Menu Sahur Hemat dan Bergizi: 4 Olahan Telur yang Satset dan Ramah Kantong

Hayuning Ratri Hapsari | Ukhro Wiyah
Menu Sahur Hemat dan Bergizi: 4 Olahan Telur yang Satset dan Ramah Kantong
Ilustrasi telur ayam (Freepik/KamranAydinov)

Ramadan selalu membawa suasana hangat dan menyenangkan: masjid-masjid lebih ramai, suara tadarus menggema di mana-mana, undangan buka bersama yang menjadi ajang silaturahmi dengan teman lama, hingga keinginan untuk berbagi lebih banyak dengan sesama. Namun, di balik suasana itu, ada satu hal yang sering ikut meningkat, yaitu pengeluaran. Harga bahan pokok cenderung naik, jadwal bukber membuat dompet lebih cepat menipis, belum lagi kebutuhan lebaran yang sudah mengintip sejak awal bulan.

Di tengah kondisi itu, dapur menjadi ruang kecil tempat kita belajar mengelola prioritas. Sahur tetap harus bergizi agar tubuh kuat berpuasa seharian. Namun, bukan berarti setiap hari harus menyajikan lauk yang mahal dan beragam.

Ramadan sejatinya mengajarkan pengendalian diri, termasuk dalam hal pengeluaran. Jika tidak disadari, kita bisa saja lebih boros di bulan yang seharusnya melatih kesederhanaan. Maka, memilih menu sahur yang hemat, praktis, dan tetap bernutrisi bukan sekadar soal memasak, melainkan juga tentang menjaga keseimbangan finansial.

Telur sebagai Menu Sahur Andalan

Di antara berbagai bahan makanan, telur seringkali menjadi penyelamat dapur. Sebagai sumber protein hewani, harga telur relatif lebih terjangkau dibandingkan dengan ayam atau daging. Selain itu, telur juga mudah ditemukan di warung-warung kecil dan memiliki masa simpan yang cukup lama.

Dari sisi gizi, telur mengandung protein yang cukup tinggi untuk membantu menjaga energi selama berpuasa. Protein membantu tubuh merasa kenyang lebih lama dan menjaga stamina hingga waktu berbuka. Tak hanya itu, telur juga mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh.

Istimewanya lagi, telur dapat diolah dengan fleksibel menjadi berbagai variasi menu yang nikmat: digoreng, ditumis, direbus, hingga dijadikan campuran sayur atau lauk lainnya. Artinya, dengan satu bahan utama dan budget sekitar Rp20.000 dalam sekali masak, kita bisa menciptakan banyak pilihan menu tanpa harus menambah panjang daftar belanja.

Empat Menu Olahan Telur Simpel, Satset, dan Bergizi

Nggak harus pintar memasak, ini empat menu olahan telur yang cara masaknya simpel, satset, antiribet, tapi tetap sehat dan bergizi. Anak kos dan pemula friendly banget!

1. Telur Dadar

Ilustrasi sajian nasi telur dadar (Freepik/jcomp)
Ilustrasi sajian nasi telur dadar (Freepik/jcomp)

Saya yakin banyak yang suka menu satu ini. Telur dadar. Cara membuatnya pun cukup mudah, satset, dan antiribet. Kalau saya biasanya telur yang sudah diceplok di wadah, dicampur dengan beberapa bahan: irisan bawang merah, cabai rawit, dan daun bawang. Kemudian bumbui dengan garam dan kaldu bubuk. Setelah itu goreng si minyak panas. Dengan budget kurang dari Rp10.000 kita sudah bisa menyantap telur dadar yang enak. Disajikan dengan nasi hangat dan saus atau sambal rasanya bisa lebih nikmat.

2. Oseng Telur Cabai Bawang

Menu kedua yang menjadi olahan telur andalan saya adalah Oseng Telur Cabai Bawang. Resep ala saya cukup simpel.

