Morazen Yogyakarta Rilis KURMA Vol.03, Buffet Ramadan Bertema Timur Tengah

Sekar Anindyah Lamase | Leonardus Aji Wibowo
Morazen Yogyakarta Rilis KURMA Vol.03, Buffet Ramadan Bertema Timur Tengah
KURMA vol. 03. Media Gathering yang berlangsung di Hotel Morazen Yogyakarta (Dok pribadi)

Kurma Vol 03 di Morazen Yogyakarta datang bukan cuma sebagai agenda buka puasa bersama, tapi sebagai pengalaman kuliner Ramadan yang terasa seperti perjalanan rasa lintas budaya. Dari suasana ruang makan yang luas hingga konsep sajian tematik, acara ini menawarkan lebih dari sekadar buffet hotel biasa.

Program Kurma Vol 03 Kuliner Ramadan ini digelar oleh Morazen Yogyakarta dengan konsep besar yang menggabungkan kekuatan visual ruang, pengalaman makan, dan keberagaman menu. Daya tariknya bukan hanya pada restoran berukuran besar, tetapi juga pemandangan yang mengelilingi area makan yang membuat pengalaman berbuka terasa lebih santai dan berkelas.

Restoran Morazen Yogyakarta dikenal sebagai salah satu yang terbesar di kawasan Kulon Progo dengan kapasitas hingga 300 orang. Ruang ini dirancang untuk menampung tamu dalam jumlah besar tanpa menghilangkan kenyamanan, baik untuk keluarga, komunitas, maupun acara bersama.

Konsep penyajian dibuat dalam format buffet dengan tiga island utama yang memungkinkan tamu menjelajah menu dari berbagai sisi. Pola ini membuat alur pengambilan makanan lebih rapi dan pengalaman makan terasa lebih dinamis.

Menu ala Timur Tengah

Executive Chef Morazen Yogyakarta, Sutadi Arry Nugroho
Executive Chef Morazen Yogyakarta, Sutadi Arry Nugroho

Executive Chef Morazen Yogyakarta, Sutadi Arry Nugroho, menjelaskan bahwa Kurma Vol 03 mengusung tema middle eastern yang dipadukan dengan cita rasa lokal dan internasional. Ia menyebutkan bahwa tema ini dirancang agar tamu bisa merasakan nuansa Timur Tengah tanpa kehilangan karakter selera Nusantara.

“Tema besar kami adalah menu ala Timur Tengah, tapi tetap kami padukan dengan berbagai rasa yang familiar di lidah masyarakat Indonesia,” kata Sutadi Arry Nugroho.

Ia juga menjelaskan bahwa menu disajikan dalam lima rotasi berbeda dengan total sekitar 60 pilihan menu. Konsep rotasi ini dibuat agar pengalaman berbuka tidak monoton dan selalu menghadirkan variasi setiap kunjungan.

“Setiap rotasi punya karakter menu yang berbeda, jadi tamu tidak akan merasa makanannya itu-itu saja,” ujarnya.

Untuk kategori main course, Morazen menghadirkan berbagai sajian unggulan, termasuk ikan bakar berukuran besar, olahan ikan goreng crispy, kambing guling, nasi briyani, nasi goreng, aneka olahan daging sapi, serta beragam menu utama lainnya. Menu-menu ini disusun untuk memberi pilihan dari rasa ringan hingga berat.

Pada bagian appetizer, tamu disuguhi berbagai hidangan pembuka seperti martabak, dessert kecil, hingga sajian manis yang disajikan secara visual menarik. Area ini dirancang sebagai pembuka suasana sebelum masuk ke menu utama.

Sementara itu, untuk dessert, Morazen menghadirkan beragam sajian penutup seperti es parade, mini dessert, hingga sajian manis lain yang menyegarkan setelah berbuka. Area cokelat fountain juga menjadi salah satu spot yang paling banyak menarik perhatian pengunjung.

Sutadi menjelaskan bahwa Kurma Vol 03 tidak hanya menekankan pada banyaknya menu, tetapi juga pada pengalaman makan secara keseluruhan. Menurutnya, konsep ruang, alur buffet, dan variasi menu menjadi satu kesatuan yang dirancang agar tamu merasa nyaman.

Selain konsep menu, Morazen juga menghadirkan promo khusus Ramadan berupa program makan ber-10 gratis 1 orang dan berlaku kelipatan. Skema ini ditujukan untuk keluarga besar, komunitas, dan kelompok pertemanan yang ingin berbuka bersama.

Kurma Vol 03 Kuliner Ramadan di Morazen Yogyakarta menjadi bukti bahwa agenda buka puasa kini tidak lagi sekadar soal makanan. Ia berubah menjadi ruang sosial, ruang kebersamaan, dan ruang pengalaman yang menyatukan rasa, suasana, dan interaksi dalam satu momen Ramadan.

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak