Harta Kekayaan Ahmad Sahroni vs Eko Patrio: Dari Sopir dan Pelawak Jadi Politisi Tajir

Hayuning Ratri Hapsari
Harta Kekayaan Ahmad Sahroni vs Eko Patrio: Dari Sopir dan Pelawak Jadi Politisi Tajir
Kolase Ahmad Sahroni dan Eko Patrio (Instagram/@ahmadsahroni88/@ekopatriosuper)

Nama Ahmad Sahroni dan Eko Patrio tengah menjadi sorotan publik. Dua anggota DPR RI ini viral lantaran dikabarkan pergi ke luar negeri di tengah gelombang aksi unjuk rasa di sejumlah daerah Indonesia.

Terlepas dari kontroversi keduanya, publik kini melirik harta kekayaan yang mereka laporkan dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Perjalanan dan Kekayaan Ahmad Sahroni

Ahmad Sahroni dan koleksi sepatunya (Ist/X)
Ahmad Sahroni dan koleksi sepatunya (Ist/X)

Ahmad Sahroni kerap disebut sebagai sosok “from zero to hero”. Lahir dari keluarga sederhana di Tanjung Priok, Jakarta Utara, ia sempat bekerja sebagai sopir pada 1998. Kariernya kemudian melesat di dunia bisnis hingga dipercaya memimpin sejumlah perusahaan.

Pada 2014, Sahroni berhasil menembus dunia politik dan duduk di kursi DPR RI. Namanya semakin populer usai menjabat Wakil Ketua Komisi III DPR dan Ketua Pelaksana Formula E Jakarta 2021. Namun, gaya hidup mewahnya yang kerap dipamerkan justru lebih sering jadi perbincangan.

Menurut LHKPN 2024 yang dilaporkan pada Februari 2025, Sahroni memiliki total kekayaan Rp328,9 miliar. Angka ini melonjak jauh dari laporan pertamanya pada 2014 yang hanya Rp2,8 miliar. Rinciannya antara lain:

  • Tanah dan bangunan Rp139,5 miliar (Jakarta hingga Bali).
  • Koleksi kendaraan Rp38,1 miliar dengan total 28 unit, termasuk Ferrari, Porsche 911 Sport Classic seharga Rp14 miliar, Tesla Cybertruck, hingga Harley Davidson Road Glide.
  • Harta bergerak lainnya Rp107,7 miliar.
  • Surat berharga Rp60 juta.
  • Kas dan setara kas Rp78,3 miliar.

Meski demikian, Sahroni juga memiliki utang Rp34,9 miliar. Dengan kekayaan fantastis itu, ia pun masuk jajaran politisi terkaya di Senayan.

Perjalanan dan Kekayaan Eko Patrio

Penampakan rumah Eko Patrio yang ada di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan usai dijarah massa pada Sabtu malam, 30 Agustus 2025 [Suara.com/Adiyoga Priyambodo]
Penampakan rumah Eko Patrio yang ada di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan usai dijarah massa pada Sabtu malam, 30 Agustus 2025 [Suara.com/Adiyoga Priyambodo]

Berbeda dengan Sahroni, Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio lebih dulu dikenal publik sebagai pelawak. Bersama grup Patrio, ia populer sejak era 1990-an. Kehidupannya di masa muda jauh dari mewah, bahkan pernah menjadi kondektur bus hingga berjualan kartu Lebaran.

Pada 2009, Eko memutuskan terjun ke politik dan terpilih sebagai anggota DPR dari PAN. Hingga kini, ia sudah empat periode berturut-turut duduk di Senayan.

LHKPN 2024 mencatat total kekayaannya Rp182,9 miliar, dengan utang Rp51,4 miliar sehingga kekayaan bersihnya Rp131,5 miliar. Kekayaan Eko sebagian besar berupa:

  • Aset tanah dan bangunan Rp166 miliar (Jakarta, Nganjuk, Karangasem, hingga Bogor).
  • Enam mobil senilai Rp5,5 miliar, termasuk Toyota Alphard, Mini Cooper, Subaru, dan Lexus X Sport.
  • Harta bergerak lainnya Rp1,2 miliar.

Jumlah ini memang tidak sebesar Sahroni, tetapi tetap menunjukkan transformasi luar biasa seorang komedian menjadi politisi tajir.

Kontroversi yang Jadi Sorotan

Sahroni menuai kritik tajam setelah menyebut wacana pembubaran DPR digulirkan oleh “orang tolol”. Ucapannya itu memantik amarah publik di tengah isu kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPR.

Sementara Eko Patrio disorot usai berjoget di sidang tahunan MPR dan membuat parodi DJ “sound horeg”. Aksinya viral dan menuai kecaman, hingga akhirnya ia meminta maaf.

Kini, baik Ahmad Sahroni maupun Eko Patrio dikabarkan tidak berada di Indonesia dan tengah menjadi buruan para demonstran. Namun, keberadaan keduanya masih belum terkonfirmasi.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak

Ingin dapat update berita terbaru langsung di browser Anda?