Bahan-bahan: telur, sosis, bawang merah, bawang putih, cabai rawit, daun bawang, minyak goreng, garam, merica bubuk, dan penyedap rasa. Untuk sosis opsional, bisa dihilangkan atau diganti dengan bakso.

Cara memasaknya: kocok telur, lalu potong sosis sesuai selera, iris besar bawang merah, bawang putih, dan cabai rawit, potong tipis daun bawang.

Tumis irisan bawang merah, bawang putih, dan cabai dengan api kecil. Gunakan minyak goreng sedikit saja. Setelah harum, masukkan sosis dan goreng sampai matang. Kemudian orak-arik telur hingga matang. Setelah itu, masukkan garam, merica bubuk, dan penyedap rasa. Aduk merata. Lalu taburkan irisan daun bawang dan aduk sebentar. Jangan lupa untuk koreksi rasa sebelum menyajikannya dengan sepiring nasi hangat.

3. Orak-Arik Telur Kubis

Olahan telur lainnya yang menjadi favorit saya adalah orak-arik telur kubis. Bahan-bahannya mudah didapatkan. Ada telur ayam yang dikocok lepas, kubis/kol diiris tipis-tips, wortel diiris menyerupai korek api, dan irisan daung bawang.

Bumbu: bawang putih dicincang halus, bawang merah diiris tipis, irisan cabai rawit sesuai selera. Untuk penyedap dan tambahan rasa bisa gunakan garam, kaldu bubuk, merica bubuk, sedikit gula pasir, dan saus tiram.

Cara membuat: panaskan sedikit minyak, tuang telur kocok, orak-arik telur hingga matang, lalu angkat dan sisihkan. Setelah itu, dengan minyak yang sama tumis bawang merah, bawang putih, dan cabai hingga harum dan layu. Masukkan irisan wortel terlebih dahulu, masak hingga agak layu, kemudian masukkan kubis dan aduk rata hingga sayuran setengah layu. Masukkan kembali telur orak-arik, lalu tambahkan garam, kaldu bubuk, lada, saus tiram sedikit saja, dan daun bawang. Aduk cepat dengan api besar, koreksi rasa, lalu angkat dan sajikan selagi hangat dengan satu piring nasi.

4. Sup Tahu Telur Pedas

Olahan telur terakhir yang bisa jadi alternatif menu sahur, yaitu Sup Tahu Telur Pedas. Buat kamu yang suka makanan berkuah, menu ini cocok banget buat jadi teman santap. Bahan-bahannya: telur kocok lepas, tahu potong dadu, tomat potong kecil, dan irisan daun bawang. Untuk bumbu iris cukup gunakan bawang merah, bawang putih, dan cabai rawit yang diiris tipis. Bumbu halusnya ada garam, gula, kaldu bubuk, merica bubuk.

Cara memasak: panaskan minyak, tumis bumbu iris sampai harum, masukkan tomat dan aduk sebentar. Tambahkan air secukupnya, masukkan bumbu halus, lalu tuang telur yang sudah dikocok lepas dan aduk perlahan agar telur tetap bertekstur, selanjutnya masukkan tahu dan aduk sebentar. Setelah itu, masukkan daun bawang dan masak hingga mendidih. Jangan lupa koreksi rasa sebelum menyajikannya dalam mangkuk.

Nah, itu tadi empat menu sahur dari olahan telur yang satset dan ramah kantong.

Ramadan mengajarkan kita untuk menahan diri, bukan hanya dari lapar dan haus, tetapi juga dari dorongan untuk berlebihan. Sahur tidak harus selalu mewah agar terasa istimewa. Kadang, justru dari bahan paling sederhana seperti telur, kita belajar bahwa kecukupan bisa terasa sangat cukup ketika dikelola dengan sadar. Yang membuat sahur bernilai bukan semata ragam lauknya, melainkan niat menjaga tubuh agar tetap kuat beribadah sepanjang hari.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak