News

Stop Ngebut-ngebutan! Kecelakaan di Jalan Raya Bisa Langsung Bikin Anda Miskin

Stop Ngebut-ngebutan! Kecelakaan di Jalan Raya Bisa Langsung Bikin Anda Miskin
Ilustrasi rumah kumuh (Pixabay)

Kemiskinan di Indonesia saat ini masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah yang belum terselesaikan. Masih banyak masyarakat yang miskin; untuk memenuhi kebutuhan hidup saja seperti makan dan minum sulit, bagaimana lagi untuk mencukupi biaya sekolah dan kesehatan anak-anak? Tentu begitu sulit.

Fakta ini dibuktikan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS). Jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2025 sebanyak 23,85 juta orang atau turun 0,2 juta orang dibandingkan dengan kondisi September 2024. Sementara itu, jumlah penduduk miskin ekstrem sebanyak 2,38 juta orang atau turun sebanyak 0,40 juta orang dibandingkan dengan September 2024 dan 1,18 juta orang dibandingkan dengan Maret 2024.

Namun, ada fakta lain yang perlu disikapi bersama bahwa kecelakaan lalu lintas dapat menyebabkan kemiskinan. Berdasarkan Study on Socioeconomic Impact of Road Traffic Accidents dari WHO menyebutkan, 47 persen keluarga yang tulang punggungnya meninggal akibat kecelakaan lalu lintas langsung jatuh di bawah garis kemiskinan dalam 12 bulan pertama.

Berdasarkan data tersebut, kita bisa melihat pekerjaan rumah pemerintah masih besar untuk terus menurunkan tingkat kemiskinan di Indonesia dan mencari solusi terbaik dalam mencegah maraknya kecelakaan lalu lintas.

Mematuhi Peraturan Lalu Lintas

Dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menjelaskan bahwa Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sebagai bagian dari sistem transportasi nasional harus dikembangkan potensi dan perannya untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas dan angkutan jalan.

Selanjutnya, pengendara motor wajib mengenakan helm yang memenuhi standar nasional dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada. Beberapa ketentuan tersebut wajib untuk dipatuhi karena salah satu yang mampu mencegah kecelakaan di jalan. Kondisi yang terjadi saat ini, kita bisa melihat bagaimana para pengemudi baik motor maupun mobil tidak mematuhi peraturan lalu lintas yang ada. Dengan kata lain, seenaknya saja berkendara di jalan.

Selain itu, menjadi perhatian serius, contoh jalan di Jakarta sudah ditentukan rute untuk jalur busway dan pembatas jalan bagi kereta api. Namun, realitas yang sering dilihat, pengendara motor maupun mobil sering tidak memedulikan aturan yang ada. Akhirnya hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Padahal, si pengendara merupakan tulang punggung keluarga.

Realitas lain yang sering kita lihat adalah ngebut di jalan untuk melewati kendaraan yang ada di depannya. Padahal, kondisi jalan sedang padat maupun kondisi jalan banyak dilalui bus maupun truk. Kondisi seperti itu sangat rentan menimbulkan kecelakaan.

Oleh karenanya, mematuhi peraturan lalu lintas menjadi sesuatu yang wajib. Setiap pengendara sudah selayaknya menjaga keselamatan masing-masing saat berkendara. Karena kesalahan sedikit dapat mengakibatkan hal terburuk terjadi. Kalau sudah begitu, keluarga di rumah pun bukan hanya bersedih, namun kehidupan mereka terancam karena terancam hidup dalam kemiskinan.

Sadar akan Keselamatan

Setiap kali kita berangkat bekerja, bersekolah, wisata, maupun mudik, tentu sering mendengar keluarga mengatakan: "hati-hati di jalan ya, jangan ngebut-ngebut, pakai helm supaya aman," bahkan disarankan untuk berdoa sebelum beraktivitas.

Kata-kata tersebut menjadi penting diperhatikan. Kesadaran akan keselamatan adalah yang utama. Keselamatan itu dimulai dari diri sendiri ketika mau untuk mendengar dan melakukan apa yang sudah disarankan.

Keselamatan itu tidak berasal dari orang lain, tetapi dari diri sendiri. Kita tidak bisa berharap dan menyuruh orang agar tidak melanggar peraturan lalu lintas, namun dari diri sendiri untuk memulainya.

Kecelakaan di jalan sering diakibatkan tidak mampu menahan diri. Keegoisan untuk lebih cepat sampai menjadi penyebab kecelakaan pula. Memaksa diri sendiri yang sedang lelah untuk berkendara ketika dalam jarak yang jauh pun menjadi penyebab kecelakaan tersebut. Sebab itulah, kesadaran merupakan kunci selamat saat perjalanan.

Terlepas dari itu, patut kita suarakan agar sarana dan prasarana di jalan tetap diperhatikan. Kondisi jalan berlubang dapat menjadi faktor dari kecelakaan. Hal tersebut merupakan tanggung jawab pemerintah untuk memperbaiki agar jalan lebih layak dilalui. Begitu juga rambu-rambu lalu lintas yang kadang-kadang padam sehingga menyebabkan kesemrawutan patut diperhatikan pula.

Oleh karena itu, kemiskinan di Indonesia tidak hanya disebabkan oleh banyaknya orang tidak bekerja atau pengangguran, namun karena tulang punggung keluarga mengalami kecelakaan. Mari sama-sama menyimak data tersebut dan menjadi atensi yang serius agar harapan untuk meminimalisir kemiskinan dapat terwujud sebagai cita-cita negara sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD 1945, yakni kesejahteraan umum.

Setiap orang pasti menginginkan bahwa kesejahteraan itu benar-benar menjadi nyata. Setiap orang pun menginginkan agar dalam keluarga tidak ada yang cacat maupun meninggal dunia. Baiknya, keselamatan dan kesejahteraan berjalan bersama-sama demi membentuk hidup yang lebih baik dan dinamis.

Hidup harus terus berjalan dan setiap impian pun diraih dengan sebuah usaha. Negara harus terus ikut serta dalam melayani masyarakat baik dalam berlalu lintas maupun menuju pada kesejahteraan.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda