak Hinduisme Nusantara yang khas, tercermin dari arsitektur candi yang sarat kearifan lokal Jawa kuno. Jika dikelola dengan bijak, restorasi ini akan menjadi pembuktian bahwa kebudayaan global bisa tumbuh subur lewat proses adaptasi dan saling menghormati, bukan asimilasi paksa yang menghilangkan identitas lokal.

Membaca Arah "Poros Baru" Asia

Langkah politik luar negeri ini juga memperlihatkan visi yang taktis. Di tengah ketegangan geopolitik Indo-Pasifik dan dominasi ekonomi Tiongkok, mempererat ikatan kultural dengan India adalah strategi diversifikasi mitra yang cerdas.

Ini adalah bentuk diplomasi yang halus, namun menghunjam dalam. Melalui ikatan sejarah Hindu-Buddha yang pernah menyatukan kawasan ini di masa lampau, kedua negara sedang merajut kembali "poros budaya" kuno untuk menghadapi dinamika modern.

Merawat Batu, Merajut Masa Depan

Pada akhirnya, kesepakatan di Prambanan ini mengingatkan kita bahwa kekuatan sebuah negara tidak melulu dihitung dari jumlah hulu ledak nuklir atau pertumbuhan PDB. Kekuatan sejati juga terletak pada seberapa mampu negara tersebut merawat memori kolektif dan menjadikannya daya tawar di panggung internasional.

Tantangan terbesarnya kini ada di pundak para pembuat kebijakan kita. Mampukah proyek konservasi ini tetap menempatkan masyarakat lokal dan umat Hindu Indonesia sebagai aktor utama, dan bukan sekadar penonton di rumah sendiri? Bagaimana menurut Anda?

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda