facebook

Bikin Status WhatsApp Menyentuh, Guru Ini Beri Pesan kepada Orangtua Tentang Nilai

Haqia Ramadhani
Bikin Status WhatsApp Menyentuh, Guru Ini Beri Pesan kepada Orangtua Tentang Nilai
Status WhatsApp seorang guru yang menyentuh. (Twitter/ flywithasoka)

Masih banyak orangtua di Indonesia yang berpikiran konservatif mengenai kesuksesan anak. Orangtua konservatif selalu berpikir bahwa anak harus mendapatkan nilai yang tinggi supaya bisa sukses. 

Padahal nilai hanyalah sebuah angka yang tidak bisa mengukur kesuksesan seorang anak di masa depannya nanti. Guru bernama Bu Nani ini ingin membuka pikiran orangtua tentang nilai rapor anak melalui status WhatsAppnya. 

Penguna media sosial Twitter @flywithasoka membagikan foto tangkapan layar status WhatsApp menyentuh dari Bu Nani. Beliau mengatakan apabila ujian anak didiknya telah selesai dilakukan. 

Bu Nani paham kecemasan yang dirasakan oleh orangtua usai anaknya selesai ujian. Orangtua pasti cemas sekaligus berharap anaknya sukses menjalani ujian. 

Namun, beliau mengingatkan agar orangtua tidak perlu cemas berlebihan mengenai nilai rapor anaknya nanti. Bu Nani menuturkan apabila calon seniman tidak perlu mengerti Matematika. 

Jika anak bisa lulus menjadi dengan nilai tertinggi itu hebat. Apabila tidak, Bu Nani memohon supaya para orangtua tidak merampas rasa percaya diri dan harga diri mereka. 

Orangtua cukup mengatakan kepada anaknya, "Tidak apa-apa, itu hanya sekadar ujian,". Sebab, anak-anak diciptakan untuk sesuatu yang lebih besar lagi dalam hidup ini. 

Guru Ini Beri Pesan Kepada Orangtua

Sepenggal status WhatsApp seorang guru yang menyentuh. (Twitter/ flywithasoka)
Sepenggal status WhatsApp seorang guru yang menyentuh. (Twitter/ flywithasoka)

"Ada calon olahragawan yang lebih mementingkan fisik daripada fisika. Ada calon photografer yang lebih berkarakter dengan sudut pandang art berbeda, yang tentunya ilmunya bukan dari sekolah ini," ungkap Bu Nani. 

Beliau meminta para orangtua mengatakan kepada anaknya jika tidak penting berapapun nilai ujian mereka. Orangtua tetap mencintai anaknya dan tidak menghakimi mereka karena itu. 

Bu Nani menerangkan apabila sebuah ujian atau nilai rendah takkan bisa mencabut impian dan bakat mereka. Beliau mengajak orangtua untuk berpikir terbuka jika bukan dokter dan insinyur saja yang bahagia di dunia ini. 

"Ada calon pengusaha yang tidak butuh pelajaran sejarah atau sastra. Ada calon musisi yang nilai kimianya tak akan berarti," ucap Bu Nani. 

Bu Nani menutup pesan menyentuh kepada orangtua siswanya dengan tulisan, "Hormat saya, wali kelas,".

Hingga artikel ini disusun, unggahan cuitan foto tangkapan layar status WhatsApp Bu Nani sudah mendapatkan 24,3 ribu suka. Warganet yang membaca cuitan berisi pesan menyentuh dari Bu Nani kepada orangtua memberikan pujian terhadap beliau. 

"Hormat banget buat ibu," cuit salah satu warganet. 

"Ibu Nani aku padamu, setuju banget," sahut yang lain.

"Bu Nani terima kasih, terima kasih sudah mengerti dan paham apa yang dirasakan seorang murid hehe. Panjang umur dan sehat selalu bu, love you!" timpal warganet lainnya. 

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak