facebook

Selain Ada Alun-alun Tersibuk di Afrika, Intip 6 Sisi Unik Kota Marrakesh

Dini Hariyani
Selain Ada Alun-alun Tersibuk di Afrika, Intip 6 Sisi Unik Kota Marrakesh
Salah satu sudut Kota Marrakesh.[Pexels.com/Tom D'arb]

Kota Marrakesh di Afrika memang menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk melancong ke negara ini. Keindahan kota dengan latar belakang sejarahnya yang unik tak dapat menolak wisatawan mengunjungi tempat ini.

Berikut ini 6 sisi unik kota Marrakesh yang disadur dari laman bigseventravel.

1. Kota Merah

Marrakesh disebut kota merah karena bangunan dan bentengnya yang terbuat dari tanah liat merah yang mencolok, dibangun pada masa Almohad. Marrakesh juga menawarkan 10 mil (16 km) tembok merah di sekitarnya.

2. Tiga bahasa

Bahasa Arab adalah bahasa nasional resmi di Marrakesh. Selain itu bahasa Prancis dan Amazingh yang merupakan bahasa Berber juga digunakan secara luas di sini. Hal ini tak lepas dari sejarah karena pada tahun 1912, pemerintah Prancis secara resmi mengambil sebagian besar kerajaan Morroco dalam Perjanjian Fes. Marrakesh menjadi bagian dari Maroko Prancis. Di kota ini masih banyak tanda ditulis dalam bahasa Arab dan Prancis.

3. Alun-alun tersibuk di Afrika

Djemaa el-Fnaa adalah alun-alun tersibuk di Afrika yang berada di Marrakesh yang  telah ramai sejak abad ke-11. Selama berabad-abad tempat ini adalah pasar makanan yang sangat besar. Pedagang akan melakukan perjalanan turun dari pegunungan dan mendirikan toko di bawah tenda setiap hari. Namun hari ini, tempat ini dipenuhi dengan pawang ular dengan seruling, rombongan gnaoua, seniman tato henna, dan kedai makanan.

4. Istana dan bangunan tua

UNESCO menetapkan seluruh Madinah sebagai Situs Warisan Dunia pada awal 2000-an. Terdapat Masjid Koutoubia yang dibangun lebih dari 700 tahun lalu menjulang tinggi lebih dari 220 kaki. Kemudian istana El Badi, dibangun pada abad ke-16 oleh sultan Saadian Ahmed al-Mansour. Ada lagi Madrasah Ben Youssef yang sudah ada sejak abad ke-14.

5. Winston Churchill dan Marrakesh

Winston Churchill sangat mencintai Kota Marrakesh sejak 1930-an saat dikecualikan dari pemerintahan Baldwin. Di kota inilah ia akan menghabiskan musim dinginnya. Sebagai seorang pelukis, ia tertarik pada kontras antara lokasi gurun kota dan pegunungan Atlas yang menjulang tinggi. Bahkan, di tengah Perang Dunia II pada tahun 1943, Churchill praktis memohon kepada Franklin D. Roosevelt untuk menemaninya dalam perjalanan ke kota setelah Konferensi Casablanca.

6. Larangan menebang palem di Marrakesh

Marrakesh dikelilingi kebun palem besar yang terdiri dari beberapa ratus ribu pohon. Di dalam kotanya itu sendiri juga ditumbuhi pohon palem. Seringkali lokasinya tidak biasa seperti di tengah jalan atau merayap di atas gedung. Hal ini tak mengherankan karena menebang pohon palem di Marrakesh adalah ilegal. Sehingga pohon palem di sini dibiarkan begitu saja.

Itulah 6 sisi unik dari Kota Marrakesh yang ada di Afrika. Mau menjadi salah satu penggemar kota ini ?

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak